[Khilafah Rasyidah] Metode Menentang Embargo (Bagian 4/4)

[Khilafah Rasyidah] Metode Menentang Embargo (Bagian 4/4)

Penulis: dr. Hamdan Fahmi

Sambungan dari Bagian 3/4

Muslimah News, TELAAH KITAB — Allah Swt. juga berfirman, “(Akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan.” (QS Al-Anfal: 72).

Menolong dan memberikan pertolongan itu terjadi dengan semua cara dan dalam perkara apa pun yang dibuat oleh kaum kafir melawan kaum muslim. Dengan demikian akan memobilisasi bangsa-bangsa muslim yang bertetangga dengan Daulah Islamiah untuk menghancurkan embargo melalui perbatasan.

Mereka juga akan tergerak untuk beraktivitas menghancurkan embargo yang dipaksakan oleh pemerintah-pemerintah mereka terhadap bangsa muslim yang bertetangga dengan mereka. Sebagaimana memobilisasi bangsa-bangsa muslim, juga akan memobilisasi bangsa-bangsa lain untuk merusak embargo.

Harus dijelaskan kepada mereka bahwa sebab pemaksaan embargo yang jahat terhadap Daulah Islamiah itu adalah karena Daulah Islamiah mengemban pemikiran yang menyalahi ide imperialis. Imperialis ingin agar bangsa-bangsa itu tetap menjadi pengekor dan terbelakang untuk dirampok sumber daya alam dan kekayaan mereka.

Bangsa-bangsa kafir juga dimobilisasi dengan jalan pendekatan-pendekatan materi untuk menghancurkan dan menjebol embargo. Ini karena bangsa-bangsa kafir itu berpikir dengan asas manfaat dan kepentingan. Mereka juga bisa dibeli untuk melakukan aktivitas-aktivitas yang dapat menghancurkan embargo.

3. Pemanfaatan isu embargo dalam memobilisasi bangsa-bangsa Islam yang bertetangga dengan Daulah Islamiah dan bangsa-bangsa kafir. Bangsa-bangsa Islam yang bertetangga dengan Daulah Islamiah digerakkan untuk melakukan berbagai demonstrasi, unjuk rasa, dan protes. Semua ini dalam rangka membaiat khalifah kaum muslim dan bergabung kepada kekuasaan khalifah. Juga dalam rangka menjatuhkan pemerintah-pemerintah yang berdiri di barisan kaum kafir melawan Daulah Islamiah yang pendiriannya diumumkan di atas asas agama, serta bertujuan membangkitkan dan mengangkat martabat umat.

Masalah ini–demonstrasi, unjuk rasa, dan protes—bukanlah perkara yang mudah bagi pemerintah-pemerintah itu. Akan tetapi pemerintah-pemerintah itu akan segera menyerap aspirasi masyarakat luas dengan jalan menghancurkan embargo. Sebabnya, terus melangsungkan embargo dalam bentuk yang ada akan membahayakan kursi kekuasaan dan mahkota mereka.

Adapun berkaitan dengan bangsa-bangsa kafir di negeri-negeri Barat, maka melalui media massa yang diarahkan dan putra-putra Daulah yang tinggal di negeri-negeri Barat, Daulah Islamiah menyebarkan berita-berita tentang embargo dan menyampaikannya ke pendengaran bangsa-bangsa Barat.

Pada saat yang sama, dilakukan provokasi untuk menentang ide demokrasi dan HAM yang diadopsi bangsa-bangsa Barat. Demokrasi dan HAM tidak bisa menghalangi pemerintah. Pemerintah mereka (Barat) memaksakan embargo ekonomi terhadap Daulah disebabkan pemikiran dan ideologi Daulah Islamiah. Demikian pula HAM tidak bisa menghalangi pemerintah-pemerintah Barat untuk menghalangi manusia dan hak-hak mereka di dalam kehidupan.

Daulah Islamiah dan semua pendukungnya di luar negeri harus menjelaskan kepada dunia bahwa terorisme yang dilekatkan oleh Amerika dan negara-negara Eropa kepada kaum muslim itulah yang mereka lakukan dan terapkan dalam politik embargo terhadap para wanita, anak-anak, dan orang tua disebabkan keyakinan mereka.

Pada hakikatnya, masalah kreativitas dan inovasi dalam menghadapi embargo secara dalam negeri dan luar negeri akan memungkinkan Daulah atas dua perkara.

Pertama, mampu bertahan dalam waktu yang lama terhadap embargo. Berikutnya embargo itu akan hancur secara sempurna. Ini sebagaimana hancurnya embargo Quraisy terhadap Bani Hasyim di Makkah setelah embargo itu berlangsung lama dan banyak penderitaan menimpa kaum muslim.

Hal itu berpengaruh kepada penduduk Makkah dan para pemimpinnya. Mereka tidak kuasa melanjutkan embargo. Sebaliknya, mereka sendiri beraktivitas untuk menghancurkan dan menghentikan embargo itu.

Kedua, mampu memukul embargo itu dengan segenap cara untuk menghancurkan dan memutuskannya. Bagaimana pun negara-negara itu memiliki kekuatan dan keinginan, maka banyaknya pukulan yang berlangsung secara berulang-ulang dan bermacam-macam cara akan berpengaruh kepadanya. Dengan demikian, negara-negara itu akan merasa letih dan berpikir untuk menghentikan embargo tersebut. [MNews/RY-YG]

Sumber: dr. Hamdan Fahmi, Khilafah Rasyidah.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *