Muslimah News, INTERNASIONAL — Pada 13 Maret 2025, BBC menerbitkan sebuah artikel tentang laporan yang dikeluarkan oleh Komisi Penyelidikan Internasional Independen Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Wilayah Palestina yang Diduduki.
Laporan ini mendokumentasikan “berbagai pelanggaran” yang dilakukan terhadap perempuan, laki-laki, dan anak-anak Palestina sejak 7 Oktober 2023. Laporan tersebut menyatakan bahwa Zion*s Yahudi melakukan tindakan genosida melalui penghancuran sistematis fasilitas perawatan kesehatan perempuan selama perang di Jalur Gaza dan penggunaan kekerasan seksual sebagai strategi perang.
Tindakan-tindakan ini meliputi penghancuran infrastruktur kesehatan dan pusat reproduksi dan fertilitas untuk mencegah kelahiran, pembunuhan ibu dengan membatasi akses ke pasokan medis, dan pencegahan perawatan kesehatan reproduksi dengan menahan obat-obatan dan peralatan yang diperlukan untuk memastikan kehamilan, persalinan, perawatan pascanatal, dan perawatan neonatal yang aman.
PBB telah mengklasifikasikan tindakan-tindakan ini sebagai tindakan genosida dan kekerasan seksual berbasis gender. Ini merupakan tambahan dari pelecehan verbal, penyerangan, ancaman pemerkosaan, dan pemaksaan ketelanjangan untuk makin mempermalukan perempuan.
Kekuatan Pasukan Muslim
Juru bicara (jubir) Divisi Perempuan kelompok dakwah ideologis internasional memberikan tanggapannya terhadap hal ini kepada Kantor Berita ideologis intenasional, Senin (24-3-2025).
“Berapa lama lagi kehinaan ini akan berlanjut, wahai umat yang terdiri dari dua miliar umat Islam? Berapa lama lagi kaum Zion*s Yahudi akan terus mengamuk di negeri-negeri muslim sementara kalian tetap bungkam tentang pengkhianatan para penguasa kalian dan kegagalan pasukan kalian? Apakah ada yang dapat menghentikan entitas Zion*s Yahudi selain kekuatan pasukan kalian [kaum muslim]?” tanyanya bertubi-tubi.
Menurutnya, siapa pun yang mengira sistem internasional akan mendukung rakyat Palestina adalah orang yang gila. “Kita telah melihat bagaimana sikap rezim kriminal ini terhadap rakyat Bosnia dan Irak, serta muslim Rohingya dan Uyghur sebelumnya!” cetusnya.
Ia menegaskan, barang siapa percaya bahwa PBB—yang mengutuk Zion*s Yahudi dengan laporan-laporannya—akan memberikan keadilan kepada rakyat Palestina, dipersilakan meninjau laporan-laporan ini untuk menemukan bahwa laporan-laporan tersebut justru menjamin keberadaan entitas Zion*s Yahudi sebagai sebuah negara yang berhak untuk hidup di sebagian besar tanah Palestina, dan menyisakan kurang dari 20% wilayah bagi rakyat Palestina untuk mendirikan negara mereka.
“Wahai kaum muslim, wahai pasukan muslim, khususnya negara-negara tetangga, barang siapa di antara kalian mengira bahwa sikap diam akan mencegah datangnya musibah ini, maka ia telah tertipu. Musuh ini tidak membeda-bedakan kita dan menganggap kita semua sebagai target dalam daftar tunggunya. Barang siapa yang meyakini bahwa kemenangan akan datang tanpa jihad, dan kemuliaan akan datang dari selain Allah dan berdasarkan selain syariat-Nya, maka ia telah merugi di dunia dan akhirat, dan itulah kerugian yang nyata,” cetusnya.
Kemudian, ia menutup dengan firman Allah Swt. dalam QS Al-Hajj: 12—15, “Mereka menyeru kepada selain Allah sesuatu yang tidak dapat mendatangkan bencana dan tidak (pula) memberi manfaat kepadanya. Itulah kesesatan yang jauh. Mereka menyeru kepada sesuatu yang (sebenarnya) bencananya lebih dekat daripada manfaatnya. Sungguh, itu seburuk-buruk penolong dan sejahat-jahat kawan. (Sungguh,) Allah akan memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Sungguh, Allah berbuat apa yang Dia kehendaki. Barangsiapa menyangka bahwa Allah tidak akan menolongnya (Muhammad) di dunia dan di akhirat, maka hendaklah dia merentangkan tali ke langit-langit, ) lalu menggantung (diri), kemudian pikirkanlah apakah tipu dayanya itu dapat melenyapkan apa yang menyakitkan hatinya.” [MNews/RA]
