[Kabar] Z*onis Yahudi Mencuri Organ Tubuh Syuhada di Gaza, Pamong Institute: Biadab!

[Kabar] Z*onis Yahudi Mencuri Organ Tubuh Syuhada di Gaza, Pamong Institute: Biadab!

Muslimah News, INTERNASIONAL — Dr. Marwan al-Hams, Direktur Rumah Sakit Abu Youssef al-Najjar di Rafah, selatan Jalur Gaza, membenarkan bahwa tentara pendudukan Z*onis Yahudi mencuri organ dari tubuh syuhada yang mereka bunuh di Jalur Gaza, yang di antara mereka adalah perempuan dan anak-anak.

Melansir dari aljazeeramubasher.net, (2-1-2024) Dr. Marwan menuturkan, “Kami menemukan 17 jenazah tanpa kepala, termasuk jenazah perempuan dan anak-anak. Saya melihat seorang anak dengan kepala terbungkus seolah-olah otaknya sedang dioperasi. Semua jenazah terbungkus kain kafan putih atau selimut.”

Ia melanjutkan, ini semua adalah bukti bahwa tentara pendudukan mencuri jenazah tersebut dari dalam kuburan yang didirikan oleh Kementerian Kesehatan Palestina.

“Di dalam kantong-kantong ini terdapat jenazah, ada yang hanya berisi bagian atas, ada yang hanya berisi bagian bawah, dan ada pula yang hanya berisi sedikit sisa-sisa beberapa tulang yang terbakar,” imbuhnya.

Biadab!

Menanggapi kekejian di atas, Direktur Pamong Institute Drs. Wahyudi al-Maroky mengatakan, biadab!

“Satu kata, biadab! Buat Z*onis Yahudi. Ini perbuatan di luar nalar kemanusiaan,” ungkapnya, di acara Bincang Bersama Sahabat Wahyu: “Biadab! Selain Membunuh Anak-anak, Z*onis Yahudi Juga Mencuri Organ Jenazah Warga Palestina” di kanal Bincang Bersama Sahabat Wahyu, Rabu (10-1-2024).

Wahyudi sangat geram dengan kelakuan Z*onis Yahudi ini. “Kita melihat invasi selama Oktober hingga Desember sudah membunuh anak-anak dan wanita. Tidak sekedar membunuh tetapi organ jenazahnya dicuri, bahkan diduga dijualbelikan. Berbagai media internasional mengungkap hal itu. Saya pikir binatang buas pun tidak melakukan seperti itu,” ujarnya geram.

Karakter Yahudi

Kebiadaban ini menurut Wahyudi merupakan karakter Z*onis Yahudi yang sesungguhnya.

“Kalau kita melihat di Al-Qur’an, dari 14 abad lalu Allah Swt. sudah mengingatkan bahwa Yahudi mempunyai dua karakter yang sangat buruk, sebagian mereka mendustakan Allah dan suka berdusta, dan sebagian besar mereka gemar melakukan pembunuhan,” bebernya.

Ia menyesalkan, kebiadaban Yahudi sudah berjalan sekian lama ini tidak ada tindakan tegas dari para penguasa di Timur Tengah, baik penguasa Suriah, Libanon, Mesir, Arab Saudi, Turki dan yang lainnya untuk menghentikannya.

“Kita juga tidak bisa berharap PBB karena PBB tidak menampakkan fungsinya dalam konteks perlindungan manusia, dalam hal ini yang ada di Gaza yaitu warga Palestina,” tambahnya.

Ia menyesalkan, PBB diam, tutup mata, dan tidak melakukan tindakan yang semestinya terhadap kebiadaban Z*onis Yahudi ini.

“Begitu pun Amerika yang mengeklaim dirinya sebagai polisi dunia, menjunjung tinggi HAM ternyata hanya omong kosong, tidak melakukan tindakan apa pun,” imbuhnya.

Tidak Diam

Wahyudi mengajak agar dunia internasional, juga para penguasa negeri muslim untuk tidak tinggal diam karena para penguasalah yang mempunyai kekuasaan baik tentara maupun diplomasi untuk melakukan tekanan dan menghukum Z*onis Yahudi sebagai penjahat internasional.

“Sudah saatnya negeri-negeri muslim, para penguasa di Timur Tengah, maupun seluruh dunia, mengambil sikap yang sama. Mereka harus punya langkah yang sama menyatukan perasaan dan pemikiran yang sama dengan perasaan dan pemikiran Islam. Kemudian kembali menjadi umat yang satu dengan satu kepemimpinan yang kuat,” harapnya.

Dengan begitu, ia menerangkan, umat Islam akan bisa melindungi dirinya. Umat Islam, lanjutnya, tidak bisa berharap kepada PBB ataupun negara-negara barat baik Amerika maupun Eropa.

“Sudah saatnya negeri-negeri muslim melindungi umat Islamdalamsatu kepemimpinan tunggal secara global, yaitu kepemimpinan Khilafah. Ini adalah solusi untuk menghentikan kebiadaban Z*onis Yahudi,” pungkasnya.

Kejahatan

Pendapat yang sama disampaikan oleh partai politik ideologis internasional bahwa mencuri organ tubuh syuhada di Gaza adalah sebuah kejahatan yang biadab.

“Ditambah dengan kejahatan yang dilakukan oleh entitas kriminal pengecut ini yang sangat melampaui batas, dan juga melanggar semua yang dikatakan tentang sebagai garis merah, sehingga yang hidup maupun yang mati tidak luput dari kejahatannya,” jelasnya.

Menurut apa yang diceritakan oleh para saksi dan dokter, sambungnya, pengecut itu tidak puas dengan kejahatan melakukan pembunuhan dan eksekusi terhadap syuhada, yang sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak, sehingga mereka menambahkan kejahatan lain pada kejahatannya ini dengan mengambil jenazah syuhada dari kuburan, mencuri organ tubuhnya, dan kemudian memasukkannya ke dalam truk dengan cara yang tidak manusiawi untuk dikuburkannya kembali.

“Lā haula wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil azhīm (tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah Yang Maha Tinggi Lagi Maha Agung-terj.)! Kejahatan dan kebrutalan apa yang seperti ini? Apakah sampai semurah ini darah kaum muslim?! Apakah sampai sejauh ini mereka diperlakukan tidak manusiawi, baik mereka yang hidup maupun yang mati?” ungkapnya mencerminkan kepedihan yang dalam.

Jika kejahatan-kejahatan, khususnya kejahatan yang begitu keji dan biadab ini, terjadi terhadap nonmuslim, lanjutnya, maka negara-negara Barat dan lembaga-lembaga kemanusiaan dan hukumnya langsung bersuara dan bertindak cepat, tetapi karena kebencian dan permusuhan yang terang-terangan terhadap Islamdan kaum muslim, serta kemunafikannya yang tinggi dalam menyelesaikan masalah, juga slogan hak asasi manusia yang diusung adalah kebohongan dan kepalsuan belaka.

“Hal ini, semua tampak begitu jelas dan terang dalam perang Gaza, sehingga tidak ada ruang atau alasan bagi siapa pun yang tertipu atau disesatkan oleh komunitas internasional dan lembaga-lembaganya. Menurut kebiasaan para penjahat yang berkonspirasi ini, membunuh seseorang di hutan adalah kejahatan yang tidak dapat dimaafkan, sedang membunuh rakyat yang dilindungi undang-undang adalah hal yang masih perlu diperdebatkan!” kritiknya.

Namun kerusakan dan kesalahan ini, sambungnya, tidak semua sebabnya ada pada mereka, umat Islam juga ikut bersalah, terutama ahlul quwwah (pemilik kekuatan-red.).

“Setelah semua pembantaian dan kejahatan yang terjadi di tengah terangnya sinar matahari di siang hari, apa yang mereka tunggu untuk mengambil tindakan dan menolong rakyat Gaza?” tanyanya retorik.

Terakhir tegasnya, Rasulullah saw. bersabda dalam riwayat Abu Dawud, “Tidaklah seseorang menelantarkan seorang muslim pada suatu tempat yang kehormatannya terampas dan harga dirinya terlecehkan, melainkan Allah akan menelantarkannya pada suatu tempat yang ia sangat mengharapkan pertolongan-Nya. Dan tidaklah seseorang menolong seorang muslim yang berada pada suatu tempat yang kehormatannya terampas dan harga dirinya terlecehkan di dalamnya, melainkan Allah akan menolongnya pada suatu tempat yang ia sangat mengharapkan pertolongan-Nya.” [MNews/IA]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *