[Dunia Remaja] Remaja Muslim Limited Edition

[Dunia Remaja] Remaja Muslim Limited Edition

Muslimah News, DUNIA REMAJA — Sobat, kita pasti pernah melihat perusahaan-perusahaan besar meluncurkan produk dengan jumlah yang sangat terbatas di seluruh dunia alias limited edition. Bagaimana dengan harganya? Sejak dahulu, barang-barang yang berlabel limited edition pasti berdaya jual tinggi karena kelangkaan, eksklusivitas, dan value yang tidak dimiliki oleh barang-barang yang diproduksi secara massal lainnya.

Contohnya, kalau ada seorang remaja membeli jersei klub sepak bola di Abang-Abang pinggir jalan, ia harus mengeluarkan uang sekitar 100 ribu. Akan tetapi kalau kamu beli jersei asli Manchester United bertanda tangan asli Christiano Ronaldo, paling minimal kamu harus mengeluarkan biaya sekitar USD 1.000 atau sekitar 14 juta rupiah! Harus nabung berapa tahun, ya, kalau mau beli?

Itulah keunikan dari sebuah barang yang limited edition. Meskipun harganya jauh lebih tinggi daripada barang yang pasaran, tetapi tetap diminati karena memiliki value yang jauh berbeda. Seperti halnya barang limited edition, ada juga, lo, yang disebut “remaja muslim limited edition”! Penasaran?

Remaja Muslim Pasaran

Sobat, jika kita berbicara tentang remaja muslim limited edition, yang terbayang dalam benak kita adalah remaja muslim yang tentunya sangat berbeda dari kebanyakan. Betul, tidak? Tanpa bermaksud merendahkan, kita sebut saja sebagian besar remaja muslim yang ada saat ini sebagai “remaja muslim pasaran”, sebagai kebalikan dari remaja muslim limited edition. Seperti apa karakter remaja muslim pasaran ini?

Pertama, hidup tanpa punya tujuan, mengalir bagai bulir yang dibawa ombak. Coba deh, Sobat survei kepada teman-teman sekelasmu. Berapa banyak di antara mereka yang sudah punya target, baik jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang?

Wajar jika banyak yang tidak memiliki target, karena tujuan hidupnya pun tidak jelas. Akibatnya, mereka tidak memiliki prinsip dan apa pun yang hendak dicapai, baik untuk urusan dunia maupun urusan akhiratnya.

Walhasil, remaja muslim pasaran cenderung mengikuti tren yang ada, tidak peduli hal itu baik atau buruk untuk dirinya. Orang lain pacaran, ia ikut pacaran. Orang lain bergoyang di sosial media dan mengumbar aurat, ia pun ikut melakukan hal itu.

Kedua, gaya hidup yang cenderung sekuler. Sekularisme adalah pemahaman yang memisahkan antara agama dan urusan kehidupan (dunia). Remaja muslim yang pacaran merasa bahwa agama hanya berlaku di masjid saja. Sementara itu, di sekolah, kampus, maupun tempat hangout, jangan bawa-bawa Islam. Norak, katanya.

Dengan slogan YOLO (You Only Live Once), remaja muslim pacaran menghabiskan waktu mudanya untuk having fun. Urusan mengkaji ilmu Islam bukanlah hal yang penting bagi mereka. “Nanti saja kalau sudah tua,” kata mereka. Seolah-olah ada jaminan mereka masih hidup sampai tua.

Ketiga, cuek bebek dengan urusan orang lain. Remaja muslim yang pacaran jarang mempedulikan lingkungan sekitarnya. Ia tidak peduli dunia sedang ada masalah, selama menurutnya tidak menimpa dirinya secara langsung.

Sifat apatis ini mengakibatkan mereka tumbuh menjadi manusia yang individualis. Kalaupun ada aktivitas sosial yang dilakukan, mereka mencukupkan diri hanya dengan menyumbangkan harta atau membagikan makanan. Kendati itu merupakan amal saleh jika dilakukan dengan ikhlas, tetapi bukan solusi total atas permasalahan yang ada.

Remaja Muslim Limited Edition

Setelah Sobat mengetahui karakter remaja muslim pasaran, tentu sudah bisa menebak, dong! Bagaimana sih, karakter remaja muslim limited edition?

Pertama, memiliki tujuan hidup yang jelas, yaitu mendapatkan rida Allah Taala. Dari sinilah semua aktivitas dalam kehidupannya bermuara. Ia bersekolah, berbisnis, menjadi aktivis, maupun jika saatnya berkeluarga, ia akan memastikan tujuan semua aktivitasnya adalah meraih rida Allah Taala.

Visi dan misi hidupnya terbentang lurus bagaikan jalan tol. Ia tahu apa saja yang ingin dilakukan dan dicapai. Ia tahu berbagai ilmu yang harus dicari, gambaran keluarga yang ingin dibangun, kehidupan mulia yang ingin dijalani, serta berbagai qimah/nilai yang ingin digapai. Ia pastikan tujuannya adalah rida Allah Taala.

Kedua, kehidupan dengan ketakwaan kepada Allah Taala. Remaja muslim limited edition adalah remaja yang menjalani kehidupannya dengan penuh ketakwaan. Mereka memahami bahwa ketakwaanlah yang mendatangkan kebahagiaan dalam dirinya, bukan hanya di dunia, tetapi juga di akhirat.

Untuk mencapai hal itu, remaja muslim limited edition sangat haus akan ilmu agama. Langkah kakinya ringan untuk mendatangi majelis ilmu. Pikirannya cemerlang karena diisi ilmu-ilmu Islam. Ia akan menjadikan Islam sebagai pemimpin dalam berpikir dan penyaring setiap aktivitas yang ditemui. So, ia tidak akan serta-merta mengikuti tren, melainkan ia hukumi terlebih dahulu dengan pandangan Islam, layak untuk diikuti atau justru harus dijauhi.

Ketiga, remaja muslim limited edition bukan hanya perhatian terhadap umat, bahkan ia hidup dan berjuang untuk kebangkitan umat. Mereka adalah orang-orang yang sangat peka terhadap apa yang menimpa umat Islam saat ini, baik kemiskinan, kebodohan, sulitnya akses kesehatan, kesenjangan yang sangat tinggi, serta rendahnya moral dan akhlak umat. Mereka paham pula bahwa itu semua merupakan masalah turunan akibat tidak diterapkannya sistem Islam secara kafah.

Mereka menyadari bahwa perjuangan ini adalah warisan dari Nabi Muhammad saw., yaitu menjadi agen-agen perubahan. Remaja muslim limited edition ini paham betul konsekuensi dari perjuangannya dan ganjaran besar dari Allah Swt. jika mereka mau mengemban perjuangan ini.

Allah Swt. berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS Muhammad [47]: 7). Yuk, jadilah remaja muslim limited edition! [MNews/YG]

Sumber: Buletin Teman Surga, edisi: 183

*Dengan sedikit penyesuaian

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *