[Kabar] Retno Sukmaningrum Tegaskan Negeri Ini Butuh Solusi, Bukan Dinyinyiri

[Kabar] Retno Sukmaningrum Tegaskan Negeri Ini Butuh Solusi, Bukan Dinyinyiri

Muslimah News, NASIONAL—Mengkritisi pernyataan seorang tokoh yang menganggap ibu-ibu yang mengantre minyak goreng kurang kreatif mengolah makanan, pengamat kebijakan publik Retno Sukmaningrum, S.T, M.T. menegaskan negeri ini butuh solusi, bukan dinyinyiri.

“Tidak pantas ibu-ibu yang tengah mengantre minyak goreng, dinyinyiri dengan kurang kreatifnya mereka dalam mengolah makanan, kenapa harus digoreng, serta bukankah bisa dikukus dan direbus. Begitu pula ketika rakyat mengeluhkan harga beras mahal, tidak pantas seorang pemimpin meminta mereka diet dan tidak banyak makan. Negeri ini butuh solusi, bukan dinyinyiri,” ungkapnya kepada MNews, Rabu (23/3/2022).

Menurutnya, lompatan solusi justru diwacanakan Bang Rocky Gerung bagi negeri yang jauh dari keadilan hari ini. “Rocky mengaku telah mempelajari filsafat Islam dan hukum Islam, hingga ia tertarik membuat negara dengan sistem Islam. Menurut Rocky, negara Islam keadilannya lebih mudah dibayangkan dari pada negara Pancasila,” ujarnya.

Meskipun demikian, ia menyayangkan Rocky masih memandang tegaknya negara Islam adalah suatu kemustahilan. “Rocky menganggap menuju ke sana butuh anggaran, butuh segala macam, dan dukungan internasional,” katanya.

Tidak Mustahil

Hanya saja, menurut Retno, adanya dalil, bukti sejarah, dan kebutuhan mendesak saat ini, tidak seharusnya ada kata mustahil akan tegaknya kembali Khilafah Islamiah sebagaimana janji Allah di dalam Al-Qur’an surah An-Nur ayat 55,

“Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh, akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh, Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridai. Dan Dia benar-benar mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka (tetap) menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apa pun. Tetapi barangsiapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.”

Juga, tambahnya, ini merupakan berita gembira dari Rasulullah,

“Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian. Ia ada dan atas izin Allah akan tetap ada. Lalu Allah akan mengangkat zaman itu jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah akan tetap ada. Lalu Allah akan mengangkat zaman itu jika Dia berkehendak mengangkatnya. Lalu akan ada kekuasaan yang zalim. Ia juga ada dan atas izin Allah akan tetap ada. Kemudian Allah akan mengangkat zaman itu jika Dia berkehendak mengangkatnya. Lalu akan ada kekuasaan diktator yang menyengsarakan. Ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada. Selanjutnya akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian.” (HR Ahmad, Abu Dawud ath-Thayalisi dan Al-Bazzar)

Apalagi, papar Retno, secara empiris Daulah Islamiah pertama bisa tegak atas ijin Allah di antara dua imperium dunia saat itu, yakni Persia dan Romawi.

“Sistem bernegara dalam Daulah Islam yang ditegakkan Rasullah itu pun dilanjutkan dalam masa kekhalifahan hingga 13 abad lamanya, serta mampu menaungi dua pertiga wilayah dunia,” cetusnya.

Ia menilai hari ini tegaknya Khilafah Islamiah sudah menjadi kebutuhan mendesak. “Tepatlah jika dikatakan bahwa Khilafah Islamiah sebagai taajul furud (mahkota kewajiban) karena hanya dengan Khilafah Islamiah bisa diterapkan Islam secara sempurna, terwujudnya ukhuah Islamiah, serta terealisasinya penyebaran Islam ke seluruh penjuru dunia,” ungkapnya.

Retno lantas mengutip dari Ustaz Rokhmat S. Labib yang menyatakan bahwa tegaknya Khilafah itu bukan perkara mustahil atau tidak, bukan juga perkara mungkin atau tidak mungkin, tetapi masalah mau atau tidak mau.

“Kata kuncinya adalah jika masyarakat, tokoh masyarakat, terutama jajaran militer mau menegakkan Khilafah, maka Khilafah akan tegak di suatu negeri atas izin Allah Swt.. Persoalannya sekarang adalah bagaimana membangun kemauan tersebut. Untuk hal ini pun ada metodenya, tidak boleh ngawur tanpa perencanaan,” jelasnya.

Dicontohkan Rasulullah

Ia menekankan metode penegakan Khilafah bukan semata-mata karena logis, tetapi merupakan bagian ajaran Islam dan dicontohkan baginda Rasulullah saw..

“Karenanya, jika meneliti perjalanan dakwah Rasulullah hingga tegaknya Daulah Islam di Madinah, akan didapati Rasulullah tidak pernah sekali pun berkompromi dengan sistem bernegara yang akan beliau rubah (sistem kufur). Walaupun, Rasulullah ditawari harta, wanita, dan jabatan tertinggi di sistem kufur, beliau menolaknya,” urainya.

Ia menjelaskan bahwa Rasulullah saw. istikamah menyampaikan dakwah islam. “Membangun akidah Islam di tengah umat dan mengokohkannya dengan keterikatan terhadap hukum syarak. Akhirnya, satu persatu umat menerima dakwah beliau. Beliau juga mendakwahi para pemimpin kabilah dan inilah yang dinamakan thalab an nusrah. Meskipun penolakan terus terjadi, beliau tak surut langkah. Hingga pertolongan Allah datang dengan terbukanya hati para pemimpin kabilah Aus dan Khazraj yang datang dari Madinah,” tuturnya.

Karenanya, ia menegaskan, sudah sepatutnya bagi kita meneladani baginda Rasulullah saw. dalam berdakwah dengan metode dakwah fikriyah wa siyasiyah (dakwah pemikiran dan politik nonparlemen).

“Dengan dukungan masyarakat dan para tokohnya, maka negara akan berubah secara revolusioner dengan damai dan tanpa pertumpahan darah. Perubahan terjadi karena perubahan pemikiran masyarakat dan tokohnya yang sepakat untuk mewujudkan perintah Allah,” ulasnya.

Selanjutnya, ia menerangkan, terbentuknya kesadaran umum ini akan menjadi jalan tegaknya Khilafah Islamiah.

“Umat akan menyambut dengan suka cita karena terwujudnya harapan mulia. Sebagaimana Rasulullah, beliau tidak diperangi ketika masuk Madinah. Namun, justru disambut dengan selawat thola’al badru ‘alaina,” tutupnya.[MNews/Ruh]

Sumber foto: iStock

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *