Muslimah News, LENSA DAERAH – Gelaran RATU (Risalah Akhir Tahun) 2024 di Bandar Lampung, sukses memikat lebih dari seratus tokoh muslimah lintas generasi dan profesi yang hadir di acara itu untuk mewujudkan kepemimpinan Islam.
Menurut panitia, baik peserta dari generasi Z maupun tokoh muslimah Lampung menyatakan kesediaannya untuk ikut serta memperjuangkan Islam kafah.
Semangat ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran akan kondisi masyarakat saat ini yang karut-marut tanpa aturan. ”Sebagai umat Islam sudah seharusnya menginginkan adanya perubahan ke arah yang lebih baik, yaitu dengan mewujudkan kepemimpinan Islam,” kata salah seorang peserta.
Acara yang digelar pada Ahad (22-12-2024) menghadirkan dua narasumber aktivis dakwah Lampung Ade Kumalasari, S.T.P. dan Deasy Rosmawati, S.T.P..
Hidup
Panitia menerangkan, suksesnya acara ini tidak lepas dari tingginya antusiasme peserta. Mulai dari pemaparan materi yang berjalan dengan khidmat hingga sesi diskusi yang begitu hidup dengan pertanyaan yang diajukan para peserta.
“Beberapa peserta menanyakan syarat pemimpin dalam Islam, sampai bagaimana cara mewujudkan kepemimpinan Islam dengan jalan yang sesuai metode dakwah Rasulullah saw.,” tutur panitia.
Pertanyaan dari para peserta ini lalu dijawab secara bergantian oleh pemateri. ”Syarat menjadi khalifah harus memenuhi kriteria seperti, muslim, balig, berakal, merdeka, adil, mampu, memiliki pengetahuan luas, serta memiliki pemahaman Al-Qur’an yang mendalam. Adapun metode dakwah yang harus ditempuh adalah di luar parlemen, sebab demokrasi adalah wadah bagi sekularisme yang jelas bertentangan dengan Islam,” jelas pemateri.
Pemateri juga menegaskan, dalam mewujudkan kepemimpinan Islam haruslah dengan menerapkan syariat Islam secara kafah. ”Adapun tahapannya, yaitu pertama dengan pembinaan dan pengaderan, lalu interaksi dan perjuangan, hingga penerimaan kekuasaan dan penerapan syariat oleh negara,” imbuhnya.
Usai sesi diskusi, panitia memutar video pendek tentang kondisi Lampung yang masih diliputi banyak persoalan. Lampung menduduki peringkat ketiga nasional jalan rusak, banjir yang salah satu penyebabnya adalah lahan kritis mencapai 102.000 ha, kasus HIV/AIDS yang diperkirakan pada Desember 2024 mencapai 10 ribu orang, wilayah Lampung sebagai daerah peredaran narkoba, dan lainnya.
Rindu
Pembacaan kontemplasi puisi dengan tajuk “Merindu Kepemimpinan Islam” membuat peserta larut dalam setiap bait puisi yang dibaca sehingga beberapa peserta di ruangan turut menitikkan air mata.
Terutama ketika bait terakhir yang berbunyi, “Kami tak hanya sekadar rindu, kami telah berusaha meniti jalan dakwah demi tegaknya Khilafah, tertatih, letih, tetapi kami takkan berhenti sampai tegaknya din ini, atau sampai perjumpaan dengan Mu wahai Sang Rabbul Izzati.”
Di akhir acara, host menyampaikan kesimpulan dari seluruh materi RATU dalam beberapa poin.
1. Kepemimpinan yang ada hari ini adalah kepemimpinan populistis sekularistis.
2. Segala sesuatu yang bertentangan dengan syariat akan mengundang mudarat.
3. Wajib bagi kaum muslim untuk mendakwahkan Islam kafah.
4. Profil pemimpin dalam Islam adalah yang kuat kepribadiannya, bertakwa, serta mencintai rakyatnya.
5. Dibutuhkan keseriusan dari seluruh pejuang Islam dalam memperjuangkan kembalinya kehidupan Islam. [MNews/Kontributor:Sil]
