Muslimah News, NASIONAL — Mubaligah nasional Ustazah Kholishoh Dzikri merasa prihatin dengan rentetan peristiwa pembunuhan yang diikuti mutilasi. Setidaknya terjadi tiga kasus mutilasi dalam beberapa bulan terakhir.
Sebagaimana diberitakan (23-3-2023), polisi telah menangkap pelaku yang memutilasi seorang perempuan menjadi puluhan bagian di Kaliurang, Yogyakarta. Sebelumnya beberapa hari lalu, polisi juga menangkap pelaku pembunuhan yang memutilasi korban menjadi empat bagian di sebuah apartemen di Tangerang, Banten, lalu dibuang di beberapa lokasi berbeda.
Di penghujung tahun lalu, polisi juga mengungkap pembunuhan yang diikuti mutilasi di apartemen Taman Rasuna, Jakarta. Motif dari ketiga mutilasi tersebut beragam, mulai dari masalah ekonomi hingga hubungan asmara.
Menghilangkan Sifat Kemanusiaan
Dalam keterangannya kepada MNews, Senin (27-3-2023), Ustazah Kholishoh Dzikri menyatakan, rusaknya sistem kehidupan yang berlaku saat ini telah menghilangkan sifat kemanusiaan.
“Tekanan sistem sekuler kapitalisme telah mencerabut sifat-sifat kemanusiaan. Motif ekonomi hingga asmara menjadikannya tega berbuat di luar nalar dan perasaan. Mutilasi sendiri merupakan tindakan kriminal yang sangat sadis dan di luar logika manusia,” ungkapnya.
Kondisi ini, lanjutnya, menampakkan sistem sekuler kapitalisme menjadikan nyawa manusia tidak terjaga dan murah harganya.
Harus Dihentikan
Tindakan sadis ini tentu harus dihentikan. Untuk menghentikannya, Ustazah Kholishoh menekankan, akal dan perasaan manusia harus dituntun dengan Islam kafah, bukan dengan hawa nafsunya.
“Selain itu, untuk mencegah terjadinya mutilasi, berikan sanksi tegas dengan hukuman kisas sehingga memiliki efek jera dan mencegah orang lain untuk melakukan tindakan serupa,” cetusnya.
Oleh karena itu, tegasnya, sudah semestinya sistem kufur ini ditinggalkan dan kembali ke dalam sistem Islam, yakni Khilafah Islamiah.
“Sistem ini yang akan menjadi junnah (perisai) untuk melindungi dan menjaga nyawa manusia,” pungkasnya. [MNews/Ruh]
