Agar Islam Menjadi Peta Hidup Remaja Muslim

Agar Islam Menjadi Peta Hidup Remaja Muslim

Penulis: Nabila Ummu Anas

Muslimah NEWS, PENDIDIKAN REMAJA — Ramainya perbincangan “agama tentatif” beberapa waktu lalu tentu menjadi sinyal kegawatan yang sangat mengkhawatirkan keluarga muslim. Agama adalah hal prinsipiel bagi setiap orang.

Seorang remaja muslim tentulah agamanya jelas, yaitu Islam. Bahkan, seharusnya Islam tidak sekadar formalitas identitas diri, tetapi lebih dari itu, yakni sebagai peta kehidupan setiap muslim.

Naluri Beragama, Fitrah Manusia

Setiap manusia telah Allah ciptakan sempurna melebihi makhluk yang lain. Manusia dikaruniai akal, kebutuhan jasmani dan naluri, termasuk naluri beragama. Ketika ada paham yang meniadakan agama, berarti justru bertentangan dengan fitrah manusia.

Keluarga harus memahamkan anak remaja mereka bahwa karena keberadaan naluri beragamalah manusia akan mengagungkan, menyucikan, menyembah, dan beribadah kepada sesuatu. Akan menjadi persoalan yang sangat serius jika “sesuatu” ini adalah tentatif .

Menjadi tanggung jawab orang tua muslim untuk menghadirkan stimulus agar selalu hidup naluri beragama anggota keluarga, termasuk anak remaja. Tentu penyaluran ibadah yang benar sesuai dengan tuntutan dan tuntunan agama Islam.

Menjauhkan agama Islam dari kehidupan remaja muslim adalah bahaya. Terlebih menganggap remeh persoalan agama merupakan kegentingan yang sangat parah. Nantinya bisa berujung kepada tidak ada agama dalam kehidupan remaja muslim. Na’udzubillahi min dzalik!

Agama Sebagai Peta Hidup

Anak remaja kita adalah manusia yang Allah ciptakan. Mereka bukan robot, apalagi plastik. Allah telah memberikan tuntunan bagi manusia untuk menjalani kehidupannya. Tuntunan berupa risalah yang dibawa oleh Rasulullah saw. inilah yang disebut agama Islam.

Allah menurunkan Islam sesuai fitrah penciptaan manusia. Islam akan memuaskan akal manusia, menenangkan jiwa, serta menenteramkan hati manusia. Oleh karenanya, ketika seorang muslim menganut Islam, hidupnya akan tenang, bahkan kebahagiaan akan ia rasakan. Inilah target beragama yang harus dipahami remaja muslim.

Islam adalah prinsip hidup yang akan menjadi asas, kompas, sekaligus peta kehidupan remaja. Tidak boleh ada peremehan terhadap persoalan prinsipiel ini.

Remaja muslim sudah bisa diajak berpikir tentang bagaimana mereka akan menjalani kehidupan mereka. Harus jelas bagi mereka jalan yang akan dilalui agar tidak tersesat dan menderita.

Tidak pula hidup ini seperti air mengalir yang senantiasa menyesuaikan ruang dan lingkungannya. Anak remaja kita harus berani menatap siapa dirinya, mau berbuat apa ia dalam hidup ini, dan akan ke mana ia setelah meninggalkan dunia ini.

Pemahaman ini hendaknya senantiasa dihadirkan keluarga dalam keseharian interaksi mereka. Dalam hal ini, Islam selalu bisa menjadi jawaban atas berbagai persoalan kehidupan manusia. Orang tua memastikan bahwa hanya Islam yang menjadi “guide” bagi kehidupan anak remaja mereka.

Agama Islam dari Akidah, Adab Hingga Aturan Hidup

Persoalan agama berawal dari akidah. Dengan penanaman keimanan dalam keluarga, seluruh anggotanya akan meyakini bahwa keimananlah motivasi utama mereka dalam perjalanan hidupnya di dunia.

Orang tua mesti memprioritaskan penanaman dan pengukuhan akidah ini bagi anggota keluarga. Remaja muslim juga harus memegang erat paham akidah Islam ini dalam setiap interaksi mereka di dalam rumah maupun di lingkungan pertemanannya.

Akidah Islam menjadi sudut pandang bagi remaja dalam memandang berbagai permasalahan kehidupan. Begitu pula persoalan adab dan keterikatan dengan berbagai aturan Islam, juga merupakan hal yang sangat penting bagi peta hidup remaja muslim.

Pelajaran yang tidak bisa diserahkan orang tua kepada sekolah seluruhnya. Ini karena anak remaja adalah aset sekaligus investasi kedua orang tuanya. Mereka juga aset berharga bagi umat dan generasi Islam selanjutnya.

Suasana kehidupan beragama harus senantiasa dirasakan oleh remaja muslim di dalam keluarga. Tidak hanya pembiasaan ibadah mahdhah, tetapi juga kajian Islam dan diskusi persoalan keumatan dengan sudut pandang agama Islam.

Rumah tidak dipenuhi dengan pembicaraan seputar perut, prestasi sekolah, gelar, pekerjaan, penghasilan, dan gaya hidup. Meskipun Allah tidak melarang hamba-Nya untuk membicarakan dan memikirkan masalah dunia, tetapi hakikat keberadaan manusia dan kenikmatan yang ada di dalamnya harus dipahami dengan benar oleh manusia bahwa semua yang ada di dunia ini hanya sementara. Manusia pun tidak kekal di dalamnya.

Dengan demikian, akal remaja muslim tetap sehat dan jiwanya tidak kering dan berputus asa tatkala nikmat dunia itu lenyap dari kehidupannya.

Remaja Butuh Nasihat dan Berdakwah

Remaja muslim sudah balig dan berakal. Meski demikian, mereka masih sangat membutuhkan arahan dan bimbingan dalam beragama. Orang tua harus senantiasa menasihati untuk mengingatkan akan posisi agama bagi remaja, yakni akidah dan syariat.

Mereka pun didorong untuk menasihati remaja lain yang lebih muda dari mereka. Mengajak teman dan sahabat mereka untuk mengkaji Islam menjadi salah satu upaya remaja untuk menguatkan pemahaman beragamanya sekaligus bentuk dakwahnya kepada sebaya.

Keluarga harus selalu mendorong anak remaja mereka untuk mengaktivasi dakwah mereka. Dengan demikian, tidak hanya anak remaja kita yang menjadikan Islam sebagai pegangan dalam peta hidupnya, melainkan remaja muslim yang lain pun akan merasakan kebahagiaan memegang Islam dalam perjalanan hidup mereka.

Bukan pula sekadar kehidupan pribadi-pribadi remaja, melainkan umat Islam seluruhnya, yaitu dengan tegaknya kehidupan yang sesuai akidah dan aturan Islam di setiap lini kehidupan. Insyaallah. [MNews/Gz]

Foto sampul: Unsplash

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *