[Telaah Kitab] Mafahim Islamiyyah (Pendahuluan, Bagian 2/2)

[Telaah Kitab] Mafahim Islamiyyah (Pendahuluan, Bagian 2/2)

Penulis: Muhammad Husain Abdullah

Sambungan dari Bagian 1/2

Muslimah News, TELAAH KITAB — Terdapat pula pemahaman-pemahaman Islam yang tidak termuat dalam buku ini, yaitu pemahaman-pemahaman yang bertalian dengan berbagai perkara gaib, seperti surga, neraka, dan malaikat. Pemahaman-pemahaman tersebut tidak dapat dipahami oleh akal secara langsung, melalui jejak-jejaknya atau penampakan-penampakannya. Ini karena indra manusia tidak bisa mengindranya, baik mengindra jejak-jejaknya atau penampakan-penampakannya.

Hanya saja akal dapat memahaminya melalui dalil naqli yang dipastikan keabsahannya. Ini seperti pada ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis-hadis nabi yang mutawatir, yang menunjukkan dengan pasti terhadap penunjukannya sehingga pengertian lafaz-lafaznya tidak dapat dipahami selain hanya satu arti.

Neraka beserta azabnya dan surga beserta kenikmatannya merupakan sebagian dari pemahaman-pemahaman akidah bagi seorang muslim. la dapat memahami realitanya dari penunjukkan wahyu. Allah Swt. berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang kafir dengan ayat-ayat Kami, kelak Kami akan memasukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. Mereka di dalamnya mempunyai istri-istri yang suci dan kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman.” (QS An-Nisa’: 54—57).

Eksistensi malaikat adalah pemahaman (mafhum) bagi seorang muslim. Allah Swt. berfirman, “Segala puji bagi Allah pencipta semua langit dan bumi yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan yang bersayap, masing-masing (ada) yang dua, tiga, dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang Dia dikehendaki. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS Fathir: 1).

Tingkah laku manusia selalu bertalian dengan pemahaman-pemahamannya tentang kehidupan. Ini karena pemahaman-pemahaman itu merupakan standar bagi tingkah laku. Kalau kita hendak mengubah tingkah laku manusia dari tingkah laku yang rendah kepada tingkah laku yang luhur, kita harus mengubah pemahaman-pemahamannya tentang kehidupan. Ubahlah dari pemahaman-pemahaman yang keliru dan mundur kepada pemahaman-pemahaman yang benar dan luhur.

Sesungguhnya pemahaman-pemahaman (mafahim) Islam merupakan pemahaman-pemahaman tentang kehidupan yang sangat luhur. Dengan demikian menjadi sebuah keharusan untuk menjelaskannya supaya menjadi standar bagi tingkah laku kaum muslim. Demikian pula supaya mereka bangkit dengan kebangkitan yang sebenarnya sesuai dengan asas kebangkitan tersebut (yaitu kebangkitan pemikiran).

Jadi buku ini merupakan batu merah yang tersusun rapi pada ketinggian kebudayaan Islam yang luhur dan para telah dibangun oleh para pendahulu kita. Aku berdoa hanya kepada Allah, semoga buku ini menjadi korek api untuk menyalakan tatanan lilin-lilin sehingga cahayanya menyinari pemahaman-pemahaman Islam (mafahim Islamiyyah) yang jernih laksana kristal. Ini sekaligus untuk membersihkan semua campuran-campuran yang melekat pada pemahaman-pemahaman itu. Sesungguhnya Allah selalu menyertai orang-orang yang berbuat baik. [MNews/RY-YG]

Sumber: Muhammad Husain Abdullah, Mafahim Islamiyyah.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *