[Kabar] Hari Aksi Perempuan Dunia untuk Palestina: Kirimkan Tentara Muslim untuk Membebaskan Palestina

[Kabar] Hari Aksi Perempuan Dunia untuk Palestina: Kirimkan Tentara Muslim untuk Membebaskan Palestina

Muslimah News, INTERNASIONAL — Pembebasan tanah P4lestina menjadi sorotan banyak pihak, tidak terkecuali para muslimah di berbagai belahan dunia. Penindasan di luar nalar oleh Z1on1s Yahudi turut menyasar kaum perempuan dan anak-anak G4z4 sehingga harus segera dilakukan penyelamatan.

Hal inilah di antara yang disampaikan para aktivis muslimah bersama umat pada Hari Aksi Perempuan Dunia untuk P4lestin4, Ahad (26-11-2023), serentak di 12 negara, yaitu Palestina, Tunisia, Lebanon, Turki, Malaysia, AS, Australia, Denmark, Belanda, Belgia, Inggris, dan Indonesia.

Acara yang mengungkap adanya genosida dan keinginan menghancurkan G4z4 oleh Z1on1s ini juga diselenggarakan di 15 kota di Nusantara, yakni Aceh, Medan, Palembang, Lampung, Pangkal Pinang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Banjarmasin, Samarinda, Makassar, Kendari, dan Lombok

Tentara Muslim

Dalam seruannya, koordinator penyelenggara Dr. Fika Komara menyampaikan bahwa hanya pembebasan seluruh P4lestin4 oleh tentara muslim yang dapat mengakhiri genosida.

Ia menyatakan, satu-satunya pihak yang dapat menghadapi kekuatan genosida dan mengakhiri teror tujuh dekade yang dialami muslim P4lestin4 adalah pasukan pemberani yang ditanamkan iman, mencintai Allah dan Rasul-Nya, dan memahami kewajiban Islam untuk memenuhi perintah Rabb-Nya.

“Meskipun ada yang mengatakan ini adalah mimpi karena dukungan negara-negara Barat kepada Z1oni1s, saya bertanya, ‘Sejak kapan memenuhi perintah Allah hanyalah sebuah mimpi, tidak realistis, dan mustahil bagi orang beriman?’,” cetusnya.

Namun sayangnya, ia mengungkapkan, P4lestin4 justru diberikan oleh penguasa kita, dahulu dan sekarang. “Para penguasa inilah yang terus memperkuat penajajahan kejam ini melalui perjanjian perdagangan bernilai miliaran dolar dan pasokan minyak untuk bahan bakar mesin perang Z1on1s, menyewakan tanah dan sumber daya, bahkan tentara umat kepada kekuatan Barat untuk mendukung Z1on1s. Para penguasa muslim inilah yang menjadi garda terdepan, memberikan perlindungan dan dukungan bagi berlangsungnya penjajahan,” tukasnya.

Perisai Umat

Oleh karenanya, ia menegaskan, penguasa seperti ini perlu diganti dengan kepemimpinan dan sistem yang memahami kewajiban Islam untuk menjadi penjaga, pelindung, dan perisai umat.

“Sebuah kepemimpinan yang akan mematahkan belenggu kolonialisme di tanah muslim dan memobilisasi tentara muslim untuk memenuhi peran sejati mereka sebagai pembela umat dan agama ini. Satu-satunya kepemimpinan Islam sejati dan sistem Allah Swt., yakni Khilafah yang berdasarkan metode kenabian,” ujarnya.

Surat Terbuka dari Muslimah Indonesia

Selanjutnya, mubaligah nasional Ustazah Dedeh Wahidah Achmad menyampaikan surat terbuka dari muslimah Indonesia untuk seluruh dunia.

Ia mengemukakan, dunia makin melihat bahwa serangan entitas Yahudi bukan untuk melawan H*mas, tetapi untuk memusnahkan penduduk G4z4.

“Namun, di balik peristiwa ini ada perang opini. Tidak sedikit media yang membalikkan fakta, melakukan kedustaan keji, mengganti realitas bahwa yang terjadi adalah pembelaan dan balasan Z1on1s terhadap serangan H*mas. Mereka menuduh H*mas dan rakyat P4lestin4 sebagai t*roris sehingga layak diserang dan dimusnahkan,” ungkapnya.

Bahkan, lanjutnya, di negeri ini ada pihak-pihak yang mengaitkan j1had di P4lestin4 dengan potensi t*rorisme dan menstigmatisasi dakwah Islam kafah, termasuk j1had, sebagai narasi radikal yang harus diwaspadai.

“Oleh karenanya, teruslah menyarakan kebenaran Islam dan mengingatkan tentara muslim untuk maju ke garda terdepan membebaskan muslim P4lestin4, menyucikan Masjidilaqsa, dan menyelamatkan seluruh umat dengan tegaknya syariat kafah,” tegasnya. [MNews/Ruh]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *