Ibu, Sosok Mulia bagi Remaja Muslim

Ibu, Sosok Mulia bagi Remaja Muslim

Penulis: Nabila Ummu Anas

Muslimah News, KELUARGA — Siapa pun tidak ada yang menyangkal bahwa ibu adalah sosok luar biasa bagi setiap anak, termasuk remaja. Di dunia ini, tidak ada yang bisa menggantikan peran seorang ibu melahirkan, membesarkan, dan mendidik anak-anaknya. Oleh karenanya, sangat pantas jika Islam memuliakan setiap ibu.

Namun, gempuran pemahaman kapitalisme sekuler ternyata bisa menghancurkan semuanya. Paham ini telah merenggut peran mulia seorang ibu dengan mengalihkannya kepada peran duniawi. Kapitalisme sekuler juga bisa mengikis rasa hormat dan bakti anak kepada ibunya. Keluarga muslim harus berjuang mengembalikan kemuliaan ibu. Setiap waktu, remaja muslim harus memuliakan ibu, tidak hanya pada 22 Desember saja.

Kapitalisme Sekuler Liberal Mencabut Sikap Hormat kepada Ibu

Harus menjadi kesadaran bagi para orang tua bahwa racun kapitalisme sekuler liberal di tengah kehidupan berpengaruh besar membentuk rasa dan sikap remaja terhadap seorang ibu.

Kata-kata kasar, membentak, memerintah, cuek, tidak menghiraukan panggilan ibu, tidak mau mendengar nasihat, bahkan memarahi ibu, seolah hal biasa yang dilakukan anak terhadap orang tuanya.

Hubungan anak dengan ibunya seperti halnya interaksi teman sebaya tanpa ada rasa hormat dan kerendahan hati terhadap orang yang telah bersusah payah berjuang melahirkan, mengasuh, dan membesarkan mereka.

Keluarga muslim harus paham, inilah buah dari dicampakkannya Islam dan ditanamkannya aturan buatan manusia yang bebas dan memisahkan Islam dari kehidupan. Akibatnya, perjuangan ibu bersusah payah mengandung, menyusui, memelihara, dan membesarkan anaknya seolah hanya dongeng masa lalu yang tidak ada maknanya di benak remaja hari ini.

Kewajiban Memuliakan Ibu

Dalam Al-Qur’an surat Lukman ayat 14, Allah Taala berfirman, “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada ibu-bapaknya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada ibu-bapakmu. Hanya kepada-Ku kembalimu.”

Allah Taala juga berfirman, “Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga apabila ia (anak itu) telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun, ia berdoa, “Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridai dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sesungguhnya, aku bertobat kepada Engkau dan sungguh, aku termasuk orang muslim.” (QS Al-Ahqaf: 15).

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash ra., ia berkata, “Ada seseorang yang mendatangi Nabi saw. dan ingin meminta izin untuk berjihad. Nabi saw. lantas bertanya, ‘Apakah kedua orang tuamu masih hidup?’ Ia jawab, ‘Iya, masih.’ Nabi saw. pun bersabda, ‘Berjihadlah dengan berbakti kepada keduanya.'” (HR Muslim).

Diriwayatkan oleh Mu’awiyah bin Haidah Al Qusyairi ra. bahwa ia pernah bertanya kepada Rasulullah saw., “Wahai Rasulullah, siapa yang paling berhak aku perlakukan dengan baik?” Nabi menjawab, “Ibumu.” “Lalu siapa lagi?” Nabi menjawab, “Ibumu.” “Lalu siapa lagi?” Nabi menjawab, “Ibumu.” “Lalu siapa lagi?” Nabi menjawab, “Ayahmu, lalu yang lebih dekat setelahnya dan setelahnya.” (HR Al Bukhari). Ayat dan hadis ini menunjukkan bahwa setiap muslim diperintahkan untuk memuliakan orang tua, terlebih ibunya.

Dengan Pembinaan Islam Kafah, Remaja Muslim akan Memuliakan Ibu

Remaja muslim harus paham bahwa Allah sangat menyayangi mereka yang menaati Allah dengan melaksanakan semua yang diwajibkan-Nya. Niatnya adalah untuk meraih rida Allah Taala. Balasannya adalah surga dan mereka akan kekal abadi dengan berbagai kenikmatan di dalamnya.

Perlu juga disampaikan kepada remaja muslim bahwa tidak melaksanakan kewajiban merupakan sebuah kemaksiatan yang akan membuat Allah murka. Para pelakunya akan disiksa di dalam neraka.

Sikap memuliakan ibu harus dilatih sejak dini. Orang tua, keluarga, dan kelompok dakwah harus berusaha keras membina, melatih, mencontohkan, dan membersamai remaja muslim melaksanakan kewajiban ini. Upaya yang dilakukan harus terus-menerus dan dinamis, sambil mempelajari berbagai kejadian di sekitar remaja yang tentu akan memengaruhi pola pikir dan pola sikapnya. 

Hanya dalam pembinaan Islam kafah akan terlahir remaja muslim yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Remaja muslim yang paham bahwa memuliakan ibu adalah bagian ketaatan seorang hamba kepada penciptanya. Inilah remaja takwa yang istikamah dalam pembinaan Islam kafah.

Ingatlah, setiap keluarga muslim harus menyiapkan anak-anak umat ini agar mampu melaksanakan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, termasuk dalam memuliakan ibu. Ini akan dimintai pertanggungjawaban kelak di akhirat. [MNews/YG]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *