[Metode Dakwah Al-Qur’an] Perkara Qath’i yang Tidak Boleh Diperdebatkan (Bagian 4/6)

[Metode Dakwah Al-Qur’an] Perkara Qath’i yang Tidak Boleh Diperdebatkan (Bagian 4/6)

Penulis: Hafidz Shaleh, M.A.

Sambungan dari Bagian 3/6

Muslimah News, FIKRUL ISLAM — Banyak ulama kaum muslim telah menulis masalah ini, semoga Allah membalas mereka dan kita dengan segala kebaikan. Antara lain apa yang mereka kemukakan itu terdapat dalam tafsir dua imam Jalal, yaitu Jalâluddin Muhammad bin Ahmad al-Mahalli, dan syekh yang ilmunya bak lautan, Jalâluddin Abdurrahmân bin Abi Bakar as-Suyûthî.

Di dalamnya ada bab “Nabdzah Mulakhashah min Aqwal al-Imâm as-Suyuthî” (abstraksi ringkas dari pandangan As-Suyûthî), “Tafsir itu (ada bermacam-macam), ada yang kembali kepada waktu turunnya, dan tafsir model seperti itu ada dua belas macam, yang pertama dan kedua, Makki dan Madani.”

Yang paling tepat adalah bahwa yang diturunkan sebelum hijrah disebut makiyah dan yang diturunkan setelah hijrah disebut madaniah. Dikatakan makiyah adalah apa pun yang diturunkan di Makah, dan madaniah adalah apa yang diturunkan di Madinah.

Oleh karena itu, perangkatnya harus ditetapkan. Surah madaniah, secara konsensus, disepakati ada dua puluh surah: (1) Al-Baqarah, (2) Ali ‘Imrân, (3) An-Nisâ’, (4) Al-Mâidah, (5) Al-Anfâl, (6) At-Tawbah, (7) An-Nûr, (8) Al-Ahzâb, (9) Muhammad (Al-Qitâl), (10) Al-Fath, (11) Al-Hujurât, (12) Al-Hasyr, (13) Al-Mumtahanah, (14) Al-Jumu’ah, (15) Al-Munâfiqûn, (16) Ath-Thalaq, (17) At-Tahrîm, (18) Al-Hadîd, (19) Al-Mujâdalah, dan (20) An-Nashr.

Ada perbedaan mengenai Al-Fâtihah, ada yang mengatakan makiyah, ada yang mengatakan madaniah. Ada yang mengatakan diturunkan dua kali, sekali di Makkah dan sekali di Madinah. Ada yang mengatakan diturunkan dalam dua bagian, sebagian di Makkah, dan sebagiannya lagi di Madinah.

Yang paling sahih adalah pendapat pertama. Juga terdapat perbedaan- terhadap surah An-Nisâ’, Ar-Ra’d, Al-Hajj, Ash-Shaff, At-Taghâbun, Al-Qiyâmah, Al-Kawtsar, dan Al-Mu’awwidzatayn (Al-Falaq dan An-Nâs), yang paling tepat surah-surah tersebut adalah madaniah. Juga terhadap Ar-Rahmân, Al-Hadîd, Al-Insân, dan Al-Ikhlâsh, yang paling sahih surah-surah tersebut adalah Makiyah. Sampai di sini, penjelasan As-Suyûthi.

Selain itu adalah Makiyah. Dengan menganalisis mana yang Makiyah dan urut-urutan turunnya, kami menemukan sebagai berikut sesuai dengan apa yang dinyatakan dalam kitab al-Itqan fi ‘Ulûm al-Qur’ân, karya Jalâluddîn Abdurrahmân bin Abî Bakar as-Suyuthî, bahwa surah Al-Qur’an yang pertama kali diturunkan hingga surah Al-Hijr yang berisi fashda’ bimâ tu’mar (Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan kepadamu), atau fase pertama, yang juga disebut dengan fase Sirriyah (rahasia) adalah:

1- Iqra’

2- Ya Ayyuhâ al-Muzammil

3- Ya Ayyuhâ al-Mudatstsir

4- Tabbat Yadâ Abî Lahab

5- Idzâ as-Syams Kuwwirat

6- Sabbih[i]sma Rabbika al-A’lâ

7- Wallayli Idza Yaghsya

8- Al-Fajr

9- Ad-Dhuhâ

10- Alam Nasyrah Laka Shadrak

11- Wa al-‘Ashr

12- Wa al-‘Adiyât

13- Al-Kawtsar

14- At-Takatsur

15-Araayta al-Ladzî Yukadzdzibu bi ad-Dîn

16- Ya Ayyuhâ al-Kâfirûn

17- Al-Fil

18- Qul A’udzu bi Rabbi al-Falaq

19- Qul A’udzu bi Rabbi an-Nâs

20- Qul Huwa-Llâh[u] Ahad

21- An-Najm

22- Abasa

23- Al-Qadar

24- Wa as-Syams wa Dhuhâhâ

25- Al-Buruj

26- Wa at-Tin wa az-Zaytun

27- Quraisy

28- Al-Qâri’ah

29- Al-Qiyamah

30- Al-Humazah

31- Al-Mursalât

32- Qaf

33- Al-Balad

34- Ath-Thâriq

35- Iqtarabat as-Sa’ah

36- Sha

37- Al-A’râf

38- Al-Jinn

39- Yasin

40- Al-Furqan

41- Al-Mala’ikah

42- Maryam

43- Thaha

44- Tha-sin-mim as-Syu’ara’

45- Tha-sin

46-Al-Qashash

47- Bani Isra’îl

48- Yûnus

49- Hûd

50- Yûsuf

51- Al-Hijr. [MNews/Rgl]

Sumber: Hafidz Shaleh, MA., Metode Dakwah Al-Qur’an

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *