[Mafahim Islamiyyah] Kepribadian (Bagian 4/9)

[Mafahim Islamiyyah] Kepribadian (Bagian 4/9)

Penulis: Muhammad Husain Abdullah

Sambungan dari Bagian 3/9

Muslimah News, TELAAH KITAB — Pengikatan antara pola pikir dan pola jiwa tampak jelas pada kepribadian yang khas. Anas bin Nadzar adalah salah seorang sahabat Nabi saw. pada perang Uhud. Ia benar-benar melintas, lalu bertemu Umar bin Khaththab dan Thalhah bin Ubaidillah dari kalangan Muhajirin dan Anshar.

Mereka duduk dan melempar senjatanya setelah tersebar berita bahwa Rasulullah saw. benar-benar terbunuh dalam peperangan tersebut. Anas berkata kepada mereka, “Apakah gerangan yang menyebabkan kalian duduk?” Mereka menjawab, “Rasulullah saw. terbunuh.” Anas berkata, “Lalu setelah Nabi terbunuh, apa yang akan kalian perbuat dengan kehidupan setelahnya? Berdirilah kalian, matilah sebagaimana Rasulullah saw. mati!” Kemudian Anas menghadapi orang Quraisy. Ia berperang sampai terbunuh.

Demikianlah perilaku Anas bin Nadzar yang menunjukkan kepribadian khas, juga menunjukkan pertalian yang sangat erat antara pola pikir dan pola jiwanya. Anas bin Nadzar telah mengindra realitas, yaitu para sahabat menjadi lemah setelah tersebar berita bahwa Rasulullah saw. terbunuh.

Kemudian Anas mengikat realitas ini dengan informasi-informasi terdahulu, yaitu pahit dan getirnya kekalahan, diharamkannya melarikan diri pada saat peperangan, dan pengaruh akibat tersebar berita terbunuhnya Rasulullah saw.. Anas menghukumi realitas ini dengan menganalogikan kepada kaidah standar dasar (asasiyah) bagi pemikiran-pemikirannya.

Kaidah tersebut adalah akidah islamiah, yaitu bahwasanya berperang adalah fardu, tempat tinggal orang yang mati syahid adalah surga, ajal itu sudah ditentukan sehingga tidak dapat dipercepat dengan berperang dan tidak pula diperlambat dengan duduk meninggalkan perang, dan bahwa lari dari medan perang adalah haram. Pemikiran-pemikiran tersebut merupakan pemahaman-pemahaman Anas bin Nadzar.

la menggambarkan dan menetapkan pemikiran-pemikiran tersebut dan sangat percaya akan keabsahannya. Kemudian, ia mengikat antara pemahaman-pemahaman tersebut dengan dorongan-dorongan naluri mempertahankan diri. Sebagian dari penampakan-penampakan naluri tersebut adalah menjaga kelangsungan hidup dan takut akan kematian. Dengan demikian, terikatlah dorongan-dorongan ini dengan pemahaman-pemahamannya.

Kemudian, ia menjadi cenderung terus berperang, walaupun bisa mendatangkan kepada sesuatu yang menyelisihi dorongan-dorongan naluriahnya. Jadi pola pikir islami Anas bin Nadzar mampu mengubah dorongan-dorongannya dan menjadikan kecenderungannya islami. Dengan demikian, pola jiwanya menjadi cenderung pada perang, mati syahid, dan bertemu dengan Rasulullah saw..

Anas benar-benar telah menerjemahkan kepribadiannya yang khas dan luhur dengan perilaku yang termanifestasi dengan memerangi orang-orang musyrik. Oleh karenanya, perbuatan itu bukan kepribadian, bukan pula pola pikir atau pola jiwa. la hanyalah pengaruh (atsar) dari pengaruh semuanya, yakni kepribadian, pola pikir, dan pola jiwa.

Kepribadian ini terkadang merupakan kepribadian yang khas (mutamayyizah) dan terkadang kepribadian yang tidak khas (ghairu mutamayyizah). Kepribadian yang khas ialah kepribadian di mana pola pikir dan pola jiwa pemiliknya terdiri dari satu jenis. Kecenderungannya tunduk kepada pemahamannya. Maksudnya, pola jiwanya tunduk kepada pola pikirnya.

la cenderung kepada segala sesuatu (benda) dan perbuatan sesuai dengan pemahaman-pemahamannya dalam memenuhi berbagai naluri dan kebutuhan jasmaninya. Semua ini dilakukan dengan menstandarkan pada standar pemikiran dasar.

Untuk membentuk kepribadian yang khas dan memiliki warna tertentu harus ada kaidah berpikir mendasar yang memancarkan hukum-hukum atas realitas. Dengan kata lain, harus ada kaidah umum dan mendasar yang layak agar dapat memancarkan semua hukum-hukum untuk mengatur semua interaksi manusia dengan Tuhannya, dirinya, dan sesama manusia. Semua ini tidak mungkin ada, kecuali jika kaidah mendasar tersebut merupakan pemikiran menyeluruh tentang alam semesta, manusia, dan kehidupan.

Dengan demikian, manusia mampu menyelesaikan simpul terbesar (uqdatul kubra), yaitu pemenuhan perasaannya akan kelemahan dan kekurangannya, serta membutuhkan dan mampu memancarkan sistem untuk pemenuhan naluri-naluri manusia, juga semua kebutuhan jasmaninya.

Kepribadian yang khas ini tidak terwujud, kecuali pada kepribadian yang berideologi (mabdaiyah), seperti kepribadian Islam, kepribadian kapitalisme, dan kepribadian komunisme. Ini karena pola pikir dan pola jiwa setiap kepribadian tersebut standarnya pada pemikiran dan kecenderungannya. Standarnya adalah akidah aqliyah yang memancarkan sistem untuk mengatur semua interaksi manusia.

Inilah yang dinamakan ideologi. Kepribadian Islam yang khas dan luhur akan berjalan di atas bumi, terinternalisasi dalam diri manusia yang beriman dengan akidah Islam. Ini berupa pemikiran yang menyeluruh tentang alam semesta, manusia, dan kehidupan. Juga tentang hal sebelum kehidupan dunia dan setelah kehidupan dunia, serta tentang hubungan alam semesta, manusia, dan kehidupan dengan sebelum dan setelahnya.

Jadi, akidah Islam adalah standar berpikir (kaidah fikriyah) yang menjadi dasar berpikir seorang muslim. Dengan demikian, ia mengikat realitas dengan informasi-informasi terdahulu dan menghukumi realitas dengan standar informasi-informasi tersebut. Hukum yang digunakan adalah hukum-hukum syarak, yakni fardu, mandub, mubah, makruh, dan haram.

Akidah ini menjadi dasar kecenderungan seorang muslim. Kemudian ia mengikat pemahaman-pemahaman yang dihasilkan dari akidah tersebut dengan dorongan-dorongan pemenuhan yang dihasilkan dari potensi kehidupan yang tecermin dari naluri-naluri dan kebutuhan jasmaninya.

Dengan begitu, kepribadian Islam adalah kepribadian yang khas. Pola pikir dan pola jiwanya terdiri dari satu jenis. Keduanya bersandar pada satu standar dasar, yaitu akidah Islam. [MNews/RY-YG]

Sumber: Muhammad Husain Abdullah, Mafahim Islamiyyah.

Share

One thought on “[Mafahim Islamiyyah] Kepribadian (Bagian 4/9)”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *