Muslimah News, INFOGRAFIK — Realitas islamofobia di Barat kian pekat dan mengalami globalisasi hingga ke seluruh penjuru dunia, termasuk kawasan Asia Pasifik, terutama setelah revolusi 1979 di Iran dan makin menjadi-jadi pascaperistiwa 11-9- 2001.
Islamofobia di Barat lazim terjadi di AS, Inggris, dan Jerman. Diikuti Prancis dan Eropa Utara (Denmark, Swedia, dan Norwegia). Belakangan ini, eskalasi Islamofobia meningkat di Prancis dan Swedia.
Di Asia Pasifik, kekerasan dan diskriminasi atas muslim terjadi di India, Myanmar atas muslim Rohingya, dan Cina atas muslim Uighur, bahkan mengarah pada genosida.
Hari Internasional Memerangi Islamofobia
Peringatan hari internasional memerangi islamofobia digagas oleh Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken pada 15-3-2023. Ironisnya, kasus islamofobia di Barat dan dunia makin marak.
Solusi Islam
Islamofobia adalah bukti lemahnya posisi politik umat Islam di panggung internasional. Muaranya adalah ketiadaan institusi politik yang menjadi perisai bagi umat Islam, yakni Khilafah.
Ini sebagaimana sabda Rasulullah saw., “Sesungguhnya imam/khalifah adalah perisai (junnah), orang-orang berperang di belakangnya dan menjadikannya pelindung. Jika ia memerintahkan ketakwaan kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan berlaku adil, baginya terdapat pahala dan jika ia memerintahkan yang selainnya, ia harus bertanggung jawab atasnya.” (HR Muslim). [MNews]
