Pasca-Ramadan, Remaja Muslim Harus Istikamah dalam Ketaatan

Pasca-Ramadan, Remaja Muslim Harus Istikamah dalam Ketaatan

Penulis: Nabila Ummu Anas

Muslimah News, KELUARGA — Allah Swt. berfirman,“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS Al-Baqarah: 183).

Selama sebulan menjalankan ibadah saat Ramadan, seharusnya perubahan ke arah yang lebih baik terjadi pada diri setiap muslim, termasuk remaja. Salat berjemaah, berbagi kepada sesama, dan membaca Al-Qur’an harus menjadi kebiasaan baik remaja. Tentu ini semua akan membuat remaja makin dekat dengan Allah Swt. dan takut berbuat maksiat lagi. Suasana dan kondisi saat Ramadan memang sangat kondusif bagi setiap muslim untuk lebih banyak mengingat Allah dengan melakukan berbagai amal saleh. Oleh karenanya, keluarga muslim harus berupaya agar kebiasaan taat ini terus terealisasi meskipun Ramadan telah berlalu.

Pertahankan Kebiasaan Taat

Kebiasaan taat pada remaja saat Ramadan harus tetap dilaksanakan walaupun Ramadan telah pergi. Hal ini membutuhkan pengawalan, sekaligus contoh dari orang tua, juga masyarakat sekitar. Salat berjemaah di masjid, tadarus Al-Qur’an, dan berbagi makanan kepada fakir miskin adalah amal sosial yang jika dilakukan bersama-sama akan membuat remaja terbiasa dekat dengan Islam.

Begitu pula dengan amal puasa, masih ada puasa sunah yang dianjurkan untuk dikerjakan oleh setiap muslim selepas Ramadan. Hakikatnya, puasa adalah menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang bisa membatalkan puasa. Selepas Ramadan, bukan berarti kita bebas dari menahan hawa nafsu. Berbagai keinginan yang berasal dari hawa nafsu tetap harus dikendalikan dan tidak selalu harus dipenuhi. Pengendalian hawa nafsu ini bisa dilakukan dengan lebih banyak takarub, di antaranya dengan puasa sunah. Keluarga muslim sebaiknya membiasakan puasa sunah ini pada setiap anggota keluarganya, termasuk pada remaja.

Mengkaji Islam bersama Teman-Teman Salihah

Circle pertemanan sangat berpengaruh pada diri remaja. Jika selama Ramadan mereka sudah berteman dengan orang-orang yang rajin salat berjemaah di masjid, rajin membaca Al-Qur’an, dan gemar berinfak, pertemanan seperti ini harus dipertahankan.

Perkuatkan lagi pemahaman remaja dengan mengajak mereka mengkaji Islam kafah bersama. Dengan demikian, pemahaman Islam yang didapat remaja tidak sebatas ibadah ritual saja, tetapi pemahaman tentang Islam secara menyeluruh. Ini karena Islam memang tidak sebatas ibadah mahdhah saja. Akan tetapi, Islam adalah aturan dari Allah yang akan menjadi peta jalan hidup setiap muslim, bahkan masyarakat dan negara.

Pemahaman Islam kafah ini akan makin memperbaiki diri remaja muslim. Mereka akan berusaha menerapkan dalam dirinya sehingga terwujud pribadi remaja yang bertakwa. Jika aturan Islam tersebut tidak dapat dilaksanakan oleh remaja muslim, mereka harus dipahamkan dan diajak memperjuangkannya hingga Islam hadir dalam kehidupan ini. Memperjuangkannya tentu saja dengan melaksanakan amal dakwah.

Bersinergi dengan Potensi Remaja dalam Dakwah

Rasulullah saw. harus menjadi teladan bagi kaum muslim dalam melakukan amal dakwah. Langkah dakwah Rasulullah saw. harus dipahami oleh keluarga muslim karena kita wajib mengikutinya. Zaman boleh berbeda, tetapi persoalan kehidupan manusia pada hakikatnya sama, yaitu pemenuhan fitrah lahiriahnya berupa kebutuhan jasmani dan naluri. Semuanya harus sesuai tuntunan Islam, bukan berdasarkan arahan kapitalisme sekuler.

Era digital hari ini sangat melekat dengan kehidupan remaja. Arahkan remaja agar gadget-nya menjadi media penyampai risalah Islam di dunia nyata, maupun ruang maya. Jangan sampai fasilitas gadget yang disediakan orang tua membuat remaja menyia-nyiakan waktu, pemikiran, dan masa mudanya.

Remaja muslim adalah generasi muda umat muslim yang harus dilindungi berbagai potensi yang dimilikinya dari terkaman kapitalisme sekuler dengan berbagai wajah manisnya, baik moderasi beragama, hedonisme, dan sebagainya.

Orang tua dan keluarga harus merangkul fisik dan mental remaja muslim. Dengan demikian, akan terang dan jelas bagi mereka visi hidup dan langkah pemberdayaan potensi mereka dalam dakwah Islam kafah. Awali dengan pembinaan untuk menguatkan akidah dan ketaatan mereka sesuai syariat Allah Taala. Kemudian, dakwahkan Islam kafah yang sudah dipahami bersama remaja. Dakwah bisa dilakukan secara langsung dengan bertatap muka, maupun dengan membuat berbagai konten kreatif di dunia maya.

Sinergi dakwah yang tulus dari orang tua dan keluarga kepada remaja muslim akan mengantarkan mereka meraih kemudahan menggenggam dunia ini sebagai sarana yang akan melancarkan jalan menuju surga Allah Taala. Semua berjuang bersama mengembalikan Islam kafah dalam kehidupan guna meraih kebahagiaan yang sesungguhnya di akhirat kelak. Wallahualam. [MNews/YG]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *