[Khilafah Rasyidah] Politik Pengaburan dan Penyesatan (Perang Pemikiran)

[Khilafah Rasyidah] Politik Pengaburan dan Penyesatan (Perang Pemikiran)

Penulis: dr. Hamdan Fahmi

Muslimah News, TELAAH KITAB — Pada pembahasan sebelumnya, telah kami sebutkan jenis pertama dari tantangan luar negeri yang akan dihadapi oleh Khilafah yang telah dijanjikan, yaitu perang fisik. Kami juga telah menyebutkan metode untuk menangkis, menyerang, dan tetap tegar menghadapinya.

Sekarang kami akan memaparkan jenis kedua dari tantangan luar negeri, yaitu politik pengaburan dan penyesatan, serta perang pemikiran dengan segala bentuknya.

Sebelum kita mengupas jenis tantangan yang akan datang setelah berdirinya Daulah Khilafah ini, kami ingatkan kembali apa yang dilakukan oleh kaum kafir saat ini. Mereka melakukan politik pengaburan dan penyesatan, serta perang pemikiran dengan segala bentuk dan coraknya. Semua itu dilakukan untuk menghalangi tegaknya Daulah Islamiah.

Perang penyesatan yang dimanfaatkan oleh negara-negara kafir saat ini untuk menghalangi manusia dari jalan Allah itu besar, serta banyak corak dan gambarannya. Di antaranya adalah pengaburan deskripsi tentang Islam dan para aktivis kaum muslim. Di antaranya juga dalam bentuk berbagai tulisan yang diulang-ulang ditulis oleh orang-orang yang berpengaruh.

Di antaranya juga apa yang dilakukan Amerika dan negara-negara kafir dengan merekayasa suatu peristiwa, lalu melekatkannya kepada kaum muslim. Kemudian mereka mempropagandakan bahwa Islam adalah agama teror, sedangkan kaum muslim adalah teroris yang bertujuan akan menghancurkan kota-kota, membunuh umat manusia, dan mengembalikan manusia ke masa-masa kegelapan pada abad pertengahan Eropa.

Penyesatan dan pengaburan itu tampak sangat menonjol selama terjadinya peristiwa 11 September 2001. Pada saat itu, AS mulai melakukan mobilisasi secara luas untuk menentang Islam dan kaum muslim di seluruh penjuru bumi dan di dalam negeri AS sendiri. AS malah telah melancarkan peperangan yang direkayasa di Afganistan dan Irak dengan alasan dusta itu.

AS terus saja membuat kerusakan, kehancuran, dan perusakan di Afganistan dan Irak. Amerika juga terus saja merampok kekayaan negeri itu dan menguasai seluruh kekayaannya di bawah slogan dusta, yaitu war on terror (perang melawan terorisme).

Masalah ini seperti yang telah kami sebutkan sebelumnya, bukanlah hal baru di dalam sejarah Islam. Bahkan kaum kafir memang bersemangat mengaburkan gambaran Islam di mata manusia dan menyesatkan mereka dari hakikatnya. Berikutnya, mereka akan memalingkan manusia dari jalan Allah. Demikian pula kaum kafir bersemangat dalam menciptakan berbagai kebohongan dan stigma yang dilekatkan kepada Islam dan kaum muslim.

Hal itu dilakukan untuk menggagalkan upaya-upaya dakwah, baik sebelum Daulah berdiri maupun sesudahnya. Kaum kafir juga bersemangat membuat berbagai kedustaan dan kebohongan dalam rangka memobilisasi militer untuk memerangi Islam dan kaum muslim. Mereka juga mendominasi negeri-negeri kaum muslim, baik secara politik maupun ekonomi.

Masalah ini akan tetap dipakai oleh Barat dalam mewujudkan tujuan-tujuan busuk mereka untuk memalingkan manusia dari jalan Allah. Juga untuk meruntuhkan berbagai capaian yang berhasil direalisasikan kaum muslim dalam kehidupan nyata.

Oleh karena itu, merupakan suatu keniscayaan bahwa kaum kafir akan merujuk kepada cara-cara penuh kebencian, keji, dan hina tersebut. Hal itu mereka lakukan untuk menghancurkan prestasi besar dan agung yang berhasil diwujudkan oleh kaum muslim dengan berdirinya Khilafah Rasyidah. Akan tetapi dengan izin Allah, mereka tidak akan pernah mampu mewujudkannya.

Allah Swt. berfirman, “Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.” (QS Al-Anfal: 30).

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu, menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan.” (QS Al-Anfal: 36). [MNews/RY-YG]

Sumber: dr. Hamdan Fahmi, Khilafah Rasyidah.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *