Penulis: Ustaz Arief B. Iskandar
Muslimah News, NAFSIYAH — Jika kalbu (hati) seorang hamba didominasi oleh kepentingan akhirat, seluruh kepentingan dunianya (harta, jabatan, kekuasaan, dll.) akan ia “wakafkan” di jalan Allah Swt. demi sesuatu yang abadi di akhirat, yakni meraih surga-Nya.
Sebaliknya, jika kalbu (hati) seorang hamba didominasi oleh kepentingan dunia (harta, jabatan, kekuasaan, dll.), akhiratnya (surga) akan ia gadaikan untuk meraih apa saja yang menjadi ambisi dunianya itu. Ia akan “menjual” agamanya. Tidak peduli halal atau haram. Tidak peduli surga atau neraka. Yang penting dunia (harta, jabatan, kekuasaan, dll.) selalu ada dalam genggaman. Ia lupa bahwa semua itu pasti akan ia tanggalkan dan tinggalkan. Saat itu yang akan ia rasakan adalah penyesalan.
Oleh karena itu, tepat apa dinyatakan oleh Abu al-Hakam rahimahulLaah, “Dunia dan akhirat akan selalu berkumpul pada kalbu (hati) seorang hamba. Mana saja di antara keduanya yang dominan (mendominasi kalbu [hati]-nya), yang lain akan menjadi pengekor (pengikut)-nya.” (Abu Nu’aim Al-Asbahani, Hilyah al-Awliyaa‘, 8/ 313).
Semoga kepentingan (menyiapkan bekal) akhirat selalu mendominasi kalbu (hati) kita. Dengan demikian, seluruh kepentingan dunia (harta, jabatan, kekuasaan dll.), akan kita “wakafkan” agar dapat meraih surga-Nya di akhirat. Amin.
Wa maa tawfiiqii illaa bilLaah, ‘alayhi tawakkaltu wa ilayhi uniib. [MNews/YG]
Sumber: ariefbiskandar[dot]com
