Muslimah News, DUNIA REMAJA — Masa depan adalah sebuah kepastian. Gitu kata pepatah. Seiring waktu yang terus berjalan, mau enggak mau kita akan bertemu dengan hari esok, jika Allah mengizinkan. Usia kita bertambah tanpa bisa dicegah.
Belasan tahun kemarin mungkin di antara kita ada yang baru nongol melihat dunia. Lalu menjadi bayi yang lucu dan imut. Enggak lama kemudian, jenjang pendidikan pun mulai ditapaki, hingga perguruan tinggi. Selepas itu, biasanya lanjut cari kerja, berkeluarga, lalu beranak pinak. Kayak gitu polanya yang sering kita temui.
Kebayang, ya, kalau masa depan kita akan seperti kebanyakan orang. Standar banget, enggak ada tantangan. Ngalir aja seolah enggak punya kuasa untuk nentuin jalan hidup kita. Sobat, hidup kita hanya sekali. Tentu kita berharap hidup enggak cuma numpang bernafas doang di muka bumi. Akan tetapi, kehadiran kita punya arti untuk orang banyak, enggak cuma untuk diri sendiri.
So, penting bagi kita untuk mulai mikirin masa depan yang glowing. Bukan untuk “cari muka” dan sensasi biar disebut keren. Akan tetapi untuk ngasih umpan biar jalan hidup kita terarah. Itu semua bisa kita awali dengan bermimpi indah, eh, bermimpi besar.
Big Dream, Big Challenge
Mungkin masih ada di antara kita yang ngerasa punya mimpi besar itu enggak penting-penting banget. Biasa aja. Seperti kebanyakan remaja yang tanpa sadar ngikutin cara berpikir kaum fatalisme alias orang-orang yang memasrahkan hidupnya mengalir gitu aja. Buat apa punya mimpi, toh hidup akan mengantarkan mereka pada keberhasilan atau kegagalan dengan sendirinya. Gitu kata mereka.
Sesungguhnya, punya mimpi besar itu bukan cuma penting, tetapi puenting buanget! Mimpi besar adalah sebuah energi yang bisa menggerakan seseorang untuk meraih cita-cita dengan segala keterbatasannya. Kalau diibaratkan, mimpi besar itu seperti ambisi pemain sepak bola yang berkeinginan melesakkan bola ke gawang lawan dan mencetak gol. Ia akan berusaha sekuat tenaga melewati hadangan pemain lawan. Ia juga bertahan, bersinergi dengan kawan, dan mengarahkan tembakan ke sudut yang sulit dijangkau penjaga gawang. So, mimpi besar itu secara otomatis akan memompa dan memotivasi seluruh sumber daya yang dimiliki seseorang untuk mencapai tujuan hidupnya.
Jadi, bisa dibayangkan gimana kalau seseorang enggak punya mimpi besar alias big dream? Hidupnya dijamin garing dan kering kerontang. Enggak bersemangat menjadikan dirinya lebih hebat. Hidupnya enggak terarah atau malah enggak punya tujuan, enggak tahu ending-nya. Tinggal tunggu mati aja. Sesungguhnya tanpa mimpi, kita bagaikan mayat hidup. Jasadnya ada, tetapi tanda-tanda kehidupannya nol. Yup, enggak punya mimpi membuat hidup kita tidak bergairah. Loyo alias lemah semangat. Hanya mereka yang punya mimpi besar hidupnya punya nilai tambah dan bergairah.
Syahid Hasan Al Banna pernah menyatakan “Kenyataan hari ini adalah mimpi hari kemarin dan kenyataan esok hari adalah mimpi hari ini.” Artinya, hal yang akan kita dapatkan sangat ditentukan oleh mimpi-mimpi kita. Ini karena mimpi-mimpi kita akan menggerakkan langkah kaki untuk menempuh jalan hidup yang mendekatkan kita pada raihan mimpi. Mimpi kitalah yang menjadi amunisi untuk membakar semangat kita menjalani kehidupan karena ada target yang ingin dicapai.
