[Kabar] Madura Darurat Kekerasan Seksual, Selamatkan dengan Islam Kafah

[Kabar] Madura Darurat Kekerasan Seksual, Selamatkan dengan Islam Kafah

Muslimah News, LENSA DAERAH — Kekerasan seksual kini menjadi salah satu ancaman serius di Madura. Dalam rangka membangkitkan kesadaran masyarakat dan mencari solusi hakiki atas permasalahan ini, digelar diskusi bertajuk “Madura Darurat Kekerasan Seksual, Selamatkan dengan Islam Kafah”, Ahad (20-7-2025), di Pamekasan, Madura.

Acara yang dihadiri oleh kurang lebih seratus peserta dari berbagai elemen masyarakat, seperti aktivis mahasiswa, tokoh agama, pengusaha, kalangan pendidik, dan birokrat tersebut menghadirkan mubaligah Ustazah Rofah Manshur dan konselor pendidikan Inge Oktavia.

Para pemateri memaparkan data dan fakta-fakta kekerasan seksual yang marak dan sangat mencengangkan di Madura. Mereka menyampaikan, semua pihak berpotensi menjadi pelaku kekerasan seksual, mulai dari keluarga, tenaga pendidik, hingga penegak keadilan yang artinya sudah tidak ada lagi ruang aman bagi perempuan.

Pemateri menguraikan bahwa faktor penyebab terjadinya kekerasan seksual ini adalah kombinasi faktor internal dan eksternal. “Faktor internal, bisa terlihat dari lemahnya pemahaman umat terhadap Islam. Sedangkan secara eksternal, tidak kondusifnya lingkungan masyarakat dan abainya negara dalam menindak tegas setiap kasus pelecehan ataupun kekerasan seksual,” imbuhnya.

Pemateri juga menyampaikan bahwa masifnya kasus-kasus yang ada hari ini menandakan bahwa permasalahan ini bukanlah permasalahan individual, melainkan permasalahan sistemis. “Biang keladi dari masifnya kekerasan seksual ini adalah tertancapnya paham sekularisme di tengah umat. Adapun sekularisme merupakan sebuah paham yang memisahkan urusan agama dengan urusan dunia atau urusan publik,” papar mereka.

Mereka menegaskan, selama sistem ini tegak di tengah umat, mustahil kasus-kasus semacam ini mampu diberantas secara tuntas. Kedua pemateri sepakat bahwa satu-satunya solusi tuntas terhadap kasus kekerasan seksual adalah penerapan Islam secara kafah dalam bingkai negara atau Khilafah.

“Penerapan Islam secara sempurna meniscayakan penegakan sanksi yang tegas atas para pelaku pelecehan/kekerasan seksual. Pelaku akan dikenai hukuman cambuk atau bahkan rajam. Hukuman ini harus disaksikan oleh khalayak umum. Dengan demikian, tidak akan ada lagi kasus-kasus yang berulang,” tegas mereka.

Sesi tanya jawab berlangsung hangat dengan banyaknya pertanyaan dari peserta seputar solusi praktis yang bisa dilakukan di tengah masyarakat. Para pemateri menegaskan bahwa dakwah Islam kafah dan penegakan nilai-nilai syariat adalah jalan yang harus diperjuangkan secara kolektif.

Acara ditutup dengan seruan bersama untuk komitmen belajar Islam secara kafah serta ajakan untuk terus menyuarakan penerapan syariat Islam sebagai solusi menyeluruh atas segala problem sosial, termasuk kekerasan seksual. [MNews/Kontributor daerah: A/Madura]

Share

2 thoughts on “[Kabar] Madura Darurat Kekerasan Seksual, Selamatkan dengan Islam Kafah”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *