Siapa saja yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pelajaran, maka manfaatnya akan kembali kepada dirinya.
Kategori: TafsirAlQuran
Mendakwahi Penguasa Zalim (Tafsir QS An-Naziat: 15—20)
Perintah menyampaikan dakwah kepada orang zalim dapat dipahami dari perintah Allah Swt. kepada Nabi Musa as. untuk mendatangi Firaun yang memiliki sifat thaghâ (melampaui batas/zalim).
Kewajiban Memerangi Musuh bagi Kaum Muslim (Tafsir QS Al-Baqarah: 216)
Allah Swt. telah mewajibkan kaum muslim memerangi orang-orang kafir, padahal perang adalah pekerjaan yang sangat berat sebab akan menghabiskan harta, dan menghilangkan jiwa begitu banyak. Namun, kadang-kadang sesuatu yang dibenci di dalamnya terdapat kebaikan dan manfaat yang besar, dan sesuatu yang disenangi di dalamnya terdapat hal-hal yang tidak baik dan tidak bermanfaat atau membahayakan.
Tipu Daya Akan Menghancurkan Pembuatnya Sendiri (Tafsir QS Al-An‘am Ayat 123)
Jika dilihat sepintas, seakan-akan mereka yang membuat tipu daya itu akan memperoleh keuntungan yang besar dan mampu mencelakakan orang lain, padahal pada dasarnya tipu dayanya itu akan menimpa dirinya sendiri.
Hijrah Rasulullah untuk Melindungi Dakwah dan Menerapkan Hukum Islam (Tafsir Surah Al-Anfal [8]: 72)
Sesampainya di Madinah, Rasulullah disambut dengan sambutan yang luar biasa. Orang-orang Madinah (kaum Ansar) siap menanggung biaya hidupnya, menyediakan tempat tinggal, melindungi, serta siap menyerahkan kekuasaan untuk diterapkannya hukum Islam. Inilah tujuan hijrah, yaitu untuk menolong agama Allah, Rasul-Nya, dan untuk menegakkan agama-Nya.
Beberapa Sifat Penghuni Surga
Ibnu Katsir berkata, “Mereka adalah orang-orang yang beribadah kepada Allah Swt. dengan mengerjakan ketaatan dan kewajiban yang telah diwajibkan oleh Allah atas mereka berdasarkan syariat, juga apa yang mereka wajibkan atas diri mereka sendiri dalam nazar.”
Khilafah Islamiah sebagai Solusi Problematik Umat (Tafsir QS Al-Anbiya’: 107)
Jika bangsa ini ingin segera keluar dari permasalahan, tidak ada jalan lain kecuali menerapkan Islam kafah dalam bingkai Khilafah. Khilafah Islamiah terbukti memberi solusi atas problematik umat dan menyejahterakan mereka selama berabad-abad. Masihkah layak meragukannya?
Sabar Menghadapi Ujian (Tafsir QS Al-Baqarah [2]: 214)
Sudah menjadi sunatullah yang berlaku sepanjang zaman bahwa Allah Swt. tidak membiarkan hamba-Nya mengaku beriman tanpa diuji oleh-Nya. Dengan ujian itulah akan terlihat jelas hakikat dan kadar keimanan mereka, benar-benar tulus dan jujur atau dusta.
Menyikapi Keragaman Manusia (Tafsir QS Al-Hujurat [49]: 13)
Ayat ini turun sebagai larangan memuliakan atau melecehkan manusia, baik berdasarkan keturunan, kesukuan, maupun kebangsaan. Keragaman manusia adalah sunatullah. Hanya kadar ketakwaan yang akan menentukan kemuliaan dan kehinaannya.
Maksiat: Sesat dan Diancam Azab (Tafsir QS Al-Ahzab [33]: 36)
Pengakuan menjadi muslim meniscayakan sejumlah konsekuensi. Di antaranya adalah kewajiban mengikuti semua keputusan Allah Swt. dan Rasul-Nya. Tidak boleh memiliki pilihan lain dalam perkara yang telah diputuskan-Nya. Sengaja memilih pilihan lain berarti telah berbuat durhaka terhadap keduanya. Tentu saja itu tidak layak dilakukan seseorang yang mengaku dirinya muslim dan muslimah.
Penyesalan Tidak Berguna di Akhirat (Tafsir QS Al-Fajr [89]: 21—26)
Ayat ini menyampaikan ancaman akan kedatangan hari kiamat. Ketika bumi beserta isinya hancur, urusan mereka telah diputuskan, dan Neraka Jahanam didatangkan, maka mereka menderita kerugian tidak terkira.
Dahsyatnya Azab Neraka (Tafsir QS Al-Mursalat [77]: 29—34)
Allah Swt. berfirman, “(Dikatakan kepada mereka pada Hari Kiamat), ‘Pergilah kalian menuju azab yang dahulu kalian dustakan).’”