Makin besar mimpi yang ingin kita raih, makin besar pula tantangan yang akan kita hadapi. Itu berarti, makin besar peluang untuk menjadikan hidup kita punya arti dan memancing keluarnya potensi diri. Kalau udah gitu, dijamin enggak ada ceritanya waktu keseharian kita habis dengan kegiatan yang minim manfaat. Sebaliknya, lebih banyak aktivitas produktif yang kita lakukan untuk mendekatkan diri pada pencapaian mimpi. Ajib!
Temukan Mimpi Besarmu
Mimpi besar kita tentu bukan hanya yang bersifat materi atau yang hanya berorientasi pada kesenangan duniawi. Sebuah mimpi besar seorang muslim harus tembus sampai akhirat dan berdimensi kebermanfaatan bagi orang banyak. Ini karena mimpi seorang muslim itu harapan sekaligus doa. So, mimpi besar kita enggak cuma harapan pada masa depan, tetapi sudah kita kemas dalam bingkai kesadaran terhadap hubungan dengan Allah Taala. Dengan demikian, mimpi besar kita mulia sehingga penting dan kudu segera terwujud.
Boleh saja kita menginginkan kesuksesan harta, tahta, keluarga, dunia, tetapi tetap harus dijaga biar enggak kebablasan. Saat menemukan mimpi besarmu, selalu bertanyalah, “Apakah keinginan ini bertentangan dengan Islam? Apakah keinginan ini berdimensi akhirat?” Yup, pertanyaan ini akan mengendalikan, sekaligus mengarahkan tujuan mimpi besar kita.
Sahabat Rasul saw. seperti Mushab bin Umair, telah menggadaikan hidupnya untuk menempuh mimpi besarnya berkontribusi dalam dakwah Islam. Mushab adalah simbol cowok ideal. Ia kaya, ganteng, juga cerdas, dan berasal dari keturunan bangsawan. Akan tetapi, bukan itu semua yang memesona dari seorang Mushab. Namun karena setelah Mushab mengenal Rasulullah saw. dan masuk Islam, ia meninggalkan semua atribut dunia tadi. Bahkan, ia rela namanya dihapus dari garis keturunan keluarga konglomerat Umair.
Akhirnya, sejarah mencatat dengan kecerdasan dan kegigihannya, Mushab berhasil mengislamkan pimpinan dua suku besar di Madinah, yakni suku Aus dan Khazraj. Bahkan, Mushab membawa mereka ikut serta membela Rasulullah ﷺ. Dari sinilah awal berdirinya negara Islam di Madinah.
Selain Mushab, ada juga Muhammad al-Fatih yang bermimpi besar menaklukkan Konstantinopel. Al-Fatih hidup ratusan tahun setelah masa Rasulullah saw., tetapi mimpi besarnya terinspirasi dari hadis Rasulullah saw. tentang penaklukan dua kota, yakni Roma dan Konstantinopel. Guru beliau, Aa’ Syamsudin pun selalu mendengungkan tentang hadis itu ke telinga Al-Fatih, bahwa dirinyalah sang penakluk itu. So, Al-Fatih pun memantaskan diri menjadi sang penakluk. Ia belajar mengatur strategi, melatih pasukan unggulan, serta membina kejiwaan beliau dan pasukannya. Hasilnya, pada 1453 M, kota Konstantinopel yang saat itu menjadi simbol peradaban Romawi Timur, takluk di bawah tangan seorang pemuda berumur 24 tahun!
Inspirasi pencapaian mimpi besar juga kita bisa ambil dari kisah Syekh Abdurahman As-Sudais, imam Masjidilharam. Ternyata Ibunda beliau selalu menanamkan dan mengarahkan mimpi besarnya itu kepada anaknya. Ibunya sering mengingatkan, “Wahai Abdurrahman, sungguh-sungguhlah menghafal Kitabullah. Kamu adalah imam Masjidilharam. Wahai Abdurrahman, jangan malas menghafal kembali hafalan harianmu. Bagaimana kamu bisa menjadi imam Masjidilharam jika kamu malas?” Akhirnya, Syekh Abdurrahman As-Sudais kini menjadi imam Masjidilharam. Ia menjadi salah satu ulama besar yang disegani di dunia Islam.
Semoga kisah inspiratif di atas bisa menjadi motivasi kuat bagi kita untuk menemukan mimpi besar. Enggak usah takut punya mimpi besar, toh enggak bayar ini alias gratis. Temukanlah mimpi besarmu dan jadikan target pencapaian dalam kehidupan. Bayangkan jika mimpi besar itu tercapai, banyak orang yang akan mendapat manfaatnya. Betapa ini adalah peluang besar bagi kita untuk menjadikan mimpi besar itu sebagai ladang pahala. Mantap!
Pantaskan Diri Meraih Mimpi Besar
Kalau punya impian positif yang pengen diraih, jagain deh mimpi itu jangan sampai buyar. Akan tetapi, kalau kamu enggak punya niat meraihnya, bubarin aja daripada menambah pikiran. Kalau mau diseriusin, ayo mulai langkah pertama untuk berproses. Meskipun kamu sudah bangun dari tidur nyenyak, biarin aja tuh mimpi tetap mangkal di kepala kita. Enggak rugi, kok.
Kita enggak usah minder dengan tingginya impian yang pengin kita capai. Walaupun impian itu digantung di lapis langit ke tujuh, jangan risau. Yang penting sekarang, jangan tunggu situasi dan kondisi berpihak pada kita untuk memulai langkah dalam berproses. Kita adalah aktor utama dalam perubahan yang terjadi pada diri sendiri, bukan orang lain. Allah Swt. berfirman, “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS Ar-Ra’du [13]: 11).
Untuk membantu mewujudkan impian, langkah pertama yang mesti kita perhatikan adalah bentuk impian itu kudu jelas dan spesifik. Jika perlu, tuliskan di selembar kertas dan gambarkan sedetail mungkin untuk ngingetin kita. Persis kayak kita mau pergi ke suatu tempat, ke Jakarta misalnya. Bagus kalau kita punya denahnya. Lebih rinci lebih bagus. Biar enggak berputar-putar ngabisin duit dan waktu. Betul?
Kalau udah kebayang, tinggal kita bikin catatan berbagai kegiatan yang bakal dijalanin untuk meraih impian. Kalau kamu bermimpi dapat beasiswa kuliah di luar negeri, berarti kudu mulai mengukir prestasi. Agar berprestasi, berarti kudu banyak belajar, baca buku, cari info peluang beasiswa, diskusi dengan teman yang dapat beasiswa, plus melatih kemampuan berbahasa Inggris. Ini hanya contoh, lo. Nanti sesuaikan aja dengan mimpi-mimpi kamu. Yang penting, ingatlah ada hubungan sebab-akibat.
Perlu kesabaran ekstra untuk jalanin proses yang enggak selalu mulus. Malah cenderung berliku dan bertabur kerikil tajam. Akan tetapi, Sobat enggak usah khawatir. Allah Swt. pasti bakal ngasih jalan keluar untuk setiap kesulitan yang kita hadapi. Apalagi kalau kesulitan itu hadir di tengah usaha kita meraih impian yang mulia. Impian yang akan ngasih kebaikan, enggak cuma untuk diri sendiri, tapi juga untuk Islam dan kaum muslimin.
Rasulullah saw. bersabda, “Allah Swt. berfirman, ‘Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Aku bersamanya apabila ia ingat Aku. Bila ia mengingat-Ku dalam dirinya, Aku mengingatnya dalam diri-Ku. Bila ia menyebut nama-Ku dalam suatu perkumpulan, Aku menyebutnya dalam perkumpulan yang lebih baik dari mereka. Bila ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Bila ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Bila ia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat.’” (HR Al-Bukhari 5/175 dan Muslim 4/2061).
At least, satu hal lagi yang juga perlu kita ingat. Jangan sampai kita menghalalkan segala cara untuk meraih impian karena itu akan merusak kemuliaan impian kita. Jadikanlah mimpi besar kita sebagai jalan untuk meraih rida Allah Taala. Di sanalah letak kemuliaan mimpi yang menjadi kunci pembuka pintu kebaikan dunia akhirat bagi kita. Segera temukan mimpi besar demi persiapan masa depanmu. Yuk! [MNews/YG]
Sumber: Buletin Teman Surga, edisi 163

Se7
Bangun mimpi tertinggi dlm hidupmu, dan perjuangkan dg keyakinan, ikhtiar dan doa.