[Fikrul Islam] Urgensi Dakwah

[Fikrul Islam] Urgensi Dakwah

Penulis: Ahmad Mahmud

Muslimah News, FIKRUL ISLAM – Dengan perjuangan dakwah Islam, kemuliaan, kekuatan, dan eksistensi Islam bisa dikembalikan sebagaimana terjadi pada masa lalu. Betapa kita amat membutuhkan semua itu, pada saat ini. Dengan perjuangan dakwah Islam, Islam bisa disebarkan di tengah-tengah manusia seluruhnya sehingga agama seluruhnya hanya milik Allah. Betapa dunia membutuhkan hal semacam itu, pada saat ini.

Dengan perjuangan dakwah Islam pula, hujah umat Islam sedemikian nyata sampai mampu memorak-porandakan hujah orang-orang kafir sehingga tidak ada alasan atau dalih apa pun yang bisa menjustifikasi kebolehan untuk mencampakkan Islam.

Allah Swt. berfirman,

رُسُلًا مُّبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ لِئَلَّا يَكُوْنَ لِلنَّاسِ عَلَى اللّٰهِ حُجَّةٌ ۢ بَعْدَ الرُّسُلِ ۗوَكَانَ اللّٰهُ عَزِيْزًا حَكِيْمًا

“Allah mengutus para rasul sebagai pembawa kabar gembira serta pemberi peringatan agar manusia tidak memiliki lagi hujah atau alasan di hadapan Allah setelah diutusnya rasul-rasul itu. Allah Mahaagung lagi Mahabijaksana.” (QS An-Nisa: 165)

Urgensi perjuangan dakwah Islam mesti disosialisasikan di tengah-tengah umat Islam. Aktivitas semacam ini pula yang selalu dilakukan oleh umat Islam generasi awal pada masa lalu, terutama pada masa Nabi sallallahu alaihi wasallam. Mereka senantiasa menjaga konsistensi perjuangan dakwah Islam sekaligus memelihara eksistensi agama mereka.

Seandainya tidak ada perjuangan dakwah Islam, Islam mustahil bisa sampai di tengah-tengah kita, dan mustahil pula ratusan juta manusia bisa memeluk akidah Islam, karena banyaknya tantangan yang menghadang keimanan terhadap Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam.

Oleh karenanya, wahyu yang pertama kali turun kepada Rasulullah saw. adalah firman-Nya yang mengatakan, “Iqra’  (bacalah)!” (TQS Al-Alaq: 1). Artinya Allah Subhanahu wa taala memerintahkan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam untuk membaca demi dirinya sendiri dan demi manusia seluruhnya. Di antara wahyu yang pertama turun adalah firman-Nya yang berbunyi “Qum fa andzir (Bangunlah, kemudian berilah peringatan!)!” (TQS Al-Muddatstsir: 2)

Walhasil, dakwah adalah dalam rangka mewujudkan Islam dalam berbagai aspeknya, serta membentuk umat Islam generasi awal. Generasi ini merupakan generasi terbaik setelah wafatnya Rasul di dalam mengemban Islam sebagai risalah. Dakwah umat Islam generasi awal ini ditujukan dalam rangka menyebarkan Islam kepada generasi selanjutnya setelah mereka. Aktivitas ini terus berlangsung hingga saat ini, dan harus terus dijalankan sampai hari kiamat.

Dari sini dapat dipahami bahwa dakwah dan Islam adalah laksana air dengan orang yang mengalirkannya. Air, sebagaimana diketahui, dapat mengalir memberi minum dan memberi kebajikan bagi umat manusia. Akan tetapi, ia butuh manusia yang mengalirkannya.

Demikian pula Islam sebagai agama yang benar dan merupakan representasi kehidupan yang sahih. Ia membutuhkan orang yang “mengalirkannya”, yakni mengalirkan kebaikannya agar umat manusia seluruhnya–yang memang mengharapkan keridaan Allah–bisa teraliri, dapat merasakannya, dan mendapatkan petunjuknya.

Dari sini pula, kita melihat secara jelas adanya hubungan yang erat antara Islam dan upaya untuk mendakwahkannya. Dakwah merupakan pilar yang kukuh dan perkara yang dinamis dalam Islam. Keniscayaan dan keberlangsungan dakwah Islam akan menjamin adanya pengaruh dan penyebaran Islam itu sendiri. Artinya, usia dakwah sangat menentukan usia Islam, yakni sejak kemunculannya sampai Allah mewariskan bumi ini dan para penghuninya untuk Islam.

Oleh karena itu, dakwah Islam harus terus disosialisasikan di tengah-tengah umat Islam, dan wajib dijadikan sebagai prioritas dalam pemikiran mereka. Sebaliknya, umat Islam wajib mengorbankan waktu, tenaga, harta, dan bahkan jiwanya, serta mengarahkan segenap kesungguhannya demi keberlangsungan dakwah Islam. [MNews/Rgl]

Sumber: Ahmad Mahmud, Dakwah Islam

Sumber foto: iStock

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *