Muslimah News, TELAAH KITAB – Memang benar bahwa yang pertama kali dilakukan Rasulullah saw. adalah membentuk akidah yang benar pada diri siapa saja yang baru masuk Islam, disertai dengan memperbaiki tingkah laku mereka. Namun, beliau sama sekali tidak pernah mengatakan bahwa hanya dengan itu saja beliau ingin membentuk sebuah masyarakat Islam.
Kita semua tahu bahwa Rasulullah saw. selalu keluar pada setiap musim haji untuk menyampaikan dakwah kepada delegasi-delegasi yang datang dari berbagai penjuru di sekitar kota Mekkah agar mereka memeluk Islam. Mengapa beliau menyampaikan dakwah kepada kabilah-kabilah tersebut, padahal penduduk Quraisy sendiri belum seluruhnya menerima Islam?
Tidakkah kita melihat bahwa Rasulullah saw. tidak pernah membatasi usahanya pada individu masyarakat Makkah saja dengan memperbaiki tingkah laku mereka, lalu berharap dengan jalan itu Islam dapat ditegakkan. Apa artinya?
Ini berarti Rasulullah saw. telah memahami bahwa kekuatan politik dan militer merupakan suatu keharusan agar Islam dapat ditegakkan. Beliau selalu memikirkan hal itu, termasuk pada saat beliau menempuh dakwah fardiyah yang berusaha menyelamatkan setiap orang dari api neraka. Memang benar bahwa beliau telah menentukan target yang lebih dari itu, yaitu menyelamatkan seluruh umat manusia dari api neraka. Akan tetapi beliau tidak akan mampu menyampaikan ide-ide Islam kepada seluruh umat manusia apabila suaranya terbungkam.
Dari sinilah beliau menyertakan langkah meminta pertolongan dan perlindungan terhadap langkah pembinaan dan persiapan akidah masyarakat. Apakah Rasulullah saw. menunggu sampai beliau memiliki suatu pondasi yang cukup kuat sesuai dengan apa yang diinginkan oleh kelompok dakwah pertama di atas (yakni yang memperbaiki individu saja)?
Fakta sejarah menunjukkan, bahwa tatkala Rasulullah saw. telah mulai meminta perlindungan dari pemimpin masyarakat Thaif, beliau berangkat sendirian ke sana. Saat itu beliau tidak berhasil. Bahkan anak-anak kecil pun melempari beliau dengan batu. Ini menunjukkan bahwa sekalipun dakwah Rasulullah saw. masih dalam tahap awal, tetapi beliau telah merencanakan untuk mencari kekuatan dan menjadikan hal ini sebagai salah satu usaha yang paling utama. Yang dimaksud kekuatan itu adalah memiliki sebuah negara (daulah).
Rasulullah saw. juga pernah mengatakan kepada sahabatnya, sebelum hijrah tentunya, “Kita belum diperintahkan berperang.” Ini menjadi isyarat bahwa peperangan itu akan terjadi. Bahkan akan memiliki kedudukan penting dalam melindungi Islam setelah tegaknya negara Islam kelak.
Ada sebagian orang yang melontarkan suatu pemahaman bahwa penduduk Yatsrib yang telah datang kepada Rasulullah saw. dan mengajak beliau untuk datang ke negeri mereka. Ini sebagai salah satu upaya untuk mengatasi perselisihan dan permusuhan yang selalu terjadi di antara dua suku besar, yakni Aus dan Khajraj.
Pemahaman seperti ini berkeinginan agar kaum muslim menerima secara apriori pendapat yang mengatakan bahwa Rasulullah saw. tidak pernah meminta sendiri dari para pemimpin Madinah untuk mendirikan negara di Madinah, melainkan merekalah (penduduk Madinah) yang menawarkan dan memberikannya! Dengan kata lain, hal ini terjadi begitu saja tanpa ada rencana sebelumnya.
Namun fakta yang tercantum dalam kitab-kitab sirah Rasul menunjukkan sebaliknya. Cukuplah kita membaca riwayat Ibnu Hisyam yang menceritakan peristiwa itu, yang menjadi saat-saat sangat penting dalam sejarah Islam ini.
Kita tidak akan mencantumkan nas secara keseluruhan, tetapi hanya ucapan orang-orang Anshar kepada Nabi saw., “Kami telah meninggalkan kaum kami dalam keadaan saling bermusuhan dan buruk sehingga tidak ada satu kaum pun yang keadaannya lebih buruk seperti mereka. Oleh karena itu, mudah-mudahan Allah Swt. menyatukan hati mereka dengan engkau. Nanti kita akan mendatangi dan mengajak mereka untuk mengikutimu, lalu kami akan menawarkan kepada mereka agama yang kami terima dari engkau.”
Perkataan mereka, “Ajabnaaka” (yang kami terima dari engkau), menunjukkan bahwa Rasulullah yang telah meminta pertolongan dan perlindungan dari mereka. Itulah yang dapat dimengerti dari perkataan tersebut, kecuali kalau memang dalam kamus-kamus bahasa terdapat pengertian yang lain dari itu.
Sebagai penguat argumentasi dan pemahaman ini, kita kutipkan sebuah riwayat Asy Sya’bi, bahwa pada saat itu As’ad bin Zararah bertindak sebagai pemimpin suku Al Khazraj. Pemimpin suku ini berkata kepada Rasulallah saw., “… Engkau telah meminta kepada kami (untuk menyerahkan kekuasaan milik kami) sedangkan kami adalah suatu kelompok masyarakat yang hidup di negeri mereka dalam keadaan mulia dan kuat. Namun di situ tidak ada yang rela dipimpin oleh orang dari luar suku kami, khususnya bagi kaumnya sendiri yang paman-pamannya tidak memberikan perlindungan bagi mereka. (Terus terang bahwa) permintaan tersebut adalah suatu hal yang sukar sekali. Akan tetapi kami ini (telah bersepakat untuk) memenuhi permintaanmu itu. …”
Kita juga dapat mengamati tindakan Umar, ketika beliau memutuskan membuat kalender Islam. Beliau ternyata menjadikan peristiwa hijrah sebagai tahun pertama. Penafsiran tindakan Umar ini tidak lain adalah bahwa peristiwa hijrah merupakan awal lahirnya negara dan masyarakat Islam pertama.
Apakah ada seorang peneliti yang dapat membicarakan masalah masyarakat Islam sebelum membicarakan masyarakat Islam di Madinah? Cobalah kita berpikir, bagaimana mungkin bisa membangun suatu masyarakat Islam sekarang ini tanpa ada sebuah negara Islam!
Dakwah Rasulullah saw. selama 13 tahun di Makkah tidak berhasil, padahal beliau mendapatkan pertolongan dari Allah Taala. Beliau pun, seperti yang diakui pula oleh para orientalis, ketika itu tidak menghadapi paham-paham yang begitu berbahaya seperti sekularisme atau imperialisme.
Kemudian bagaimana dengan kita? Padahal kita setiap saat diserbu paham sekuler dan materialisme, serta serangan kebudayaan Barat yang didukung oleh kekuatan militer dan sistem intelijennya. Apakah mungkin kita dapat menghadapi semua bahaya dan tantangan ini dengan tangan kosong (tanpa sebuah daulah)? [MNews/RY-YG]
Sumber: Abdurrahman Muhammad Khalid, Soal-Jawab Seputar Gerakan Islam.
