Muslimah News, NAFAIS TSAMARAT — Allah Taala berfirman, “Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan ululamri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan ululamri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikuti setan, kecuali sebagian kecil saja (di antaramu).” (QS An-Nisa: 83).
Sungguh, tergesa-gesa dalam menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya dapat termasuk menyebarkan rumor yang berdampak sangat buruk terhadap masyarakat. Berita dan rumor yang simpang siur sering kali berujung pada kekacauan dan perpecahan di antara kaum muslim. Betapa banyak hubungan persaudaraan putus karena rumor yang tidak berdasar. Betapa banyak hubungan pertemanan renggang karena tidak mengklarifikasi terlebih dahulu berita yang simpang siur.
Rumor dan hoaks merupakan salah satu sumber malapetaka bagi kaum muslim yang harus dihindari. Sistem sekuler kapitalisme saat ini menjadi sumber dari rumor dan hoaks di tengah masyarakat. Sebabnya, menyebarkan informasi, tetapi tidak berdasarkan asas Islam, melainkan atas kebebasan berpendapat dan berperilaku.
Imam Malik rahimahullah mengatakan, “Ketahuilah bahwa tidak ada orang yang aman dan selamat jika menceritakan semua yang ia dengar. Tidak akan mungkin seseorang menjadi pemimpin jika ia terus menceritakan apa yang ia dengar.” (Syarah Sahih Muslim).
Seorang muslim sejati seharusnya lebih berhati-hati dalam menyampaikan informasi yang didapatkannya. Ia akan memverifikasi kebenarannya terlebih dahulu, serta menilai ada atau tidaknya manfaat dari apa yang akan ia sampaikan. [MNews/RY-YG]
