[Nafsiyah] Allah Taala Melapangkan Dadamu

[Nafsiyah] Allah Taala Melapangkan Dadamu

Muslimah News, NAFSIYAH — Lapang dada ialah istilah secara simbolik yang digunakan Allah Taala untuk menunjuk orang-orang yang diberikan hidayah. Firman Allah Taala, “Maka, siapa yang Allah kehendaki mendapat hidayah, Dia akan melapangkan dadanya untuk menerima Islam. Siapa yang Dia kehendaki menjadi sesat, Dia akan menjadikan dadanya sempit lagi sesak seakan-akan ia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. (QS Al-An’am: 125).

Saudariku, sumber ketenangan berasal dari keterikatan kita kepada aturan Allah Taala. Sementara kerisauan terjadi karena kita melakukan kemaksiatan dan pelanggaran terhadap aturan-Nya. Allah Taala telah melapangkan dada Rasulullah saw. yang dinyatakan dalam firman-Nya, “Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (Muhammad)? Wahai Nabi, bukankah Kami telah melapangkan dadamu? Kami telah menjadikanmu seorang nabi yang menerima syariat agama, berakhlak mulia, berwawasan luas, santun, dan sabar menghadapi kepahitan hidup.” (QS Al-Insyirah: 1).

Menurut Muhammad Ali al-Shabuni dalam Shafwat al-Tafasir, maksud “dilapangkan dadanya” ialah bahwa hati Rasulullah saw. telah dipenuhi iman, diterangi cahaya kebajikan dan kebenaran, serta disucikan dari berbagai dosa.

Di dalam dada yang lapang dan hati yang bersih, bersemayam iman dan takwa. Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa Abdullah bin’ Amr dibuat penasaran oleh “keistimewaan” salah seorang Anshar. Ini karena, setiap kali melihat orang itu, Rasulullah saw. selalu bersabda, “Ini ia calon penghuni surga!” Setelah diteliti, Abdullah menjadi tahu keistimewaan orang itu. Ia adalah orang yang bersih hati dan lapang dada.” (HR Ahmad). 

Orang yang bersih hatinya dan lapang dadanya kelak akan mendapat perlindungan dari-Nya. Allah Taala berfirman, “(Ingatlah) pada hari di mana harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih dan lapang.” (QS Asy-Syu’ara: 89).

Tetap Berlapang Dada dalam Dakwah

Pengemban dakwah senantiasa dikelilingi berbagai ujian dan tantangan. Memang begitulah tabiatnya dakwah. Hal itu menjadikan pengemban dakwah harus melakukan berbagai macam ibadah dan amal kebajikan. Mereka diminta pula untuk membersihkan hati dan berlapang dada.

Jika hati mereka kotor dan sempit, tentu akan sering muncul kegelisahan dan kesedihan. Bahkan bisa saja berputus asa dalam perjuangan. Akibatnya, banyak urusan dunia (dakwah) dan akhirat menjadi terbengkalai. Mereka tidak mampu dan tidak bersemangat beramal kebaikan karena hidupnya hanya berpindah dari satu kesedihan menuju kesedihan berikutnya. Oleh karena itu, sempitnya hati merupakan musibah paling besar yang dialami seorang hamba.

Lapangnya hati adalah sebab yang terbesar seseorang dapat mendapatkan hidayah. Dan sebaliknya, sempitnya hati adalah sebab tersesatnya seorang manusia. (Syifa’ Al-‘Alil, hlm. 351).

Ketahuilah saudariku, kadar kelapangan hati yang diperoleh seseorang itu selaras dan sebanding dengan kadar keistikamahannya dalam menjalankan agama.

Ada dua hal yang bisa diperoleh seorang hamba jika memiliki kelapangan hati. Pertama, taufik dari Allah dan pertolongan-Nya untuk mendapatkan kelapangan hati. Kedua, nikmat hati yang lapang tidak akan mungkin didapat, kecuali dengan menjadi hamba Allah yang taat dan istikamah mengamalkan ajaran Islam.

Hati seorang hamba berada di tangan Allah Taala. Allah mampu membolak-balikkan hati kapan pun sesuai kehendak-Nya. Segala hal yang Allah kehendaki pasti akan terjadi. Sebaliknya, sesuatu yang tidak Allah kehendaki, pasti tidak akan terjadi.

Allah Taala berfirman, “Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam, lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.” (QS Az-Zumar: 22).

Lapangkan dadamu, duhai pengemban dakwah. Kerja dakwah harus terus ditunaikan. Harapan bersama untuk mengembalikan kehidupan Islam belum terwujud. Lapang dada dalam dakwah akan membawa pertolongan dari Allah Taala. Wallahu musta’an. [MNews/Rndy-YG]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *