[Nafsiyah] Dakwah Itu Cinta

[Nafsiyah] Dakwah Itu Cinta

Penulis: Doni Riwayanto

Muslimah News, NAFSIYAH — Dakwah itu cinta. Sebagaimana cinta orang tua kepada anaknya, penampakannya kadang lembut, tetapi kadang galak membentak.

Namun, sekeras apa pun bentakan orang tua, itu dilakukan karena cinta. Tidak rela si anak jatuh, maka dibentaklah si anak yang bermain di tepian jurang.

Begitu pun dakwah. Berdasarkan cinta dan tidak rela manusia tersesat ke jalan neraka, pendakwah menyeru dengan teriakan yang boleh jadi terdengar tidak nyaman di telinga orang yang diseru.

Memang cinta semacam itu sering kali berbalas benci dan caci. Seperti anak usia tanggung yang benci orang tuanya karena melarang dirinya melakukan ini dan itu.

Kelak, setelah orang tua dipanggil Allah Swt., si anak baru sadar. Betapa bentakan orang tua itu tiada arti lain, kecuali cinta.

Oleh karenanya, menjadi orang tua dan pengemban dakwah itu hampir sama. Sering dibenci anak dan umat yang diseru.

Begitu pun, sebagaimana orang tua yang tidak pernah membalas kebencian anaknya dengan kebencian pula, pengemban dakwah juga seharusnya sama.

Boleh jadi, umat yang diseru mencaci dan merendahkan pengemban dakwah. Akan tetapi ingatlah, dakwah itu cinta kepada manusia. Jangan benci mereka, meski mereka yang kau seru menyakitimu.

Dakwah ini bentuk cinta kepada sesama manusia, tetapi dipersembahkan untuk Allah Taala. Dengan demikian, caci dan puji manusia bukanlah tujuannya. [MNews/YG]

Sumber: Telegram @doniriw_channel

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *