Kepedulian dan aksi nyata remaja sebagai generasi muda sangat diharapkan dalam mengurai dan mencarikan jalan keluar bagi berbagai problem yang menimpa umat Islam saat ini. Oleh karena itu, harus ada upaya menanamkan kesadaran pada remaja muslim tentang potensi mereka agar berkontribusi positif bagi kehidupan umat manusia di dunia dan akhirat.
Penulis: Nabila Ummu Anas
Muslimah News, REMAJA — Hari ini, kepedulian seolah menjadi barang langka. Terlebih kepedulian terhadap persoalan yang mendera umat Islam di berbagai belahan dunia. Sementara sebagian remaja muslim seolah asyik dengan dunia mereka sendiri dan bersikap individualis.
Padahal, remaja adalah generasi muda yang sangat diharapkan kepedulian dan aksi nyatanya dalam mengurai dan mencarikan jalan keluar bagi berbagai problem yang menimpa umat Islam saat ini. Oleh karena itu, harus ada upaya untuk menanamkan kesadaran pada remaja muslim tentang potensi yang mereka miliki agar berkontribusi positif bagi kehidupan umat manusia di dunia dan akhirat.
Remaja Muslim Bagian dari Tubuh Umat
Ketika remaja peduli dengan persoalan umat, sejatinya kepeduliannya adalah terhadap problem remaja itu sendiri. Karena semua orang hidup dalam sebuah sistem di masyarakat yang interaksi di dalamnya diatur dengan aturan tertentu.
Persoalan kesulitan ekonomi, langkanya bahan-bahan pokok, kembali meningkatnya penderita Covid-19, dilema sekolah dengan PTM 100%, dan lain sebagainya adalah persoalan umat hari ini yang juga dirasakan remaja muslim.
Keluarga harus memahamkan remaja akan realitas kehidupan mereka saat ini. Berbagai permasalahan datang silih berganti, seolah tidak menemukan solusi yang hakiki. Akan muncul kepedulian terhadap persoalan umat kala remaja memahami bahwa dia pun terdampak dari berbagai masalah tersebut. Mesti ditunjukkan kepada remaja muslim bahwa semua terjadi karena tidak menerapkan Islam sebagai aturan yang sempurna bagi kehidupan manusia.
Rasulullah bersabda, “Perumpamaan orang-orang yang beriman di dalam saling mencintai, saling menyayangi, dan mengasihi adalah seperti satu tubuh, bila ada salah satu anggota tubuh mengaduh kesakitan, maka anggota-anggota tubuh yang lain ikut merasakannya, yaitu dengan tidak bisa tidur dan merasa demam.” (HR Bukhari dan Muslim)
Ada dua hal yang bisa dipahami dari hadis tersebut. Pertama, kaum mukmin merupakan satu tubuh yang saling terkait dan menyatu. Penyakit yang terdapat pada sebagian mereka akan dapat berpengaruh kepada bagian lainnya bila tidak ada pencegahan dan sebaliknya. Kedua, karena satu tubuh, kaum mukmin semestinya secara otomatis dapat merasakan penderitaan dan kesulitan yang dirasakan saudaranya yang lain. Seraya ia berupaya agar penderitaan dan kesulitannya itu berkurang hingga hilang sama sekali.
Diskusi Persoalan Umat Bersama Remaja
Karena berbagai permasalahan umat juga dialami oleh remaja, maka mereka pun harus senantiasa diajak berpikir tentang permasalahan tersebut. Mendiskusikan berbagai bentuk kesulitan yang terjadi, penyebab utamanya, dan proses penyelesaiannya. Diskusi yang menapak pada realitas sesungguhnya, menghadirkan bagaimana Islam memandang berbagai persoalan tersebut, serta solusi yang ditawarkan Islam.
Akidah remaja muslim harus dikuatkan dengan diskusi ini. Kenapa harus menjadikan Islam sebagai sudut pandang berbagai persoalan? Karena Islam adalah risalah dari Allah, Pencipta semua makhluk, dan Allah Mahatahu apa yang terbaik bagi makhluk ciptaan-Nya sehingga solusi yang terbaik sejatinya datang dari Islam saja.
Mendiskusikan persoalan umat bersama remaja tentu tidak berujung pada kepuasan intelektual semata. Namun, juga tergambar jelas bagi remaja langkah apa saja yang harus dilalui oleh umat. Di sini dibutuhkan kesabaran dan keistikamahan remaja untuk berpegang teguh pada Islam.
Hanya Islam Kafah Solusi Persoalan Umat
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw. bersabda, “Siapa yang membantu menyelesaikan kesulitan seorang mukmin dari sebuah kesulitan di antara berbagai kesulitan-kesulitan dunia, niscaya Allah akan memudahkan salah satu kesulitan di antara berbagai kesulitannya pada hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya akan Allah mudahkan baginya di dunia dan akhirat. Dan siapa yang menutupi (aib) seorang muslim Allah akan tutupkan aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan selalu menolong hamba-Nya selama hamba-Nya itu menolong saudaranya. Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka akan Allah mudahkan baginya jalan ke surga.” (HR Muslim, At-Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Majah, Ahmad, dan Al-Baihaqi)
Kepedulian sosial remaja dengan membantu sesama yang mengalami kesulitan adalah makruf secara individu. Aktivitas ini bisa jadi diperlukan umat, tetapi harus disadari ia hanya solusi pragmatis yang bisa saja dilakukan oleh komunitas remaja. Namun penting menjadi perhatian keluarga membuat fokus aktivitas remaja muslim kepada Islam kafah sebagai solusi hakiki bagi berbagai problematik umat.
Sebab utama dari berbagai permasalahan yang terjadi adalah diterapkannya sistem kapitalisme sekuler liberal buatan manusia. Pemecahan yang mereka tawarkan selalu melahirkan masalah baru. Akibatnya umat Islam senantiasa berada dalam kubangan penderitaan.
Oleh karena itu, remaja muslim harus dikuatkan pembinaan Islamnya, agar mereka memiliki keberanian untuk mengajak umat membuang sistem buatan manusia yang menyengsarakan ini. Remaja muslim harus menjadi motor bagi perjuangan mengembalikan tata aturan dari Allah Swt. ke dalam kehidupan umat manusia sehingga seluruh manusia, termasuk remaja, terbebas dari berbagai penderitaan dan kembali merasakan keberkahan dalam kehidupan mereka.
“Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.” Al-A’raf: 96). [MNews/Rgl]
