[Kabar] Fatma Sunardi: Indonesia Harus Khawatir dengan Pakta Keamanan Gagasan Cina di Pasifik Selatan

[Kabar] Fatma Sunardi: Indonesia Harus Khawatir dengan Pakta Keamanan Gagasan Cina di Pasifik Selatan

Muslimah News, INTERNASIONAL — Pengamat politik Fatma Sunardi menegaskan Indonesia harus khawatir dan serius menyikapi upaya Cina menggagas pakta regional bersama negara-negara Pasifik yang di dalamnya ada proposal keamanan.

“Indonesia harus khawatir akan gagasan dan pengaruh Cina karena dua alasan. Pertama, pengamanan teritorial. Kedua, perkembangan hubungan politik Indonesia dengan negara-negara Pasifik Selatan yang masih mengalami beberapa hambatan,” ujarnya kepada MNews, Rabu (8/6/2022).

Ia menilai, meskipun akhirnya proposal ini ditolak, tetapi upaya Cina harus dilihat sebagai kesungguhan untuk menguatkan pengaruhnya di kawasan Pasifik yang berbatasan langsung dengan wilayah Indonesia bagian Timur.

Hal ini dikupasnya merespons penolakan sepuluh negara di kawasan Pasifik terhadap proposal pakta regional gagasan Cina. Mereka khawatir proposal ini memperbesar pengaruh Cina di kawasan tersebut. Cina sendiri mengajukan keinginannya meningkatkan aktivitas di Pasifik Selatan, antara lain melatih kepolisian di Kepulauan Pasifik, menawarkan diri terlibat dalam keamanan siber, meningkatkan hubungan politik, pemetaan laut sensitif, dan mendapatkan lebih banyak akses ke sumber daya di laut dan darat. Sebagai imbalannya, Beijing menawarkan jutaan dolar bantuan finansial, prospek perjanjian perdagangan bebas di Cina-Pasifik, dan akses ke pasar Cina yang berpenduduk 1,4 miliar orang.

Rentan

Fatma mengingatkan, masuknya Cina ke kawasan Pasifik menjadikan pengamanan teritorial kawasan Indonesia Timur yang berbatasan langsung dengan Pasifik Selatan akan makin rentan.

“Cina masih menjadi ganjalan bagi Indonesia di isu perbatasan Laut Natuna Utara yang berbatasan langsung dengan kawasan Laut Cina Selatan yang diklaim Cina,” cetusnya.

Sementara itu, sambungnya, negara-negara Pasifik Selatan seperti Vanuatu sering mengangkat isu pelanggaran HAM Papua ke Sidang PBB untuk memojokkan Indonesia, sekaligus memberi dukungan pada kelompok masyarakat Papua yang ingin memerdekakan diri dari Indonesia.

“Kedua faktor ini akan menjadikan wilayah Indonesia Timur rentan untuk dilanggar atas nama patroli keamanan kawasan,” ulasnya.

Prioritas

Fatma menekankan, ancaman maupun potensi ancaman di seluruh perbatasan negeri ini harus menjadi prioritas penguasa dalam menjaga keutuhan wilayah dan kedaulatan.

“Indonesia harus segera mengirim sinyal keberatan atas rencana pakta keamanan Cina, sekaligus menegaskan sikap terhadap keamanan kawasan yang dekat dengan perbatasan. Indonesia pun harus meningkatkan penjagaan wilayah perbatasannya, tentu saja disertai dengan penyediaan sarana infrastruktur dan juga berbagai kebijakan terkait demi mewujudkan penjagaan yang kuat,” tegasnya.

Hal penting lainnya, ia melanjutkan, mewujudkan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan, serta tidak dalam hegemoni negara lain.

“Indonesia harus menjadi negara yang mandiri dan berdaulat penuh sehingga tidak dalam hegemoni negara lainnya dalam seluruh aspek kehidupan,” tukasnya.

Apalagi, ia menyatakan, Indonesia sebagai negeri muslim terbesar memiliki tanggung jawab menjaga perbatasan wilayah dari potensi ancaman apapun yang datang dari negara lain.

“Allah Swt. berfirman dalam  QS. Ali-Imran ayat 200, ‘Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap-siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung,’” tandasnya. [MNews/Ruh]

Foto sampul: The Star

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *