Tidak hanya milenial, mak-mak pun banyak yang mengikuti tren kepemilikan aset kripto seiring dengan momen penderasan digitalisasi perempuan. Digitalisasi telah diposisikan sebagai salah satu solusi pemberdayaan perempuan dalam rangka membangkitkan daya saing mereka sekaligus dalam menyiasati kondisi pandemi. Tidak heran, mak-mak—khususnya yang kepo—pun jadi sasaran empuk arus teknologi digital keuangan berupa kripto hingga menjadi bagian dari gaya hidup mereka.
