Kabupaten/kota yang mendapatkan penghargaan Kota Layak Anak (KLA) justru menjadi lokus kasus kekerasan terhadap anak. Akankah Indonesia Layak Anak (IdoLA) 2030 bernasib sama, yakni mengejar gelar, tetapi kosong dari tindakan faktual?
Kabupaten/kota yang mendapatkan penghargaan Kota Layak Anak (KLA) justru menjadi lokus kasus kekerasan terhadap anak. Akankah Indonesia Layak Anak (IdoLA) 2030 bernasib sama, yakni mengejar gelar, tetapi kosong dari tindakan faktual?