Hingga awal Agustus 2025, terjadi 24 kecelakaan kereta api di perlintasan sebidang di wilayah Divre 1 Sumut. Pemerhati kebijakan publik Iin Eka Setiawati menyatakan, berulangnya peristiwa berujung maut tersebut menunjukkan tidak adanya perhatian serius dari pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini.
