[Nafsiyah] Ramadan Istimewa

[Nafsiyah] Ramadan Istimewa

Muslimah News, NAFSIYAH — Ada tiga perkara yang hanya Allah lakukan pada saat Ramadan. Apakah itu? Pertama, 8 pintu surga dibuka sampai aromanya terlintas di muka bumi. Kedua, pintu neraka ditutup. Ketiga, setan dibelenggu. Tidak heran Ramadan menjadi begitu istimewa. Ramadan menjadikan seorang muslim menjadi lebih mudah melakukan ketaatan berkat fasilitas pendukung yang Allah berikan. Masyaallah. Sungguh, Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang pada setiap hamba-Nya, khususnya saat Ramadan.

Begitu istimewanya Ramadan, sampai-sampai para sahabat berdoa selama enam bulan sebelumnya agar Allah perkenankan mereka bertemu dengan Ramadan. “Ya Allah antarlah aku sampai Ramadan dan antarkanlah Ramadan kepadaku, dan terimalah amal-amalku pada bulan Ramadan.” (Lathaif Al Maa’rif, hal. 264)

Masyaallah. Hati yang telah jatuh cinta pada surga, tentu memiliki hati yang merindukan Ramadan. Lalu setelah memasuki Ramadan, para sahabat berdoa agar amal mereka diterima Allah Swt..

Rasul saw. pernah bersabda, “Demi Dzat yang telah mengutusku dengan kebenaran kenabian! Sesungguhnya Jibril telah mengabarkan kepadaku dari Israfil dari Tuhannya, bahwa sesungguhnya tidaklah seseorang mengangkat kepalanya dari tempat sujudnya, kecuali Allah telah memberinya ampunan, menerima seluruh amalnya, dan mengampuni semua dosanya, meskipun dosanya lebih besar dari 70 macam dosa yang masing-masing lebih besar dari seluruh dosa hamba-hamba-Nya.”

Oleh karena itu, perbanyaklah melakukan ibadah salat, baik salat fardu maupun salat-salat sunah. Sempurnakan dengan membaca istigfar, memohon ampun pada Allah Swt.. Insyallah dengan salat dan istigfar, Allah akan menerima ibadah Ramadan yang kita lakukan.

Begitu istimewanya Ramadan, karena pada bulan ini Allah Swt. ampuni dosa-dosa dan kabulkan doa-doa hamba-Nya yang bersungguh-sungguh beramal saleh selama Ramadan. Allah Swt. pun melipatgandakan pahala hamba-Nya pada bulan ini. Oleh karena itu, setiap muslim membutuhkan bekal ilmu, terutama mempelajari fikih seputar Ramadan, agar amalnya menjadi istimewa, bukan sekadarnya atau apa adanya.

Rasul pun pernah mengatakan, “Sesungguhnya barangnya Allah itu mahal dan barangnya Allah ialah surga. Dan tidak satu pun transaksi yang mendapatkan keuntungan kecuali saat Ramadan.”

Semoga kita bisa mengisi Ramadan ini dengan amalan yang berkualitas, niat karena Allah, dan menunaikannya pun sesuai aturan Allah. Semoga kita bisa meningkatkan kuantitas dan kualitas salat, zikir, aktivitas dakwah, tilawah Al-Qur’an, membaca berbagai kitab dan buku, diiringi pula dengan berinfak atau sedekah. Jangan sia-siakan setiap waktu selama Ramadan, karena merugilah kita saat Ramadan telah berlalu tapi amal tidak bertambah. Bukankah termasuk dalam golongan orang yang merugi tak mendapatkan apa-apa selain penyeselan? Semoga kita bukan bagian dari golongan tersebut. Amin. [MNews/Rndy]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *