Penulis: Muhammad Husain Abdullah
Muslimah Newa, FIKRUL ISLAM—Di dalam penerapan Islam, Daulah Islamiah selalu mengacu kepada upaya untuk menanamkan Islam ke dalam jiwa umat Islam agar mereka melaksanakan Islam sebagai bentuk sambutan terhadap perintah Allah, serta keinginan kuat untuk mencapai keridaan-Nya. Bersamaan dengan itu, daulah juga bergantung pada militer secara fisik karena dua faktor, yakni:
1. Agar negara terjaga dari keguncangan dalam negeri dan rongrongan dari pihak luar negeri.
2. Agar semua halangan dan rintangan yang bersifat fisik yang sering jadi penghalang di jalan Islam, bisa dilenyapkan. Dalam hal ini yang dimaksud adalah aktivitas jihad.
Definisi Jihad
Jihad adalah pengerahan segenap daya upaya dalam peperangan di jalan Allah baik secara langsung atau dengan bantuan harta, pendapat, dan lain sebagainya. Hukum jihad adalah fardu kifayah jika umat Islam yang memulai aktivitas penyerangan. Hukumnya bisa menjadi fardu ain jika aktivitas jihad tersebut ditujukan untuk menyingkirkan musuh dari negeri-negeri umat Islam.
Tujuan jihad adalah untuk menyebarkan Islam, mengubah darul kufur menjadi darul Islam. Sabda Rasulullah ﷺ,
“Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka mengatakan ‘Tiada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasul Allah.’ Jika mereka mengatakannya, akan terjagalah darah dan harta mereka kecuali sesuai dengan kebenaran.”
Tujuan jihad juga ditujukan untuk menerapkan hukum Islam atas penduduk negeri-negeri yang telah ditaklukkan. Sebab, penerapan hukum Islam dengan metode semacam ini, diakui juga sebagai salah satu bagian dari aktivitas dakwah. Bahkan metode semacam ini telah memberikan pengaruh yang sangat besar untuk melipatgandakan kuantitas umat Islam di dunia ini.
Jihad merupakan kewajiban bagi umat Islam pada setiap kondisi, pada saat ada atau tidak ada Daulah Islamiah. Jihad tetap berlangsung hingga hari kiamat bersama setiap amir (pimpinan umat Islam) apakah ia pemimpin yang baik atau jahat. Sabda Rasul ﷺ,
“Jihad adalah wajib atas kalian bersama setiap amir yang baik ataupun yang jahat.”
Metode Penyebaran Islam dengan Jihad
Rasulullah ﷺ pernah bersabda kepada salah seorang panglima perang (amir al jaisy) setelah beliau berwasiat kepadanya agar bertakwa kepada Allah,
“Dan apabila engkau bertemu musuhmu dari kalangan kaum musyrikin, maka serulah mereka pada tiga pilihan. Apa saja yang mereka pilih maka terimalah. Dan tahanlah dirimu dari (memerangi, penerj.) mereka.”
Di sini tidak dikatakan, “Serulah mereka kepada Islam, jika mereka tidak berserah diri (memeluk Islam) maka perangilah mereka”, atau dikatakan, “Siapa saja yang tidak berserah diri maka bunuhlah ia.” Namun, Rasulullah mengatakan, “Serulah mereka pada tiga pilihan: Serulah mereka pada Islam, dan jika mereka menolak maka mintalah mereka untuk membayar jizyah. Jika mereka tetap menolak, maka minta tolonglah kepada Allah dan perangilah mereka.”
Dakwah pada Islam berjalan dengan metode jihad yang disertai dengan kekuatan fisik yaitu militer. Allah telah menjelaskan beberapa tujuan jihad yaitu :
1. Meninggikan kalimat Allah dan melenyapkan segala macam fitnah. Allah Swt. berfirman,
“Dan perangilah mereka itu hingga tidak ada lagi fitnah dan agama hanya bagi Allah semata.” (QS al-Baqarah[2]: 193)
2. Menghilangkan kezaliman dari umat Islam. Allah Swt. berfirman,
“Diizinkan bagi orang-orang yang diperangi (untuk berperang) karena mereka dianiaya. Dan sesungguhnya Allah Mahakuasa menolong mereka.” (QS al-Hajj[22]: 39)
3. Menggentarkan musuh dan siapa saja yang ada di balik musuh sehingga mereka tunduk pada Islam. Allah Swt. berfirman,
Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian sanggupi, dan dari kuda-kuda yang ditambatkan (untuk persiapan perang) yang dengan itu kalian menggentarkan musuh Allah dan musuh kalian dan orang-orang selain mereka yang kalian tidak mengetahuinya, (tetapi) Allah mengetahuinya.” (QS al-Anfal[8]: 60).[MNews/Rgl]
Sumber: Muhammad Husain Abdullah, Studi Dasar-Dasar Pemikiran Islam
Sumber foto: historyarch


Militer Islam sangatlah kuat dgn keteguhan iman yg slalu meninggikan Allah sehingga musuh bergetar ketakutan