[Fikrul Islam] Wajibnya Dakwah Islam

[Fikrul Islam] Wajibnya Dakwah Islam

Penulis: Ahmad Mahmud

Muslimah News, FIKRUL ISLAM – Dakwah hakikatnya adalah upaya untuk menumbuhkan kecenderungan dan ketertarikan. Menyeru seseorang pada agama Islam maknanya adalah Anda berupaya untuk menumbuhkan kecenderungan dan ketertarikan pada apa yang Anda serukan, yakni Islam. Karenanya, dakwah Islam tidak terbatas pada aktivitas lisan, tetapi mencakup seluruh aktivitas (lisan dan perbuatan) yang ditujukan dalam rangka menumbuhkan kecenderungan dan ketertarikan pada Islam.

Dengan demikian, dakwah Islam dijalankan melalui aktivitas lisan (lisan al-hal) dan aktivitas perbuatan (lisan al-maqal). Komitmen seorang muslim dengan dakwah Islam mengharuskan dirinya untuk memberikan “contoh hidup” dari apa yang diserukannya melalui lisannya, sekaligus memberi gambaran Islam sejati melalui keterikatannya secara benar dengan Islam itu sendiri.

Allah Swt. berfirman,

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَآ إِلَى ٱللَّهِ وَعَمِلَ صَٰلِحًا وَقَالَ إِنَّنِى مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS Fushshilat: 33)

فَلِذٰلِكَ فَادْعُ ۚوَاسْتَقِمْ كَمَآ اُمِرْتَۚ

“Oleh karena itu, berdakwahlah dan beristikamahlah sebagaimana Aku perintahkan.” (QS Asy-Syura: 15)

Menyeru manusia ke jalan Allah Swt. merupakan kewajiban, sekaligus ibadah yang bisa mengantarkan pelakunya untuk dekat (takarub) dengan Tuhannya. Dakwah juga mengajarkan pelakunya bahwa kedudukannya di hadapan Allah adalah sangat tinggi; Allah akan mengangkat kedudukannya di dunia maupun di akhirat.

Dakwah ke jalan Allah juga merupakan aktivitas terpenting dari para nabi. Mereka semuanya selalu menjalankan aktivitas dakwah. Melalui jalan dakwah juga mereka berupaya menegakkan agama Allah.

Allah Swt. berfirman,

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِيْ كُلِّ اُمَّةٍ رَّسُوْلًا اَنِ اعْبُدُوا اللّٰهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوْتَۚ

“Sesungguhnya kami senantiasa mengutus kepada setiap umat seorang rasul agar mereka menyembah Allah dan menjauhi tagut.“(QS An-Nahl: 36)

يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ اِنَّآ اَرْسَلْنٰكَ شَاهِدًا وَّمُبَشِّرًا وَّنَذِيْرًاۙ

وَّدَاعِيًا اِلَى اللّٰهِ بِاِذْنِهٖ وَسِرَاجًا مُّنِيْرًا

“Wahai Nabi, sesungguhnya kami mengutusmu sebagai saksi, pembawa kabar gembira, pemberi peringatan, penyeru ke jalan Allah dengan izinnya, dan sebagai lampu penerang.” (QS Al-Ahzab: 45-46)

Dengan demikian, Rasul kita yang mulia telah menyampaikan Islam dan memberikan nasihat kepada manusia, sekaligus menjadi saksi atas manusia melalui apa yang beliau dakwahkan di dunia. Dengan begitu beliau pasti akan memberi kesaksian atas manusia, dan akan meminta kepada Allah untuk menerima kesaksiannya. Inilah makna dari apa yang dikatakan oleh beliau pada Haji Wada‘, yakni ketika beliau bersabda,

“Bukankah aku telah menyampaikannya? Ya Allah, saksikanlah.” (HR Bukhari)

Walhasil, dakwah Islam merupakan aktivitas yang diwariskan Nabi saw. kepada umatnya. Kita tentu harus menjaga dan memeliharanya, jika memang ingin menjaga dan memelihara keberlangsungan Islam di tengah kita.

Pasalnya, kita tidak bisa membayangkan Islam memiliki pengaruh tanpa adanya aktivitas dakwah yang dimaksudkan untuk mewujudkan pengaruh tersebut. Kita tidak bisa membayangkan kemurnian Islam bisa dirasakan dalam jiwa-jiwa para pengikutnya tanpa adanya perjuangan dakwah yang dimaksudkan untuk membersihkannya dari berbagai kotoran pemikiran yang menyimpang dan bisa memengaruhinya.

Kita tidak bisa membayangkan Islam bisa ditegakkan tanpa adanya perjuangan dakwah yang ditujukan untuk menegakkannya. Kita pun tidak bisa membayangkan kekuatan Islam dapat tersebar tanpa adanya perjuangan dakwah yang ditujukan untuk menyebarkannya. Artinya, seandainya tidak melalui perjuangan dakwah, Islam tidak mungkin memiliki kekuatan, tidak mungkin akan tersebar luas, tidak mungkin dapat dijaga, dan tidak mungkin pula Puja Allah bisa ditegakkan atas para makhluk-Nya.

Dengan perjuangan dakwah Islam, kemuliaan, kekuatan, dan eksistensi Islam bisa dikembalikan sebagaimana terjadi pada masa lalu. Betapa kita amat membutuhkan semua itu pada saat ini. Dengan perjuangan dakwah Islam, Islam bisa disebarkan di tengah-tengah manusia seluruhnya sehingga agama seluruhnya hanya milik Allah. Betapa dunia membutuhkan hal semacam ini pada saat ini.

Dengan perjuangan dakwah Islam pula, hujah umat Islam demikian nyata sehingga mampu memporak-porandakan hujah orang-orang kafir sehingga tidak ada alasan atau dalih apa pun yang bisa menjustifikasi kebolehan untuk mencampakkan Islam.

Allah Swt. berfirman,

رُسُلًا مُّبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ لِئَلَّا يَكُوْنَ لِلنَّاسِ عَلَى اللّٰهِ حُجَّةٌ ۢ بَعْدَ الرُّسُلِ ۗوَكَانَ اللّٰهُ عَزِيْزًا حَكِيْمًا

“Allah mengutus para rasul sebagai pembawa kabar gembira serta pemberi peringatan agar manusia tidak memiliki lagi hujah atau alasan di hadapan Allah setelah diutusnya rasul-rasul itu. Allah Mahaagung lagi Mahabijaksana.” (QS An-Nisa: 165). [MNews/Rgl]

Sumber: Ahmad Mahmud, Dakwah Islam

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *