Penulis: Hafidz Shaleh, M.A.
Sambungan dari Bagian 3/6
Muslimah News, FIKRUL ISLAM — Banyak ulama kaum muslim telah menulis masalah ini, semoga Allah membalas mereka dan kita dengan segala kebaikan. Antara lain apa yang mereka kemukakan itu terdapat dalam tafsir dua imam Jalal, yaitu Jalâluddin Muhammad bin Ahmad al-Mahalli, dan syekh yang ilmunya bak lautan, Jalâluddin Abdurrahmân bin Abi Bakar as-Suyûthî.
Di dalamnya ada bab “Nabdzah Mulakhashah min Aqwal al-Imâm as-Suyuthî” (abstraksi ringkas dari pandangan As-Suyûthî), “Tafsir itu (ada bermacam-macam), ada yang kembali kepada waktu turunnya, dan tafsir model seperti itu ada dua belas macam, yang pertama dan kedua, Makki dan Madani.”
Yang paling tepat adalah bahwa yang diturunkan sebelum hijrah disebut makiyah dan yang diturunkan setelah hijrah disebut madaniah. Dikatakan makiyah adalah apa pun yang diturunkan di Makah, dan madaniah adalah apa yang diturunkan di Madinah.
Oleh karena itu, perangkatnya harus ditetapkan. Surah madaniah, secara konsensus, disepakati ada dua puluh surah: (1) Al-Baqarah, (2) Ali ‘Imrân, (3) An-Nisâ’, (4) Al-Mâidah, (5) Al-Anfâl, (6) At-Tawbah, (7) An-Nûr, (8) Al-Ahzâb, (9) Muhammad (Al-Qitâl), (10) Al-Fath, (11) Al-Hujurât, (12) Al-Hasyr, (13) Al-Mumtahanah, (14) Al-Jumu’ah, (15) Al-Munâfiqûn, (16) Ath-Thalaq, (17) At-Tahrîm, (18) Al-Hadîd, (19) Al-Mujâdalah, dan (20) An-Nashr.
Ada perbedaan mengenai Al-Fâtihah, ada yang mengatakan makiyah, ada yang mengatakan madaniah. Ada yang mengatakan diturunkan dua kali, sekali di Makkah dan sekali di Madinah. Ada yang mengatakan diturunkan dalam dua bagian, sebagian di Makkah, dan sebagiannya lagi di Madinah.
Yang paling sahih adalah pendapat pertama. Juga terdapat perbedaan- terhadap surah An-Nisâ’, Ar-Ra’d, Al-Hajj, Ash-Shaff, At-Taghâbun, Al-Qiyâmah, Al-Kawtsar, dan Al-Mu’awwidzatayn (Al-Falaq dan An-Nâs), yang paling tepat surah-surah tersebut adalah madaniah. Juga terhadap Ar-Rahmân, Al-Hadîd, Al-Insân, dan Al-Ikhlâsh, yang paling sahih surah-surah tersebut adalah Makiyah. Sampai di sini, penjelasan As-Suyûthi.
Selain itu adalah Makiyah. Dengan menganalisis mana yang Makiyah dan urut-urutan turunnya, kami menemukan sebagai berikut sesuai dengan apa yang dinyatakan dalam kitab al-Itqan fi ‘Ulûm al-Qur’ân, karya Jalâluddîn Abdurrahmân bin Abî Bakar as-Suyuthî, bahwa surah Al-Qur’an yang pertama kali diturunkan hingga surah Al-Hijr yang berisi fashda’ bimâ tu’mar (Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan kepadamu), atau fase pertama, yang juga disebut dengan fase Sirriyah (rahasia) adalah:
1- Iqra’
2- Ya Ayyuhâ al-Muzammil
3- Ya Ayyuhâ al-Mudatstsir
4- Tabbat Yadâ Abî Lahab
5- Idzâ as-Syams Kuwwirat
6- Sabbih[i]sma Rabbika al-A’lâ
7- Wallayli Idza Yaghsya
8- Al-Fajr
9- Ad-Dhuhâ
10- Alam Nasyrah Laka Shadrak
11- Wa al-‘Ashr
12- Wa al-‘Adiyât
13- Al-Kawtsar
14- At-Takatsur
15-Araayta al-Ladzî Yukadzdzibu bi ad-Dîn
16- Ya Ayyuhâ al-Kâfirûn
17- Al-Fil
18- Qul A’udzu bi Rabbi al-Falaq
19- Qul A’udzu bi Rabbi an-Nâs
20- Qul Huwa-Llâh[u] Ahad
21- An-Najm
22- Abasa
23- Al-Qadar
24- Wa as-Syams wa Dhuhâhâ
25- Al-Buruj
26- Wa at-Tin wa az-Zaytun
27- Quraisy
28- Al-Qâri’ah
29- Al-Qiyamah
30- Al-Humazah
31- Al-Mursalât
32- Qaf
33- Al-Balad
34- Ath-Thâriq
35- Iqtarabat as-Sa’ah
36- Sha
37- Al-A’râf
38- Al-Jinn
39- Yasin
40- Al-Furqan
41- Al-Mala’ikah
42- Maryam
43- Thaha
44- Tha-sin-mim as-Syu’ara’
45- Tha-sin
46-Al-Qashash
47- Bani Isra’îl
48- Yûnus
49- Hûd
50- Yûsuf
51- Al-Hijr. [MNews/Rgl]
Sumber: Hafidz Shaleh, MA., Metode Dakwah Al-Qur’an
