[Kabar] Aktivis: Para Muslimah Harus Memiliki Perasaan yang Sama dengan Muslimah Gaza

[Kabar] Aktivis: Para Muslimah Harus Memiliki Perasaan yang Sama dengan Muslimah Gaza

Muslimah News, INTERNASIONAL – Ribuan massa menggelar Aksi Akbar Bela Palestina di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Sabtu (8-6-2024).

Dalam aksi tersebut, aktivis muslimah Iffah Ainur Rochmah mengajak para ibu dan muslimah agar memiliki perasaan yang sama dengan apa yang dirasakan para muslimah di Gaza.

“Mereka yang ada di Palestina, yang ada di Gaza, dan yang sedang mengungsi di Rafah, mereka adalah kakak kita, ibu kita, anak-anak kita. Jadi, kita harus ikut merasakan sebagaimana yang mereka rasakan,” tuturnya kepada MNews.

Ia lalu membacakan hadis yang menjelaskan bahwa perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur-penj.) dan panas (turut merasakan sakitnya-penj.).

Ia mengisahkan kondisi para ibu di sana yang melahirkan dengan operasi caesar tanpa obat bius dan anak-anak yang terpaksa meminum air gandum (karena tidak ada susu-penj.) yang membuat perut mereka kembung.

“Kita juga menyaksikan bagaimana ibu-ibu di sana membopong sendiri putra mereka yang sudah mulai dewasa dan syahid. Para ibu itu mengatakan, ‘Aku rida engkau, anakku, syahid di medan perang ini dan aku berharap bahwa darahmu akan menjadi penebus dosa-dosa kami, bahwa darahmu akan menjadi jalan pembuka pembebasan Al-Aqsa, pembebasan Palestina.’,” ucapnya.

Meski para Ibu di Indonesia tidak mengalami hal itu, lanjutnya, tetapi harus memiliki perasaan yang sama, semangat yang sama dengan para ibu dan muslimah yang ada di Palestina.

Kekuatan Akidah

Iffah menjelaskan, para muslimah di Gaza memiliki kekuatan yang luar biasa dan bisa sekuat seperti sekarang ini karena kekuatan akidah mereka.

“Mereka meyakini apa yang diberikan oleh Allah Swt. kepada mereka adalah jalan terbaik. Secara manusia pasti sedih dengan keadaan itu, tetapi mereka serahkan semua kepada Allah,” terangnya.

Ia berharap, para muslimah di Indonesia juga harus memiliki bobot keimanan yang sama bahwa akidah Islam yang benar itu bisa menghantarkan para muslimah sedemikian kuat menyambut tantangan dengan keyakinan Allah Swt. pasti menolong.

“Kalau para muslimah membangun akidah yang kuat, kemudian menanamkan akidah itu ke putra-putrinya, maka perintah Allah kepada kita insyaallah bisa kita sambut dengan luar biasa,” yakinnya.

Iffah menambahkan, perintah Allah terkait pembebasan Al-Aqsa dan Palestina ini memang bukan sesuatu yang ringan.

“Kalau kita bicara hari ini, mungkin kebanyakan orang prihatin dengan kondisi muslim di Gaza. Kita lalu mengumpulkan donasi, mendoakan mereka, dan mengajak anak-anak untuk berdonasi. Sebagian orang menyerukan untuk tidak mengonsumsi produk-produk yang berafiliasi kepada dukungan entitas Zion*s. Namun, itu tidak cukup!” tandasnya.

Persatuan Kaum Muslim

Iffah melanjutkan, ada kewajiban untuk memastikan ada persatuan kaum muslim. “Kenapa perlu persatuan? Karena bagaimanapun dari fakta-fakta yang ada sampai hari ini, kita tidak boleh membiarkan Zion*s terus menjadi mesin pembunuh anak-anak kita di Gaza, Palestina,” jelasnya.

Kaum muslim, sambungnya, harus menghentikan itu semua dengan menyerukan agar tentara-tentara muslim dikirim ke Gaza untuk membebaskan Palestina dengan jihad fi sabilillah yang pahalanya luar biasa besar.

“Kita para muslimah, para ibu, kita sampaikan ini kepada sesama muslimah yang lain. Kita ajarkan juga kepada anak-anak kita sehingga mereka juga punya semangat yang sama. Kita bisa lakukan itu dengan bermacam-macam bentuk, semisal melalui media sosial atau melalui majelis taklim yang kita selenggarakan,” urainya.

Ia juga menyampaikan bahwa jihad fi sabilillah tidak bisa dilakukan hari ini karena hambatan sekularisme sehingga urgen menjelaskan tentang wajibnya menghadirkan kembali sistem politik Islam yang dalam kitab-kitab fikih disebut sebagai Khilafah Islamiah.

“Para ibu, kita harus sampaikan sebuah seruan yang tegas untuk Palestina. Bukan hanya gencatan senjata untuk misi kemanusiaan, tetapi solusi untuk Palestina adalah mengirimkan tentara, jihad fi sabilillah, dan kembalinya sistem politik Islam, yakni Khilafah Islam,” pungkasnya. [MNews/IA]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *