Allah Swt. berfirman, “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS Ali Imran: 133)
Muslimah News, NAFSIYAH — Allah Swt. tidak pernah mengatakan kata “bergegas” dan “berlomba-lomba” kecuali pada dua perkara. Pertama, meminta ampun pada Allah. Kedua, menuju surga. Hal tersebut yang menyebabkan kita istikamah mengkaji setiap ilmu dan kabar yang disampaikan Allah dan Rasul-Nya demi memantaskan diri menjadi penghuni surga. Karena surga itu identik dengan ilmu, sebagaimana ikan identik dengan air.
Para Wanita Penghuni Surga
Ibnu Tamiyyah dalam Majmu’ Fatawa juz 11 halaman 422—423 menyebutkan ciri-ciri wanita penghuni surga. Mereka adalah wanita-wanita yang bertakwa, beriman kepada Allah Swt., malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari kiamat, dan takdir baik maupun buruk.
Selain itu, mereka adalah wanita-wanita yang gemar membaca Al-Qur’an dan berusaha memahaminya, berzikir mengingat Allah ketika sendiri atau bersama banyak orang, dan berdoa kepada Allah semata, serta menjalankan amar makruf nahi mungkar pada keluarga dan masyarakat.
Rasulullah saw. mengatakan wanita di surga terdiri dari dua kelompok. Pertama, wanita dari dunia, ia beriman dan bertakwa. Kemudian Allah janjikan untuk dimasukkan ke surga. Seluruh wanita yang dimasukkan ke surga memiliki pasangan. Ada dua wanita yang Allah pasangkan di surga sesuai dengan keimanannya.
Pertama, Asiyah binti Muzahim (saat di dunia, ia istri Firaun). Asiyah akan dinikahkan dengan lelaki yang sepadan imannya yakni Nabi Saw. Kedua, Maryam binti Imran, wanita yang saat hidup di dunia menanggung derita yang begitu besar, sampai-sampai menginginkan segera menemui kematian agar tidak banyak orang yang berdosa karena menuduh ia berzina. Maryam melahirkan Nabi Isa as. atas kuasa Allah Swt..
Rasulullah saw. bersabda, “Pemuka wanita ahli surga ada empat. Ia adalah Maryam binti Imran, Fatimah binti Rasulullah, Khadijah binti Khuwailid, dan Asiyah.” (HR Hakim dan Muslim)
Kedua, wanita yang diciptakan Allah untuk menjadi perhiasan surga yakni bidadari-bidadari bermata jeli. Menjadi tambahan kenikmatan yang disediakan Allah untuk lelaki yang masuk surga.
Wanita-wanita di surga tidak ada yang tua, semuanya muda, usia seluruh penghuni surga sama (muda). Bahkan, seluruh wanita di surga memiliki wangi yang luar biasa hingga menjadikan suami-suami mereka merasa cinta tanpa pernah putus.
Rasulullah saw. bersabda tentang keindahan penghuni surga, “Sungguh di surga ada pasar yang didatangi penghuni surga setiap Jumat. Bertiuplah angin dari utara mengenai wajah dan pakaian mereka hingga mereka semakin indah dan tampan. Mereka pulang ke istri-istri mereka dalam keadaan telah bertambah indah dan tampan. Keluarga mereka berkata, ‘Demi Allah, engkau semakin bertambah indah dan tampan.’ Mereka pun berkata, ‘Kalian pun semakin bertambah indah dan cantik.’” (HR Muslim no. 7324)
Bagi setiap laki-laki mendapatkan dua bidadari selain istrinya. Sementara istrinya menjadi Ratu bidadari. Jika laki-laki mendapatkan tambahan kenikmatan dua bidadari. Apakah yang didapatkan wanita sebagai tambahan kenikmatan mereka? Wanita mendapatkan tambahan nikmat berupa rumah-rumah yang mereka dambakan.
Sifat para Penghuni Surga
Ibnu Qayyim al-Jauziyah menuliskan dalam kitab Al-Fawa’id tentang beberapa sifat yang dimiliki para penghuni surga. Pertama, mereka adalah orang-orang yang berasal dari golongan Awwab (orang-orang yang kembali kepada Allah dari kemaksiatan menuju ketaatan, dari keterlenaan menjadi terjaga).
Ubaid bin Amir salah seorang pembesar tabi’in mengatakan, “Orang yang kembali adalah orang-orang yang teringat akan dosa-dosanya kemudian meminta ampun kepada Allah atas segala perbuatannya.”
Kedua, para hafiz. Ibnu Abbas mengatakan seorang hafiz senantiasa menjaga diri terhadap amanat yang diwajibkan Allah kepadanya. Qatadah As-Sadusy mengatakan ia senantiasa menjaga hak-hak Allah dan apa yang telah dianugerahkan kepadanya.”
Ketiga, orang-orang yang takut kepada Rabb-nya. Firman Allah Swt., “(Yaitu) orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertobat.” (QS Qaf: 33)
Mereka yang menyatakan kepercayaannya kepada Allah, kekuasaan, ilmu, dan kemampuan-Nya mengawasi semua keadaan manusia. Mereka juga percaya kepada kitab, rasul, perintah dan larangan-Nya. Percaya pula pada janji, ancaman, dan pertemuannya dengan Allah.
Keempat, orang yang bertaubat sebagaimana yang disampaikan Allah Swt., “Dia datang dengan hati yang bertaubat.” (QS Qaf: 33)
Hakikat tobat ialah ketetapan hati untuk senantiasa menaati Allah, mencintai-Nya, dan menerima segala ketetapan-Nya. Hal ini yang pernah disampaikan oleh Ibnu Abbas, “Tidakkah kita menginginkan menjadi bagian dari penghuni surga? Ingatlah firman Allah Swt., “…dan barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam Surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai sedang mereka kekal di dalamnya dan itulah kemenangan yang besar.” (QS An Nisa’: 13) [MNews]
