Muslimah News, NAFSIYAH — Setiap muslim dituntun oleh syariat untuk membentuk keluarga dakwah. Mengapa? Karena membangun keluarga dakwah ialah cara hidup keluarga para Nabi dan para pejuang penegak agama-Nya dari kalangan shiddiqin, syuhada, dan shalihin.
Pondasi keluarga dakwah ialah ketentraman, kedamaian, dan ketenangan (sakinah). Semua hal itu menjadi modal merajut rasa cinta kasih pada setiap anggota keluarga karena Allah. Setiap anggota keluarga bersinergi melakukan berbagai kebajikan yang dapat mendatangkan rahmat Allah Taala.
Oleh karena itu, sejatinya keluarga muslim menjalankan misi dakwah, sebagaimana dakwah Rasulullah saw. bersama Ibunda Khadijah ra. kepada keluarga dekat mereka (al-‘asyirah al-aqrabun).
Membangun keluarga dakwah yang menjalankan misi dakwah bertumpu pada dua pilar penting. Pertama, pilar ibadah. Keluarga muslim harus menjadi teladan dalam perkara ibadah. Beribadah yang benar serta istikamah akan menjadi sumber kekuatan utama para juru dakwah dan mujahid dalam menjalankan misi dakwah. Menjalankan perkara yang diwajibkan Allah, menunaikan amal sunah, serta menghindari atau meninggalkan perkara mubah.
Kedua, pilar ilmu. Menjalankan ibadah dan menunaikan dakwah harus dengan ilmu. Ilmu mengenal Allah dan jalan menuju Allah. Mempelajari adab-adab dalam dakwah, mendalami tsaqafah Islam, istikamah dalam mempelajari setiap ilmu (memiliki daya tahan). Berdakwah menjadikan setiap muslim sebagai teladan di tengah umat.
Di antara tanda keluarga yang akan menjadi keluarga dakwah ialah jika seluruh anggota keluarga senang menuntut ilmu agama. Rasulullah saw. bersabda, “Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi rumah tangga, maka diberikan kecenderungan mempelajari agama, yang muda menghormati yang tua, dicukupkan rezekinya dalam kehidupan, sederhana dalam kehidupan, mampu melihat kekurangan, dan kemudian bertobat. Jika Allah menghendaki yang sebaliknya, maka dibiarkannya keluarga itu dalam kesesatan.” (HR Ad Dailami).
Setiap muslim harus menyadari bahwa satu misi dalam membangun keluarga adalah menjalankan peran dakwah dan kepemimpinan umat. Sebab, tanpa dakwah, sebagian anggota keluarga “tercecer” tidak ikut dalam rombongan menuju surga atau tertinggal dalam jangka waktu tertentu menuju ke surga.
Rumah sebagai tempat bernaung keluarga muslim seharusnya menjadi markas dakwah. Tempat kaderisasi dakwah. Setiap anggota keluarga menyadari bahwa mereka terlahir sebagai pejuang kebenaran yang memiliki kewajiban untuk saling menasihati, mengajak pada kebaikan, dan mencegah kemungkaran.
Firman Allah Swt., “Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, melaksanakan salat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah.” (QS At-Taubah: 71).
Setiap anggota keluarga harus memahami urgensi dakwah sehingga siap menjadi pejuang dakwah. Pertama, memahami bahwa dakwah merupakan kewajiban. Allah mewajibkannya bagi muslim laki-laki dan perempuan.
Kedua, memahami pentingnya dakwah. Hal ini menjadi motivasi untuk berkontribusi dalam dakwah. Tujuan dakwah ialah untuk melanjutkan kembali kehidupan Islam di tengah umat. Tanpa dakwah, manusia jauh dari kebenaran dan tersesat di jalan yang menjerumuskan pada kesengsaraan hidup di dunia dan akhirat.
Allah Taala berfirman, “Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari padanya, dan ia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS Ali-Imran: 85).
Ketiga, melibatkan keluarga dalam aktivitas dakwah. Anggota keluarga menjadikan rumah sebagai tempat kaderisasi, melahirkan juru dakwah yang menguatkan barisan dakwah. Misal, saudara, kerabat, teman, tetangga, rekan kerja, mengikuti pembinaan Islam secara rutin di rumah. Sebagaimana yang dilakukan Rasulullah saw. di rumah Arqam. Jika setiap muslim membangun keluarga dakwah, lahirlah generasi para pejuang Islam pengisi peradaban gemilang yakni Khilafah. Kebangkitan Islam segera terwujud. Masyaallah. Semoga Allah membimbing keluarga kaum muslimin agar dapat menjadi keluarga dakwah dengan menjadikan rumah sebagai markas dakwah. Amin. Wallahualam bissawab. [MNews/YG]
