Segudang kisah menakjubkan mewarnai hidup ulama tabiin ini. Mulai dari kepribadiannya, keilmuannya, kezuhudannya, kesalehannya, keberaniannya di medan jihad sampai detik detik kewafatannya. Dialah Muhammad bin Wasi’ al-Azdi, ulama mujahid yang bergelar Zainul Fuqaha.
Kategori: Kisah Inspiratif
Amir bin Abdullah at-Tamimi, Ahli Zuhud dari Bashrah
“Demi Allah, aku menangis bukan karena memikirkan dunia atau takut mati. Akan tetapi, aku menangis karena jauhnya perjalanan dan sedikitnya bekal. Dan aku telah berjalan di antara jalan naik dan turun, menuju ke surga atau neraka. Dan aku tidak tahu, ke mana akhirnya aku berada.”
Masyithah, Tukang Sisir Putri Firaun
Firaun murka ketika mengetahui Masyithah, tukang sisir putrinya menyembah Allah, Tuhan segala sesuatu. Kebengisan pun ditunjukkannya kepada Masyithah, tetapi Masyithah bersikap di luar dugaan Firaun dan para pengawalnya. Bagaimana keteladanan yang ditunjukkan Masyithah?
Uwais ibn Qarni
Uwais ibn Qarni senantiasa menundukkan pandangannya, menaruh dagunya di tempat sujud, meletakkan tangan kanannya di atas tangan kirinya sambil membaca Al-Qur’an, lalu menangisi dirinya sendiri. Ia mengenakan pakaian dan mantel dari kain wol. Ia tidak dikenal di kalangan penduduk bumi, tetapi sangat terkenal di kalangan penghuni langit.
Catatan Pribadi Sultan: Jaga Persatuan dan Tolak Zionisme
Dalam buku catatan pribadinya, Sultan Abdul Hamid II menjelaskan tentang pentingnya menjaga ukhuwah Islamiah di antara kaum muslim dunia. Dalam catatan pribadi itu pula terungkap, beliau menolak permintaan tokoh pendiri negara Zionis Israel agar memberikan sebagian wilayahnya di Palestina untuk bangsa Yahudi. Sungguh, sikap kepemimpinan yang patut ditiru.
Sahlah binti Suhail, Keteguhan Hati Seorang Anak
Pilihan untuk percaya dan mengikuti sepenuhnya ajaran yang dibawa Rasulullah saw. ketimbang keluarga, akhirnya terbayar dengan masuknya orang tua ke dalam Islam. Inilah yang terjadi dengan kisah hidup Sahlah binti Suhail bin Amr.
Abdullah bin Amr, Ahli Ibadah yang Gemar Menulis Sabda Nabi
Ayahandanya adalah seorang bangsawan kaya dan terpandang bernama Amru bin Ash. Abdullah masuk Islam lebih dulu dari ayahnya. Ketika kebanyakan orang masih buta huruf, Abdullah bin Amr ra. sudah mahir baca-tulis. Ia memiliki kebiasaan yang tidak umum dilakukan oleh para sahabat. Ia gemar sekali mencatat sabda-sabda Nabi saw..
Zinnirah ar-Rumiyah, Potret Iman Setegar Karang
Iman setegar karang, seperti itulah sosok Zinnirah. Ketegaran itu ia buktikan dengan mengarungi semua kesengsaraan untuk mendapatkan kesenangan di akhirat kelak. Sebab, ia sadar, untuk mendapat surga harus dapat melalui ujian yang berat, sedangkan neraka itu dipagari kesenangan dan kemudahan.
Syaima binti al-Harits, Saudara Sepersusuan Rasulullah ﷺ
Syaima binti al-Harits merupakan saudara sepersusuan Rasulullah saw.. Kisah beliau memberikan pesan penting bahwa seorang anak membutuhkan sosok dan lingkungan yang tepat agar ia dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, seperti Rasulullah dengan ibu susunya dan saudara sepersusuannya.
Umaimah binti Shubaih, Ibunda Perawi Hadis Terbanyak
Kisah keislaman Umaimah binti Shubaih sangat mengharukan. Dengan Izin Allah, beliau telah menyatakan keislamannya. Kepribadiannya membawa pengaruh besar terhadap putranya, Abu Hurairah. Umaimah dikenal sebagai wanita yang baik dan sangat menghormati tamu yang datang.
Rufai’ bin Mihran, Budak Asal Persia yang Menjadi Ahli Hadis
Rufai’ bin Mihran memiliki julukan Abu al-‘Aliyah. Ia adalah seorang ulama pilihan asal Persia. Meski dulunya berstatus budak, hal itu tidak menghalanginya untuk kemudian menjadi orang yang paling alim tentang Kitab Allah, paling tahu hadis Rasulullah, dan paling mampu memahami ayat-ayat Allah secara mendalam.
Abdah binti Ahmad, Tutur Kata Penuh Hikmah
Abdah binti Ahmad, seorang tabiiyat yang tutur katanya penuh hikmah. Ia pernah mengatakan, “Barang siapa yang meninggalkan dunia demi akhirat maka ia mendapatkan keuntungan keduanya. Barang siapa yang meninggalkan akhirat demi dunia maka ia mendapatkan kerugian keduanya.”
