Penulis: Nabila Ummu Anas
Muslimah News, TARIKH KHULAFA — Muawiyah bin Abu Sufyan tercatat sebagai pendiri armada angkatan laut Islam. Saat itu Muawiyah menjabat sebagai Wali Syam dan kekhalifahan Islam dipimpin oleh khalifah ketiga, Utsman bin Affan ra.
Selama itu pula Muawiyah telah memiliki 50 armada laut yang tangguh. Pasukan laut ini akhirnya berhasil menaklukkan Cyprus (649 M), Rhodes (672 M), dan kepulauan lainnya di sekitar Asia Kecil.
Kewajiban Jihad Menuntut Pengembangan Armada Laut
Kewajiban penyebaran Islam dengan dakwah dan jihad mendorong Negara Islam untuk melengkapi dan memperkaya kemampuan militernya sehingga Islam tersebar ke seluruh penjuru dan wilayah kekuasaan Negara Islam makin luas. Apalagi jika musuh telah memiliki kekuatan militer yang melebihi militer Negara Islam, target menggentarkan musuh harus dicapai dengan kepemilikan militer yang melampaui musuh dari sisi kuantitatif dan kualitatif.
Keberadaan militer adalah hal yang sangat penting bagi sebuah negara, begitu pula Negara Islam, baik dari sisi banyaknya jumlah pasukan dan armada yang dimiliki maupun kualitas atau kemampuan tempurnya.
Perluasan Islam ke daerah Syam dan Mesir telah membuka medan jihad baru, yaitu kancah pertempuran laut. Terlebih, bangsa Romawi mempertahankan wilayah kekuasaannya yang berada di pesisir pantai dan pulau-pulau dengan kekuatan militer laut.
Saat berperang di darat, pasukan kaum muslim sudah terkenal sangat tangguh. Namun, bangsa Romawi telah memiliki pasukan dengan kemampuan yang bisa saja menyerang kaum muslimin dari arah laut sehingga keputusan Khalifah Utsman bin Affan ra. untuk membentuk Angkatan Laut ini adalah sangat tepat. Negara Islam harus mempersiapkan kekuatan pasukan yang mampu menggentarkan musuh di mana pun mereka berada.
Allah Swt. berfirman, “Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dan dari pasukan berkuda yang dapat menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya, tetapi Allah mengetahuinya.” (QS Al-Anfal: 60)
Khalifah Bertanggung Jawab Memperkuat Militer
Ketika menjadi Khalifah, Muawiyah bin Abu Sufyan mengembangkan angkatan laut dengan mendirikan beberapa pabrik pembuatan kapal di Iskandariyah dan Akka. Ia pun memanfaatkan tenaga-tenaga terampil yang memahami seluk-beluk dunia maritim.
Sebagai negara besar di masa itu, Khilafah Islam terus memperkuat armada militernya termasuk angkatan laut. Ini adalah bagian dari politik luar negeri Khilafah sehingga musuh-musuh Islam tidak memandang remeh Daulah Islam. Bahkan, saat itu, keberadaan militer laut Kekhilafahan Bani Umayyah sangat ditakuti Romawi.
Muawiyah bin Abu Sufyan membangun beberapa galangan kapal. Galangan kapal itu menghasilkan beberapa kapal besar yang beroperasi di beberapa wilayah berbeda. Armada Syam dan Mesir beroperasi di bagian timur Laut Mediterania, armada Tunisia beroperasi di bagian tengahnya.
Tidak Terkalahkan
Lewat kekuatan armada laut dan strategi militer yang andal, Muawiyah bin Abu Sufyan berhasil menaklukkan beberapa kota di Laut Mediterania, seperti Siprus, Arwad, hingga Rhodes. Kota-kota ini akan menjadi benteng pertahanan maritim Islam dalam menghadapi ancaman Angkatan Laut Romawi.
Tidak hanya itu, Angkatan Laut Daulah Umayyah menjadikan kota-kota ini sebagai titik tolak untuk mengancam pertahanan Romawi.
Pada 58 H, Daulah Umayyah melakukan manuver besar-besaran di Laut Tunisia. Tujuan manuver ini untuk membuka pulau-pulau di wilayah Laut Mediterania bagian barat, terutama pulau-pulau di Sisilia untuk menghalangi majunya armada laut Romawi.
Tidak hanya di belahan bumi timur, Angkatan Laut Umayyah bahkan melakukan perang besar melawan Romawi. Ekspedisi ini didukung oleh kekuatan Angkatan Darat. Mereka didukung kabilah Barbar di Negeri Maghribi dan Afrika Utara.
Beberapa kali, kapal-kapal Dinasti Umayyah berupaya menaklukkan pulau Sisilia pada 46 H. Penyerangan ke Sisilia diinisiasi oleh armada perang di Mesir.
Dengan penaklukan Afrika Utara (647—709 M) dan Spanyol (705—715 M), sekitar 40 tahun kemudian, armada angkatan laut Islam di seluruh Laut Tengah menjelma sebagai yang terkuat dan tidak terkalahkan hingga dua abad berikutnya.
Pasukan ekspedisi dari Afrika Utara menduduki Sisilia pada 211 H (837 M). Angkatan laut tersebut masuk hingga ke wilayah pantai Italia dan Prancis Selatan. Wallahualam. [MNews/Has]
Sumber: Kadi Syekh Muhammad bin Ahmad Kan’an. Daulah Bani Umayah. Al Qowam; Prof. Dr. Ibrahim al-Quraibi. Tarikh Khulafa. Qisthi Press.
