[Kabar] Cendekiawan Muslim Ungkap Tiga Dusta Yahudi

[Kabar] Cendekiawan Muslim Ungkap Tiga Dusta Yahudi

Muslimah News, INTERNASIONAL — Cendekiawan muslim Prof. Dr.-Ing. Fahmi Amhar menyebutkan ada tiga dusta yang dilakukan Yahudi. Pertama, dusta yang ditujukan untuk Yahudi sendiri. Kedua, dusta untuk umat Islam. Ketiga, untuk dunia.

Hal ini disampaikannya dalam FGD Forum Doktor #39: “Konflik Palestina Menuju Genosida?” di kanal Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa, Sabtu (14-10-2023).

Terkait dusta untuk Yahudi sendiri, ia menjelaskan bahwa tidak semua orang Yahudi itu zionis, tidak semuanya mendukung negara Israel.

Jadi, ujarnya, mereka menipu sesama Yahudi sendiri dengan dua hal. “Pertama, Yahudi punya tanah yang dijanjikan. Memang ada di dalam Al-Qur’an bahwa ketika Nabi Musa membawa Bani Israil keluar dari Mesir, menyuruh mereka ke kota yang disucikan, yaitu Palestina. Janji Nabi Musa ini lebih dari 3.000 tahun yang lalu sudah terwujud pada masa Nabi Sulaiman, yakni pernah memimpin Kerajaan Israel Raya. Sekarang, itu tampak dari bendera Israel bintang David dan ada dua garis biru di atas dan di bawahnya. Maknanya, yang atas Sungai Eufrat di Irak dan bawah Itu Sungai Nil di Mesir. Jadi sebenarnya, mereka punya keinginan sebesar itu, enggak cukup sekadar Palestina,” ungkapnya.

Kebohongan kedua ke sesama Yahudi, lanjutnya, bahwa Yahudi adalah ras terpenting di dunia. “Jadi, mereka itu negara rasis. Kalau ada non-Yahudi yang celaka, mereka enggak perlu menolong. Hal ini ada di buku karya Prof. Dr. Israel Shahak. Ia sendiri Yahudi, tetapi yang bukan zionis, enggak rasis. Ia sendiri kaget saat melihat ada orang yang kecelakaan dan enggak ditolong. Saat ke dewan pendeta Yahudi, hal itu dibenarkan. Memang mereka itu rasis. Nah, ini dusta yang ditanamkan di benak orang-orang Yahudi. Meskipun sudah tinggal dengan nyaman di Inggris, Amerika, Kanada,  Australia, mau-maunya mereka datang dan tinggal di Palestina di tengah ancaman konflik yang belum selesai,” cetusnya.

Prof. Fahmi menyatakan, terlihat adanya dorongan religius, dorongan ideologis dan inilah yang disebut sebagai kaum Yahudi zionis radikal, paling bermasalah dan berbahaya untuk dunia.

Mitos

Kedua, lanjutnya, dusta yang ditujukan untuk umat muslim, ada dua. “Pertama, mitos bahwa Yahudi adalah kaum terpilih. Pada zaman Nabi Musa dikatakan mereka diberi kelebihan dibandingkan umat-umat sebelumnya. Tetapi, itu kan dahulu dan sejarah menunjukkan selama lebih dari 2.000 tahun, kaum Yahudi tidak seperti itu, justru pecundang, bahkan di mana-mana menjadi masalah. Dengan pikiran mereka yang eksklusif, kemudian memusuhi kaum Nasrani dan kaum yang lain. Mereka menjadi masalah di Rusia, Jerman, dan di banyak negeri,” terangnya.

Justru, ungkapnya, mereka enggak punya masalah di dunia Islam. “Meskipun minoritas dan lemah, mereka dilindungi, seperti di Spanyol, Turki, Bosnia. Hanya saja, sebagian kaum muslim percaya mereka hebat. Nah, padahal kaum muslim sendiri hebat ketika punya Khilafah,” tukasnya.

Kebohongan kedua untuk umat muslim, imbuhnya, diluncurkan oleh para agen-agen, para buzzer. “Tugasnya mengajak untuk moderasi, untuk rahmah. Bahkan ada tokoh ormas Islam diundang oleh pemerintah Israel. Kemudian mengatakan bahwa dalam Islam itu selain ada ajaran jihad, juga ada ajaran rahmah. Sebenarnya tidak seperti itu. Yang dimaksud oleh Yahudi adalah rahmah pasif, artinya boleh Israel menggusur pemukiman-pemukiman atau diganti dengan orang Yahudi,” ucapnya.

Mestinya, ia menegaskan, rahmah yang benar adalah mendatangkan manfaat dan menghindarkan mafsadat. “Menggusur orang-orang Palestina itu mafsadat,” cetusnya.

Dusta ketiga, jelasnya, dihembuskan ke seluruh dunia, tidak hanya ke umat Islam, tidak hanya ke Yahudi. Ada tiga. “Pertama, Yahudi adalah kaum tertindas, sebuah bangsa tanpa negara. Itulah yang didengungkan saat Kongres Zionis pertama di Basel, Swiss, yang dipimpin oleh Theodor Herzl.  Dikatakan seolah Yahudi itu bangsa yang terzalimi, tidak punya negara, dan mereka bangsa yang besar, padahal terzaliminya itu karena ulah mereka sendiri. Apalagi di banyak negeri, mereka tidak terzalimi. Di AS, Inggris, mereka malah kuat,” jelasnya.

Kedua, sambungnya, Yahudi atau negara Israel itu ingin perdamaian. “Itu adalah dusta. Nyatanya, setiap perdamaian, mereka hanya mau menjarah tanah berikutnya. Mereka ini enggak paham bahasa perdamaian. Akhirnya, jadinya seperti ini,” ujarnya..

Apalagi, Yahudi memanfaatkan tangan AS untuk mendukung mereka, seperti dalam Perang Yom Kippur pada 1973, Anwar Sadat, Presiden Mesir, mengatakan. “Ternyata kita hanya siap melumpuhkan Israel, tetapi kita belum siap dihancurkan Amerika.”

Oleh karenanya, ia menekankan, kalau kita itu memusuhi Israel, harus satu paket memusuhi Amerika. “Namun nyatanya, meskipun tidak memiliki hubungan diplomasi dengan Israel, banyak negara malah memandang AS sebagai negara sahabat,” sesalnya.

Reduksi

Selanjutnya, ia menerangkan kebohongan ketiga untuk seluruh dunia. “Sejak perjanjian Camp David pada 1978, persoalan sudah direduksi menjadi persoalan Palestina, padahal saat awal Israel masuk Palestina, itu persoalan umat Islam. Tanah Palestina adalah tanah wakaf para syuhada sejak zaman Umar bin Khaththab, kemudian diulangi pada zaman Salahuddin al-Ayyubi. Tanah itu bukan milik Palestina, tanah itu milik kaum muslim,” ungkapnya.

Ia menyayangkan, banyak tanah kaum muslim yang lepas kembali, seperti tanah di Spanyol. “Hampir enggak ada orang Islam yang masih menyadari bahwa Spanyol itu tanah wakaf dan merupakan tanah kaum muslim karena sudah terjadi 500 tahun lebih,” ucapnya.

Untuk itu, ia mengingatkan, kita mesti waspada bahwa untuk bisa mengusir Israel yang dibantu oleh negara adidaya AS,  kita perlu kekuatan yang sebanding.

“Tidak harus sama besarnya. Dahulu Rasulullah dengan 313 orang bisa mengalahkan seribu pasukan Quraisy di Perang Badar. Kemudian 3.000 pasukan Khalid bin Walid bisa mengalahkan 200.000 pasukan Romawi. Nah, itu sebanding karena negara lawan negara,” jelasnya.

Oleh karenanya, ia menandaskan, perlu dipikirkan kembali cara untuk membangun kekuatan persatuan umat. “Ini tidak lain hanya ketika hukum Islam tegak dengan tariqah Rasulullah dan tegak dalam wujud persatuan Khilafah Islamiah,” tegasnya. [MNews/Ruh]

Share

One thought on “[Kabar] Cendekiawan Muslim Ungkap Tiga Dusta Yahudi”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *