[Kabar] Pengamat: Pendidikan Membutuhkan Dana dan Sistem Ideal

[Kabar] Pengamat: Pendidikan Membutuhkan Dana dan Sistem Ideal

Muslimah News, NASIONAL — Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa pendidikan yang baik butuh uang. “Pendidikan kunci daripada semuanya, tetapi untuk pendidikan yang bagus, kita perlu apa? Uang,” ucapnya.

Namun, menurut pengamat pendidikan dan generasi, Yusriana, bukan hanya uang yang dibutuhkan, tetapi juga sistem ideal. ”Jika kita ingin mewujudkan pendidikan yang ideal, maka tidak cukup hanya dengan dana, namun dibutuhkan juga sistem yang ideal,” tuturnya kepada MNews, Ahad (20-4-2025).

Pasalnya, menurut Yusriana, anggaran pendidikan yang disiapkan negara saat ini sudah besar, hanya saja dana itu tidak terdistribusi dengan baik, dan malah banyak dikorupsi. Ia mengutip data dari Indonesia Carruption Watch (ICW) tahun 2023, bahwa ada 30 kasus korupsi sektor pendidikan yang ditindak oleh aparat penegak hukum, yang 40% diantaranya dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah).

“Bahkan, sektor pendidikan berada dalam lima besar kasus korupsi yang terjadi di Indonesia,” ujarnya miris.

Ia mengulas, sistem kapitalisme yang diterapkan saat ini banyak melahirkan koruptor di kalangan pejabat pemerintahan dan pendidikan sehingga sebesar apa pun dana digelontorkan di dunia pendidikan tidak akan optimal. ”Bagaimana bisa melahirkan generasi unggul jika korupsi di dunia pendidikan dipertontonkan di depan mata?” kritiknya.

Sistem Ideal

Oleh karena itu, menurutnya, mutlak butuh sistem ideal yang bisa membebaskan manusia dari mental korupsi sehingga anggaran yang ada bisa berjalan sebagaimana mestinya. ”Sistem itu tidak lain adalah sistem Islam yang sesuai dengan fitrah manusia yang senantiasa berada di jalan takwa,” bebernya.

Ia menambahkan, spirit iman dan takwa akan menjadi self control para pejabat termasuk pejabat pendidikan agar tidak keluar dari rel syariat, termasuk korupsi, dan penyelewengan anggaran, serta pelanggaran syarak lainnya.

”Sistem Islam menjamin kebutuhan rakyat, termasuk kebutuhan kolektif berupa pendidikan, kesehatan, dan keamanan. Anggaran ini berasal dari baitulmal yang memiliki pos pemasukan dan pengeluaran yang sudah dirancang dengan baik dan rapi. Termasuk anggaran untuk pendidikan sudah dipersiapkan agar rakyat mendapatkan hak pendidikan dengan sebaik-baiknya,” ucapnya bangga.

Islam, kata Yusriana, juga menjamin kesejahteraan para guru dan semua yang terlibat dalam pendidikan, menjamin para murid agar bisa mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas.

”Semua ini, bisa terealisasi karena adanya kebijakan negara yang bertanggung jawab secara penuh terhadap semua urusan rakyatnya, sebagaimana hadis Rasulullah saw. bahwa seorang pemimpin itu adalah penanggung jawab, dan akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya,” jelasnya.

Ia mencontohkan, pendidikan di masa Kekhalifahan Abbasiyah berkembang pesat karena adanya dukungan sarana dan prasarana serta banyaknya lembaga pendidikan. ”Perkembangan ini membawa kemajuan ilmu pengetahuan dan budaya Islam yang menggema ke seluruh dunia,” tuturnya.

Kemajuan ini, sambungnya, terjadi karena diterapkannya sistem yang ideal yaitu sistem Islam. ”Kemajuan ini tidak luput dari ilmu agama yang banyak berperan, yakni para ulama dan pemerintah memberi dukungan kuat, berupa moral, finansial, dan material,” tutupnya. [MNews/IA]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *