Penulis: Shezan A. Gerung
Muslimah News, DUNIA REMAJA – Peperangan yang kini terjadi di Palestina menyuguhkan berbagai kisah yang mengharu biru. Di tengah peperangan ini pula, muncul sosok-sosok pemuda muslim pemberani. Mereka berjihad melawan sang penjagal, yaitu entitas Yahudi laknatullah.
Bisa jadi, para mujahid muda ini tidak menyadari jika keberanian mereka telah mencuri perhatian pemuda muslim lainnya di berbagai belahan dunia. Sesungguhnya, semangat juang mereka sangat layak ditiru dan menjadi role model pemuda Islam hari ini.
Semangat yang mereka miliki tentu tidak muncul begitu saja, Sobat. Selain atmosfer Palestina—utamanya Gaza—yang kental dengan suasana keimanan, ada didikan orang tua yang senantiasa mendekatkan spirit jihad yang mereka warisi dari kisah Rasulullah saw. dan para Sahabat.
Sobat, pemuda Palestina menyadari betul bahwa tanah tempat mereka bermukim adalah wilayah yang penuh keberkahan. Tanah mereka adalah tanah para Nabi, tempat Rasulullah saw. memulai perjalanan saat Isra Mikraj, juga merupakan kiblat pertama kaum muslim. Pemuda di Palestina juga memahami bahwa tanah mereka telah menggoreskan kisah perlawanan terhadap kaum kafir.
Itulah sebabnya mereka terus mengaruskan perlawanan terhadap entitas Yahudi. Selain tidak rida tanah suci Palestina diduduki Yahudi, mereka juga menolak menyerah meski hingga titik darah penghabisan. Inilah karakter pemuda muslim sesungguhnya. Dalam rentang sejarah peradaban, Islam telah mewariskan kisah para pejuang Islam yang tangguh dan pemberani.
Belajar dari para Sahabat
Sobat sekalian, di tengah potret pemuda masa kini yang hedonis dan liberal, pemuda di P4l3stin4 menyuguhkan sosok pemuda berbeda. Begitulah saat Islam menjadi pedoman kehidupan. Andai kita menyelami kisah para Sahabat, pasti bakal berdecak kagum, sekaligus iri.
Semangat mereka membara dan keinginan memperoleh gelar syuhada begitu menggebu. Mati di medan perang adalah keinginan tertinggi yang justru dianggap aneh oleh orang kafir. Saat kaum kafir menuju medan perang dengan penuh ketakutan, kaum muslim justru maju menyongsong kematian. Para Sahabat bahkan bersedih ketika perang usai, tetapi mereka belum syahid. Masyaallah.
Bahkan, ada, lo, kaum kafir yang lari dari medan perang karena takut mati. Seperti tentara Yahudi yang hari ini terlihat berani karena kekuatan teknologi semata. Yakin, deh, nyali mereka tidak seberapa saat melawan para mujahid.
Pada masa Rasulullah saw., selain memiliki semangat jihad yang membara, para Sahabat juga tidak segan meninggalkan kehidupan mapan warisan orang tua. Demi Islam, mereka rela menanggalkan segala kemewahan dunia. Salah seorang di antara mereka adalah Mush’ab bin Umair.
Beliau adalah seorang pemuda kaya, berpenampilan rupawan, dan terbiasa hidup dalam kenikmatan dunia. Ia merupakan satu di antara para pemuda tampan dan kaya di Kota Makkah. Kemudian ketika Islam datang, ia “menjual” dunianya dengan kekalnya kebahagiaan di akhirat.
Abu Hurairah mengisahkan, “Setelah Perang Uhud usai, Rasulullah saw. mencari sahabat-sahabatnya yang gugur. Saat melihat jasad Mush’ab bin Umair yang syahid dengan keadaan yang menyedihkan, beliau berhenti, lalu mendoakan kebaikan untuknya.
Setelah itu, beliau (saw.) berkata kepada jasad Mush’ab, “Sungguh, aku melihatmu ketika di Makkah, tidak ada seorang pun yang lebih baik pakaiannya dan rapi penampilannya daripada engkau. Dan sekarang, rambutmu kusut dan (pakaianmu) kain burdah.”
Tidak sehelai pun kain untuk kafan yang menutupi jasadnya kecuali sehelai burdah. Andai ditaruh di atas kepalanya, terbukalah kedua kakinya. Sebaliknya, bila ditutupkan ke kakinya, terbukalah kepalanya. Kemudian, Rasulullah saw. bersabda, “Tutupkanlah ke bagian kepalanya dan kakinya tutupilah dengan rumput idkhir.” Masyaallah.
Kalau hari ini para idola wira-wiri bermodal tampang dan popularitas, generasi Islam beda banget, Sobat. Loyalitas mereka kepada Allah Swt. telah membuat kagum penduduk bumi dan langit. Nama mereka mewangi pada sepanjang sejarah.
Oleh karena itu, sekali lagi kita layak belajar dari para pemuda Palestina. Selain mampu menghadirkan kembali karakter pemuda muslim pemberani, mereka juga layak menjadi inspirasi bagi para pemuda muslim lainnya. Btw, apa sih rahasianya agar bisa menjadi pemuda tangguh dan pemberani?
Rahasia Keimanan Generasi Syuhada
Islam memang telah melahirkan banyak generasi tangguh. Keimanan adalah kunci ketangguhan mereka. Fondasi keimanan yang mereka miliki inilah yang menjadikan mereka sosok yang khas. Mereka tumbuh sebagai sosok pemuda yang besar ketakutan dan ketaatannya pada Sang Pencipta.
Islam adalah motivasi hidup mereka. Spirit keimanan yang membara membuat mereka mampu bertahan di tengah gempuran kaum Yahudi. Keimanan pula yang menguatkan keinginan mereka untuk berjuang dan berjihad di jalan Allah Taala.
Para pemuda Palestina melihat dunia dengan keimanan. Itulah sebabnya, mereka berbondong-bondong mewakafkan diri sebagai syuhada. Bukan semata untuk membebaskan Palestina, tetapi juga menunjukkan arti keimanan kepada seluruh kaum muslim. Ini bermakna bahwa syariat Islam mengenai jihad masih mereka warisi.
Tentu kita tidak cukup menjadi penonton dan pengagum para mujahid di Palestina. Sebagai pemuda muslim, kita pun kudu berbenah, Sobat. Mempelajari dan memahami syariat Islam adalah perkara utama. Jangan putus asa dalam belajar Islam. Teruslah belajar hingga menemukan hakikat keimanan seperti yang dimiliki para pemuda di Palestina.
Insyaallah, suatu saat nanti, seluruh pemuda akan bergerak sehingga Islam dan umat Islam bersatu di bawah panji Laa ilaaha illallah Muhammadur Rasulullah. Allahu Akbar! [MNews/YG]
