Muncul istilah “dakwah lentur”, yakni melakukan pendekatan budaya masyarakat, kemudian diberi ruh keislaman. Pertanyaannya, apakah Rasulullah ﷺ memang mengajarkan hal demikian? Apakah target utama dalam berdakwah semata agar diterima oleh umat tanpa memperhatikan rambu-rambunya?
