Muslimah News, INTERNASIONAL — Aktivis dakwah nasional Ratu Erma Rachmayanti menilai, berlarut-larutnya masalah Palestina dan tidak kunjung terselesaikan karena umat Islam tidak melakukan solusi yang benar.
“Mengapa keburukan itu berlangsung begitu lama? Jawabnya karena masalah ini tidak diselesaikan dengan cara yang benar, yaitu jihad fi sabilillah oleh tentara Khilafah. Ini adalah hukum syarak yang ditetapkan Allah untuk melenyapkan kezaliman di muka bumi,” tuturnya dalam video bertajuk “Masalah Palestina dan Solusi Hakikinya, Pesan Penting” melalui kanal Muslimah Media Hub, Ahad (30-6-2026).
Ia menyayangkan, banyak umat yang belum paham tentang kewajiban ini. Agar umat paham, lanjutnya, wajib memahami beberapa hakikat tentang fakta Palestina agar bisa memberikan solusi yang benar.
“Pertama, negeri Palestina adalah negeri Islam, milik umat Islam. Di sanalah Rasulullah Muhammad saw. mengimami beberapa nabi salat di Masjidilaqsa dan itu menjadi isyarat tentang kepemimpinan umat Islam,” jelasnya.
Ia melanjutkan, pada tahun ke-15 H, Palestina ditaklukkan oleh Khalifah Umar bin Khaththab sehingga menjadi bagian dari negeri muslim.
“Jadi, persoalan pendudukan Palestina dan juga pembebasannya ini menjadi urusan umat Islam dan bukan hanya warga Palestina atau bangsa Arab saja,” tandasnya.
Fakta kedua, ia menerangkan, persoalan Palestina sesungguhnya adalah persoalan pendudukan dan perampasan negara oleh musuh Islam.
“Karena masalahnya perampasan, tentu solusinya adalah merebut kembali. Tidak ada solusi yang lain,” tukasnya.
Fakta ketiga, sebutnya, konflik Palestina dengan Zion*s Yahudi hakikatnya adalah konflik dengan para penjajah negara Barat karena negara-negara Barat yang melahirkan negara “Israel” dan men-supportnya dengan senjata, dan lain-lain.
“Keempat, termasuk hal yang naif dan dangkal jika seseorang berpikir kalau negara barat Itu netral, tidak berpihak dalam menyelesaikan masalah Palestina,” terangnya.
Dalam penilaiannya, proyek politik Eropa dan Barat terhadap Palestina dalam rangka menjaga hegemoni Zion*s Yahudi, bukan untuk Palestina.
“Kelima, kalau kita melihat para penguasa negeri muslim, mereka itu adalah para agen penjajah. Kalau tidak, tentunya mereka tidak akan setega itu membiarkan Palestina menjadi santapan empuk Zion*s Yahudi,” bebernya.
Keenam, ia menjelaskan, bantuan dana dari negara donor, baik dari negara penjajah maupun negara Arab, sesungguhnya itu adalah harga atau uang politik bagi kemajuan projek Barat dan hegemoni Zion*s Yahudi di Palestina.
“Ketujuh, para penguasa negeri Arab di sekitar Palestina, terbukti tidak mampu untuk mengenyahkan entitas Yahudi Zion*s,” jelasnya.
Kedelapan, lanjutnya, usulan tentang solusi Palestina yang selama ini dirundingkan berupa perdamaian, genjatan senjata, solusi dua negara, ataupun mengirim tentara dari berbagai negara untuk perdamaian, terbukti tidak menyelesaikan masalah karena sampai hari ini Zion*s Yahudi masih bercokol di tanah Palestina.
“Dengan fakta-fakta dan hakikat tadi, kita menyimpulkan secara benar dan kita paham bahwa kunci untuk persoalan Palestina adalah dengan tegaknya Daulah Khilafah Islam yang akan memerintahkan tentaranya untuk membebaskan kezaliman di mana pun,” tegasnya.
Namun, ia mengingatkan, tegaknya Khilafah bukan turun dari langit sebagai sebuah bantuan dari Allah, tetapi harus diperjuangkan dan itu menjadi kewajiban umat Islam. [MNews/IA]
