Penulis: Nabila Ummu Anas
Muslimah News, KELUARGA — Beberapa waktu lalu, publik dikejutkan oleh sebuah berita tentang seorang santri pondok pesantren berusia 13 tahun yang tega membunuh seorang ustazah. Pembunuhan itu dilakukan secara sadis di rumah korban yang berada di dalam area pondok pesantren. Masyarakat tidak habis pikir, bagaimana bisa seorang santri berusia belia nekat melakukan perbuatan sekejam itu?
Kejadian ini harus dipikirkan dan diperhatikan secara serius oleh umat muslim. Apa yang sedang terjadi pada anak-anak umat saat ini sehingga berani berbuat demikian? Bagaimana penanaman pemahaman Islam (akidah dan syariat) di dalam keluarga-keluarga muslim hari ini? Seperti apa pembinaan yang diterapkan di sekolah? Seberapa besar lingkungan kehidupan memengaruhi perilaku pelajar muslim?
Pentingnya Penanaman Akidah Islam Sejak Dini
Paham sekularisme beserta turunannya telah mendominasi pemikiran dan perilaku yang terjadi dalam masyarakat, termasuk dunia anak. Ini harus menjadi alarm bagi setiap keluarga muslim. Orang tua tidak boleh lengah dan abai terhadap berbagai hal yang diindera oleh anak setiap hari. Keluarga muslim harus senantiasa menanamkan pemahaman Islam, akidah, dan syariat-Nya kepada anak-anak mereka sejak dini.
Kita tidak bisa hanya berharap kepada sekolah atau lingkungan sekitar untuk memahamkan akidah yang kukuh kepada anak-anak umat Islam. Semestinya rumah menjadi tempat membentuk dan menguatkan akidah anak-anak kaum muslim. Dengan demikian, mereka akan mengimani adanya Allah dan sifat-sifat-Nya, malaikat, nabi dan rasul, kitabullah, hari akhir, serta qada dan kadar-Nya. Pemahaman keimanan yang bukan dogma, tetapi dapat diterima secara akliah melalui proses berpikir dan naqli, serta membenarkan apa yang disampaikan melalui Al-Qur’an dan hadis mutawatir.
Dengan pemahaman akidah Islam yang kukuh, anak akan mengerti bahwa hidup harus mempunyai tujuan yang jelas. Anak pun akan paham bahwa ia wajib terikat dengan aturan-aturan Allah Swt. dalam menjalani kehidupannya di mana pun ia berada, baik saat sendirian ataupun bersama orang lain. Pelajar muslim yang beriman akan paham bahwa sejak meniatkan sesuatu hingga melaksanakannya, akan ada konsekuensi baginya, baik di kehidupan dunia maupun di akhirat.
Pembahasan akidah sangat penting bagi setiap muslim. Ini karena akidah adalah asas berpikir dan standar berperilaku seseorang ketika ia menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Akidah Islam adalah fondasi sekaligus benteng bagi setiap muslim, termasuk pelajar.
Pendidikan yang Membentuk Kepribadian Islam
Sayangnya, tidak semua orang tua muslim mampu memahamkan akidah dan kewajiban terikat terhadap syariat-Nya kepada anak-anak mereka di rumah. Akibatnya, kebanyakan keluarga muslim menyerahkan persoalan ini kepada sekolah.
Sesungguhnya, keluarga-keluarga muslim pun membutuhkan pembinaan Islam kafah, termasuk bagi para orang tua. Dengan demikian, orang tua dapat melaksanakan kewajiban mereka sebagai pendidik, serta pembina utama dan pertama bagi anak-anaknya.
Di samping itu, sekolah pun semestinya menargetkan terbentuknya kepribadian Islam pada anak-anak didik mereka. Bukan sekadar mentransfer ilmu pengetahuan, apalagi dogma-dogma yang tidak mengasah pola pikir yang benar dan pola sikap yang sesuai tuntunan Islam kepada para pelajar muslim. Pendidikan yang berorientasi pada pembentukan kepribadian Islam akan membuat para pelajar muslim berpikir dan bersikap sesuai syariat Islam. Mental mereka akan terbina menjadi sosok muslim yang taat dan takut hanya kepada Allah Swt., serta tidak mengedepankan egonya dan berpikir pendek. Keimanan akan menuntun mereka menundukkan hawa nafsunya sesuai tuntunan Islam.
Tentu orang tua berharap agar proses pembinaan Islam yang telah dilakukan di dalam keluarga juga diperkuat ketika anak berada di sekolah dan lingkungan bermainnya. Di sinilah keluarga harus memilih sekolah dan teman bermain yang aman bagi akidah anaknya. Ini karena keluarga muslim hari ini tidak bisa berharap kepada sistem bernegara dan bermasyarakat yang ada. Saat ini, akidah sekularisme yang rusak digunakan dalam menata sistem kehidupan, baik sistem pendidikan, pergaulan, ekonomi, perlindungan, dsb.
Butuh Tatanan Kehidupan Berlandaskan Akidah Islam
Jadi, sangat penting menghadirkan sistem kehidupan yang berlandaskan akidah Islam. Sistem itu tidak lain adalah Khilafah Islamiah. Institusi negara yang akan menerapkan hukum Allah Swt. dalam semua aturan kehidupan, mulai dari sistem bernegara hingga berbagai sistem di masyarakat.
Anak-anak kaum muslim akan berada dalam benteng yang kukuh dengan adanya pelindung mereka, yaitu Khilafah Islamiah. Khilafah akan melindungi kaum muslim dari serangan akidah lain dengan segala turunannya yang menyesatkan dan tidak sesuai fitrah manusia.
Tidak hanya melindungi, Khilafah yang berasaskan akidah Islam juga akan membina seluruh kaum muslim sehingga mereka paham akidah dan syariat Islam. Media dalam Khilafah juga akan menghadirkan tayangan dan informasi yang akan menguatkan akidah dan mencerdaskan umat.
Sistem pendidikan dalam Khilafah pun berlandaskan akidah Islam. Proses pendidikan dijalankan sesuai syariat-Nya. Tujuan dan kurikulum pendidikan Islam akan melahirkan pelajar bertakwa, serta cerdas dalam urusan dunia. Ketika ilmunya makin bertambah, mereka makin takut kepada Allah dan senantiasa menebar manfaat bagi manusia lain.
Sungguh, keluarga muslim merindukan kehadiran Khilafah Islamiah. Tentu tidak sebatas rindu, kita harus serius berjuang untuk menegakkannya sehingga rahmat-Nya akan dirasakan seluruh alam. Keluarga muslim beserta anak-anak mereka akan terlindungi dan merasakan kebahagiaan di dunia juga di akhirat. Wallahualam bissawab. [MNews/YG]
