Muslimah News, INTERNASIONAL— Solusi dua negara masih digaungkan untuk menyelesaikan persoalan P4lestin4. Namun, pakar fikih kontemporer K.H. Shiddiq al-Jawi justru secara tegas menyatakan, solusi ini harus ditolak.
Ada enam alasan yang dikemukakannya saat membahas hal ini di kanal Khilafah Channel Reborn, Jumat (27-10-2023) bertema “Batilnya Solusi Dua Negara untuk P4lestin4”.
Pertama, jelasnya, kalau kita setuju dengan solusi dua negara, akan menghentikan jihad fi sabilillah secara permanen.
“Nah, enggak boleh jihad itu dihentikan. Jihad merupakan solusi syar’i yang wajib hukumnya atau fardu ain dalam rangka merebut kembali tanah P4lestin4 sebagai milik kaum muslim yang telah dirampas oleh kaum Yahudi yang kafir. Jadi, solusi Islam adalah jihad jika musuh kafir itu menyerang atau menduduki negeri Islam,” ujarnya.
Kedua, sebutnya, kalau menyetujui solusi dua negara, berarti bersikap loyal atau ber-wala’ kepada kaum kafir, baik kafir itu dari kalangan Yahudi—yaitu Zionis itu sendiri—maupun kaum kafir Kristen dari Amerika Serikat dan negara-negara Barat pendukung Zionis Yahudi.
“Padahal, Islam telah melarang umatnya untuk memberikan loyalitas kepada orang kafir, yaitu yang menimbulkan bahaya atau mudarat bagi Islam sebagai sebuah ajaran, maupun bagi kaum muslim,” ucapnya.
Ia mencontohkan yang membahayakan Islam, seperti menimbulkan syubhat, keragu-raguan, memutarbalikkan, atau menjelekkan ajaran Islam. “Juga membahayakan harta dan nyawa kaum muslim,” ungkapnya.
Ketiga, ujarnya, kalau kita setuju solusi dua negara, artinya mengakui keabsahan eksistensi negara kafir Yahudi, sekaligus mengakui perampasan tanah milik kaum muslim. “Ini karena dahulu 100% tanah P4lestin4 itu milik kaum muslimin. Sedangkan sekarang tinggal sekitar 15% dan 85%-nya dikuasai oleh Zionis Yahudi,” urainya.
Artinya juga, jelasnya, kita menyetujui perampasan yang 85% itu. “Padahal, perampasan tanah walaupun sejengkal merupakan tindkan zalim yang tidak pantas dilegitimasi,” tegasnya.
Keempat, bebernya, kalau kita setuju solusi dua negara, yakni ada negara Israel untuk Yahudi dan ada negara P4lestin4, artinya kita mendukung sikap lemah dan khianat para pemimpin negeri-negeri Islam. “Padahal, seharusnya wajib berjihad atau berperang menolong kaum muslim P4lestin4 yang tertindas, tetapi para penguasa di negeri-negeri islam itu ternyata malah diam, tidak mau berangkat berperang,” cetusnya.
Memberi Jalan
Kelima, ucapnya, kalau kita menyetujui solusi dua negara, berarti memberi jalan kepada kaum kafir, baik kafir Yahudi—yaitu Zionis—maupun kafir Kristen—yaitu Amerika Serikat dan negara-negara Barat—untuk menguasai atau mendominasi kaum muslim, khususnya di P4lestin4.
“Padahal Islam tidak membolehkan adanya suatu jalan, baik jalan ekonomi, politik, budaya, dan sebagainya, yang dengan jalan itu bisa menimbulkan dominasi kaum kafir atas kaum muslim,” tukasnya,
Keenam, tegasnya, solusi dua negara ini harus ditolak karena kalau kita mendukung solusi dua negara, berarti menyetujui berdirinya atau merdekanya negara P4lestin4, tetapi bukan sebagai negara syariah atau Daulah Islamiah, melainkan sebagai sebuah negara bangsa atau nation-state yang sekuler.
“Nah, kalau P4lestin4 itu nanti merdeka menjadi negara bangsa, jelas akan makin memecah belah umat Islam seluruh dunia. Allah pun melarang berpecah belah, bahkan seharusnya umat Islam seluruh dunia itu wajib hidup dalam satu negara saja, yaitu Khilafah,” tandasnya. [MNews/Ruh]

Palestine harus merdeka