Penulis: Muhammad Husain Abdullah
Muslimah News, TELAAH KITAB — Penampakan-penampakan adalah hal-hal yang diperoleh ketika memenuhi naluri manusia dari luar manusia. Contohnya, naluri mempertahankan diri ada untuk menjaga keberlangsungan manusia sebagai individu.
Naluri ini selalu menuntut pemenuhan dari luar manusia sesuai tanda-tanda yang tampak jelas pada penampakan-penampakan naluri mempertahankan diri. Misalnya, kecintaan untuk memiliki sesuatu, cinta terhadap kehormatan, kekuasaan, keberanian, dan lain-lain untuk menarik apa saja yang mampu memenuhi naluri ini.
Kuat dan lemahnya setiap naluri tersebut (naluri seksual, naluri mempertahankan diri, dan naluri beragama) serta cabang-cabangnya yang merupakan penampakan-penampakan, berbeda pada setiap manusia. Perbedaan ini ada dalam individu manusia karena mengikuti pengaruh eksternal dan mengikuti umur manusia yang juga berbeda-beda.
Oleh karenanya, kita kadang menjumpai manusia yang penuh vitalitas dan semangat hidup untuk memenuhi ketiga nalurinya yang sangat kuat. Kita juga kadang menemukan manusia lain pada usia lanjut menjadi pemalas dan lemah. la mengambil sedikit demi sedikit untuk memenuhi berbagai nalurinya yang lemah.
Pada sisi lain, kami menemukan manusia yang sangat kuat mencurahkan perhatiannya untuk memenuhi naluri mempertahankan diri atau naluri seksualnya. la tidak tertarik untuk memenuhi naluri beragamanya. Kita pun memperhatikan bahwa kelembutan seorang ibu serta rasa cintanya mampu memalingkan individu dari kecenderungan seksual dan dari rasa cintanya kepada istrinya atau sebaliknya.
Kita juga memperhatikan bahwa kecenderungan seksual ini sangat kuat pada usia muda, lalu mulai melemah pada usia tua. Mencurahkan perhatian untuk beribadah dan takut akan akhirat pada umumnya sangat kuat pada usia tua daripada saat usia muda.
Perbedaan naluri-naluri di antara manusia ini menjadikan sebagian manusia melakukan aktivitas yang tidak dilakukan oleh sebagian yang lain. Ini disebabkan kuat dan lemahnya naluri-naluri atau disebabkan perbedaan di antara pengaruh-pengaruhnya. Semua itu menjadikan hukum-hukum manusia atas aktivitas-aktivitas dan segala sesuatu yang berhubungan dengan pemenuhan naluri-naluri mereka selalu berlainan, berbeda-beda dan kontradiktif. Hal ini juga terpengaruh oleh lingkungan, yaitu pengaruh eksternal.
Dengan demikian, hal tersebut mendatangkan keanekaragaman dalam bermacam-macam pemenuhan. Di antaranya ada pemenuhan yang benar dan tepat, yaitu aktivitas individu dalam memenuhi naluri pada sesuatu yang menjadi tempat pemenuhan naluri ini dan dengan metode atau sistem yang benar untuk pemenuhan ini.
Menggauli perempuan dengan akad yang sah untuk memenuhi kecenderungan terhadap lawan jenis adalah pemenuhan yang benar untuk naluri seksual. Ini karena perempuan merupakan pembangkit eksternal yang telah diciptakan Allah Swt. untuk memenuhi kecenderungan seksual laki-laki. Allah Swt. telah menetapkan sistem aktivitasnya dalam memenuhi kecenderungan ini, yaitu dengan akad pernikahan.
Sedangkan ketika laki-laki itu menggauli perempuan yang tidak halal baginya atau menggaulinya tanpa akad nikah, pemenuhan kecenderungan seksual ini adalah keliru. Ini karena menyalahi sistem yang benar walaupun pemenuhan itu pada tempatnya. Namun apabila laki-laki itu menyetubuhi binatang atau sesama laki-laki, pemenuhan kecenderungan seksual ini sungguh tidak wajar (syadz). Ini karena pemenuhan tersebut tidak pada tempatnya dan menyalahı sistem pemenuhan yang benar.
Memenuhi naluri beragama dengan perintah Allah bagi manusia dengan aktivitas tertentu, seperti salat, adalah pemenuhan yang benar. Sedangkan menyembah Allah dengan aktivitas yang tidak diperintahkan Allah, seperti manusia berputar-putar pada suatu tempat, adalah pemenuhan yang salah walaupun tujuannya adalah mencari rida Allah Taala.
Adapun menyembah berhala dengan mempertuhankannya adalah pemenuhan yang tidak wajar (syadz). Berhala tidak layak dijadikan sebagai tempat pemenuhan naluri beragama. Ini karena perasaan kurang dan lemah yang ada pada diri manusia tidak bisa terpenuhi oleh berhala itu. Berhala justru lebih lemah daripada manusia.
Memenuhi naluri mempertahankan diri dengan aktivitas-aktivitas yang diperintahkan Allah Swt., seperti rasa ingin memiliki sesuatu dengan membelinya, adalah pemenuhan yang benar. Sedangkan memenuhinya dengan cara mencuri harta orang lain adalah pemenuhan yang keliru karena telah diharamkan oleh syarak.
Pemenuhan naluri mempertahankan diri seorang muslim, seperti dengan cara perdagangan untuk memiliki arak atau babi, adalah pemenuhan yang tidak wajar atau keluar dari aturan yang berlaku (syadz). Ini karena segala sesuatu yang telah diharamkan tidak bernilai sama sekali dalam Islam. Bahkan memilikinya pun tidak diperkenankan, berarti juga bukan tempat pemenuhan naluri. [MNews/RY-YG]
Sumber: Muhammad Husain Abdullah, Mafahim Islamiyyah.
