Penulis: Nabila Ummu Anas
Muslimah News, KELUARGA — Sering kita mendengar orang mengatakan, remaja adalah masa seseorang mencari jati dirinya. Ini berarti, jati diri merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan seseorang, termasuk bagi remaja muslim. Ini karena dengan jati diri, seseorang akan mengenali dan menyadari hakikat dirinya, serta menentukan caranya menjalani kehidupan ini.
Namun, tentu masa pencarian ini ada batas waktunya. Jangan sampai berlarut-larut dan tidak menemukan jati diri hingga ajal menjemput. Keluarga muslim hendaknya memberikan perhatian serius terhadap upaya menemukan jati diri remaja muslim ini, bahkan ikut berperan menemani remaja mengenali dirinya.
Jati Diri Remaja Muslim
Menurut KBBI atau Kamus Besar Bahasa Indonesia, jati diri atau identitas diri adalah ciri-ciri, gambaran, atau keadaan khusus seseorang atau suatu benda. Sebagian orang berpendapat bahwa jati diri adalah manifestasi ideologi hidup seseorang.
Remaja yang terlahir dari keluarga muslim tentu akan dikenali sebagai remaja yang beragama Islam. Ketika sudah balig dan berakal, ia disebut mukalaf (muslim dewasa yang wajib terikat dengan hukum Islam). Remaja muslim harus menyadari bahwa dalam kehidupan ini ia harus dikenali dan beraktivitas selayaknya seorang muslim. Ini membutuhkan penanaman pemahaman tentang hakikat seorang muslim yang tidak sebatas beragama Islam. Sesungguhnya, Islam bukan sekadar agama ritual. Namun, Islam adalah wahyu dari Allah Swt. yang disampaikan oleh Rasulullah saw. kepada seluruh umat manusia. Islam mencakup semua aspek yang terkait dengan kehidupan seseorang di dunia, alam kubur, hingga setelah ia dihidupkan kembali untuk kedua kalinya di akhirat.
Pemahaman tentang Islam yang sempurna dan menyeluruh ini harus tertanam di benak remaja muslim. Ketika telah menjadi pemahaman, remaja akan menyesuaikan sikap dan perilakunya sesuai Islam.
Remaja muslim akan melakukan standardisasi terhadap pikiran, perasaan, ucapan, dan tingkah lakunya berdasarkan Islam sesuai kadar yang telah diketahui dan dipahaminya. Dengan demikian, ia akan dikenali sebagai muslim sejati dari tutur kata dan sikapnya. Inilah jati diri remaja muslim yang akidah Islam ada pada dirinya dan senantiasa berusaha terikat dengan syariat Islam.
Menjadi Muslim Sejati, Bukan Sekadar “Casing”
Agar Islam menjadi jati diri remaja muslim, tentu tidak semata karena ia terlahir dari orang tua yang beragama Islam. Ini karena, ikut-ikutan atau Islam rutinitas bukanlah sebuah jati diri. Begitu pula, jika menjadi muslim sekadar “casing”. Penampakannya sebagaimana muslim, tetapi isi kepala dan perasaannya bukan Islam.
Keluarga muslim harus senantiasa mengagendakan duduk bersama dengan anak remaja mereka untuk membicarakan dan mengajarkan Islam. Dengan demikian, Islam akan dipahami, disadari, dan diterapkan dalam keseharian mereka.
Jati diri adalah persoalan prinsip dalam kehidupan siapa pun. Jati diri sebagai muslim sejati harus terwujud pada kepribadian remaja muslim. Kesadaran tentang asalnya, visinya dalam kehidupan dunia ini, dan tujuannya akan ke surga atau neraka setelah kehidupan ini, merupakan landasan berpikir dan bersikap bagi remaja. Pandangan ini akan menjadi panduan remaja menjalani hari-harinya sebagai muslim hingga menutup mata selamanya. Kepribadian Islam yang khas ini akan dikenali di mata siapa pun yang melihat dan berinteraksi dengan remaja muslim tersebut.
Istikamah dan Sabar Menemani Remaja Muslim
Ketika jati diri sebagai muslim sejati telah ditemukan, selanjutnya adalah mempertahankannya hingga akhir kehidupan. Menjadi muslim sejati adalah sesuatu yang sangat berharga. Oleh karena itu, keluarga muslim harus istikamah dan sabar membersamai remaja menemukan jati dirinya sebagai muslim sejati.
Setiap manusia tentu tidak luput dari godaan dan kesalahan. Iman seorang muslim pun kadang naik, bisa pula menurun. Saling mengingatkan dengan tutur kata dan contoh perbuatan yang baik menjadi cara untuk konsisten menjalani hidup dengan jati diri muslim sejati.
Begitu pula dengan kesabaran yang harus senantiasa dipupuk dan dipelihara pada setiap diri dalam keluarga. Senantiasa memohon kepada Allah agar dikaruniakan keistikamahan dan kesabaran harus menjadi munajat harian keluarga muslim. Begitu pula permohonan untuk diberikan kekuatan menggenggam Islam dalam kehidupan yang sudah sedemikian rusak meracuni keluarga muslim saat ini.
Selain itu, amal dakwah yang merupakan kewajiban setiap muslim sejati harus selalu dikerjakan. Dakwah kepada teman-temannya akan membantu remaja senantiasa sadar akan jati dirinya. Dakwah juga akan menguatkan pemahamannya terhadap Islam dan menjadi auto control pada remaja. Makin banyak remaja muslim yang mengenali hakikat dirinya, pemahaman Islam akan mereka sebarkan lebih luas lagi. Sekali lagi, keistikamahan dan kesabaran sangat dibutuhkan. Berawal dari remaja muslim yang sadar jati diri Islam sejati inilah, Islam akan diperjuangkan agar segera hadir di seluruh kancah kehidupan. Tidak lama lagi. Insyaallah. [MNews/YG]
