Peperangan yang Dilakukan Kekhalifahan Harun ar-Rasyid terhadap Kekaisaran Romawi

Peperangan yang Dilakukan Kekhalifahan Harun ar-Rasyid terhadap Kekaisaran Romawi

Penulis: Nabila Ummu Anas

Muslimah News, TARIKH KHULAFA — Kekuatan pasukan umat Islam pada masa pemerintahan Khalifah Harun ar-Rasyid sangat kuat dan tangguh hingga menjadi momok yang menakutkan pemerintahan kekaisaran Romawi. Ini karena khalifah memimpin peperangan secara langsung dan berturut-turut. Peperangan umat Islam juga disertai komandan militer terkemuka, para pejabat tinggi negara, tokoh-tokoh terkemuka Arab, serta penduduk Khurasan.

Pada 181 H, Harun ar-Rasyid melancarkan serangan secara langsung ke Sha’ifah dan berhasil menaklukkan benteng Ash-Shafshaf setelah bertempur dengan sengit. Kemudian ia melancarkan serangan kembali dan berhasil menaklukkan benteng Qarah dan memblokadenya.

Ratu Irene Berdamai dengan Kekhalifahan

Kekaisaran Romawi ketika itu diperintah oleh Ratu Irene. Irene sepakat untuk melakukan gencatan senjata dan berdamai dengan Khalifah Harun ar-Rasyid dengan kompensasi pembayaran upeti yang harus dibayarkan kekaisaran Romawi kepada kekhalifahan Harun ar-Rasyid.

Hal itu dilakukan ketika Irene melihat pasukan Islam terus melancarkan serangan dan tekanan terhadap wilayah kekuasaannya, sedangkan pemerintahannya tidak mampu mempertahankan diri. Romawi saat itu berada di antara dua serangan, umat Islam di satu pihak dan pemerintahan Charlamague di pihak lain. Kedua pemerintahan ini saling menyerang karena Charlamague ingin memperluas kekuasaannya dan mengembalikan kekaisaran Romawi kepada mereka.

Perang, Jawaban atas Penghinaan Kaisar Romawi

Ketika terjadi pemberontakan terhadap pemerintahan Irene, ia dipaksa untuk turun takhta dan posisinya digantikan oleh Naqfur yang kemudian mengadakan perjanjian dengan Charlamague. Naqfur menulis surat kepada Khalifah Harun ar-Rasyid, “Sesungguhnya Ratu Irene yang berkuasa sebelum aku telah menempatkan dirimu di dalam adonan roti. Sedangkan, ia menempatkan dirinya di antara tentara dan petunjuk jalan. Oleh karena itulah, ia membawakan banyak harta kepadamu yang tentunya aku tidak akan membawakan jumlah yang sama kepadamu. Akan tetapi, semua itu tidak lain karena kelemahan perempuan dan kebodohan mereka. Apabila anda membaca suratku ini, maka kembalikanlah harta benda yang telah dikirimkannya kepadamu dan tebuslah dirimu karena melakukan penyitaan harta benda. Jika tidak, maka yang ada di antara kita hanyalah pedang.”

Setelah membaca surat tersebut, kemarahan Khalifah Harun ar-Rasyid serta merta memuncak, kemudian beliau menulis surat balasan, ”Bismillahirrahmannirrahim, dari Harun pemimpin orang-orang yang beriman kepada Naqfur anjing Romawi. Aku telah membaca suratmu dan jawabannya akan segera kamu saksikan tanpa harus kamu dengar.”

Saat itu juga ia segera mempersiapkan diri bersama pasukannya dan bergerak hingga mencapai pintu gerbang Heraklia dan berhasil menaklukkan serta memperoleh banyak ganimah. Harun ar-Rasyid juga banyak membawa tawanan. Ia senantiasa memimpin peperangan dan meluluhlantakkan kota sampai ke akarnya.

Akhirnya Naqfur meminta berdamai dengan kesediaannya membayar pajak dan upeti yang harus dibayarkan setiap tahun kepada kekhalifahan Abbasiyah di Baghdad. Khalifah Harun ar-Rasyid menerima permintaan tersebut.

Peperangan yang Terus Berlangsung

Namun, ketika kembali dari peperangannya dan bergerak hingga sampai di Riqqah, Naqfur melanggar perjanjian dan berkhianat. Cuaca dingin yang sangat ekstrem menyebabkan pasukan muslim enggan kembali ke sana hingga cuaca ekstrem mereda.

Peperangan antara kedua belah pihak setelah pelanggaran perjanjian tersebut terus terjadi. Pada 189 H terjadilah penebusan tawanan perang antara pemerintahan umat Islam dengan kekaisaran Romawi sehingga tiada seorang pun tersisa di wilayah kekaisaran Romawi, kecuali ditebus.

Pada 190 H, Khalifah Harun Aa-Rasyid memimpin pasukan untuk menyerang Sha’ifah dan berhasil menaklukan Heraklia dan menyebarkan tentara dan mata-matanya ke wilayah Romawi secara keseluruhan. Khalifah Harus ar-Rasyid memimpin pasukan berkekuatan 135 ribu personil. Keberhasilannya dalam menaklukkan Heraklia terjadi pada Syawal dan meluluhlantakkannya serta menawan seluruh warganya setelah menetap di sana selama tiga puluh hari.

Pada 191 H, kembali Harun ar-Rasyid menyerang Sha’ifah yang dipimpin oleh Hartsamah bin A’yun, salah satu komandan militer terkemuka dan didukung dengan tiga puluh ribu pasukan dari Khurasan, dibantu Masrur sang pembantu yang bertugas sebagai dewan pembelanjaan negara dan segala persoalan teknis.

Khalifah Harun ar-Rasyid bergerak ke Darb al-Hadats dan menempatkan Abdullah bin Malik di sana dan juga Sa’id bin Salam bin Qutaibah di Mar’asy. Kemudian kekaisaran Romawi melancarkan serangan ke wilayah tersebut dan berhasil menewaskan sejumlah pasukan umat Islam.

Khalifah mengutus Muhammad bin Mazid ke Tharasus, sedangkan khalifah sendiri menetap di Darb al-Hadats selama tiga hari pada Ramadan. Setelah itu, khalifah kembali ke Riqqah. [MNews/Rgl]

Sumber: Syekh Muhammad al-Khudari, Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Bani Abbasiyah, Puncak Keemasan dan Kejayaan Kekhilafahan Islam, Pustaka Al Kautsar

Share

One thought on “Peperangan yang Dilakukan Kekhalifahan Harun ar-Rasyid terhadap Kekaisaran Romawi”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *