Agar Remaja Muslim Tidak Terjebak Gaya Hidup Hedonisme

Agar Remaja Muslim Tidak Terjebak Gaya Hidup Hedonisme

Penulis: Nabila Ummu Anas

Muslimah News, KELUARGA — Gaya hidup hedonisme seolah menjadi ciri generasi muda hari ini, termasuk remaja muslim. Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang tidak menyadari bahwa telah terjebak pada perilaku hedonisme. Sikap konsumtif terhadap barang-barang yang tidak dibutuhkan, boros, individualis, cenderung pemalas, dan kurang bertanggung jawab adalah dampak yang bisa dirasakan masyarakat dari remaja yang terjebak gaya hidup hedonisme. Tentu sangat tidak pantas jika perilaku ini melekat pada sosok remaja muslim. Keluarga dan umat Islam tidak boleh membiarkan anak-anak umat ini terjebak dalam gaya hidup hedonisme.

Tujuan Hidup Tidak Jelas dan Pengaruh Lingkungan

Istilah hedonisme berasal dari bahasa Yunani “Hedone” yang berarti kesenangan. Menurut KBBI, Hedonisme adalah pandangan yang menganggap bahwa setiap kesenangan dan kenikmatan dalam bentuk materi merupakan tujuan utama dalam hidup seseorang. Seseorang yang bergaya hidup hedonisme, dalam perilakunya sehari-hari senantiasa memegang prinsip kesenangan.

Makna dan tujuan hidup seperti ini sangat bertolak belakang dengan Islam. Islam memandang hidup di dunia ini hanya sementara dan akan ada pertanggungjawaban kelak di alam akhirat. Islam tidak melarang umatnya menikmati kesenangan dunia, tetapi ini bukan satu-satunya yang ingin dicapai manusia dalam hidupnya. Pemahaman yang benar tentang tujuan hidup ini harus sampai dan dicerna oleh keluarga, remaja, dan umat muslim. Dengan demikian, remaja muslim memiliki kejelasan tujuannya hadir dalam kehidupan ini dan setelah meninggalkan dunia ini.

Lingkungan juga berpengaruh besar terhadap gaya hidup hedonisme pada remaja muslim. Derasnya arus informasi dan globalisasi, serta pertemanan dapat membuat remaja terjebak dalam gaya hidup seperti ini. Barang-barang bermerk, lengkap dengan model-model ikon anak muda dijajakan setiap detik di hadapan remaja muslim. Di samping itu, teman-teman pergaulannya juga kerap flexing sehingga membuat remaja muslim terpancing ikut berperilaku seperti mereka tanpa memperhitungkan memiliki uang atau tidak untuk membelinya. Akibat tuntutan gaya hidup hedonisme, tidak sedikit remaja muslim yang berperilaku nekat melakukan tindak kriminal, bahkan bermaksiat demi mendapatkan cuan. Menghalalkan segala cara, termasuk judi dan pinjaman online, mencuri, menipu, bahkan menjual diri akan ditempuh remaja untuk memenuhi gaya hidup hedonisme. Nauzubillahi minzalik.

Keluarga dan Umat Harus Peduli

Harus ada kesadaran pada umat Islam terhadap bahaya yang besar akan menimpa umat, jika generasi muda muslim terjebak gaya hidup hedonisme. Anak-anak umat yang potensial dan produktif untuk membangun peradaban akan hilang. Hal ini tidak boleh terjadi. Keluarga dan umat muslim harus berusaha mencegah dan menyelamatkan remaja muslim dari racun gaya hidup hedonisme.

Keluarga muslim harus memastikan dan mendeteksi sedini mungkin jika ada indikasi perilaku hedonisme pada anak remaja mereka. Keluarga dan umat Islam harus bersegera menanamkan visi hidup sesuai syariat Islam kepada remaja muslim. Dengan demikian, remaja muslim akan paham tujuan hakiki dari masa hidupnya dan akan terikat dengan syariat Allah Swt. dalam seluruh urusan kehidupannya. Keterikatan pada hukum syarak ini tidak akan membuat remaja tidak bisa menikmati kesenangan dunia. Bahkan Allah berjanji akan memberikan kebahagiaan kepadanya di dunia dan di akhirat jika remaja muslim bergaya hidup islami.

Remaja muslim juga harus dipahamkan tentang kebutuhan hidup yang mesti dipenuhi. Ada kebutuhan pokok dan pelengkap yang masing-masing memiliki porsi dan prioritas pemenuhan yang berbeda. Mereka juga harus mengerti perbedaan antara memenuhi kebutuhan dengan tuntutan keinginan hawa nafsu.

Pembinaan Islam Kafah

Agar remaja muslim memahami gaya hidup yang diajarkan Islam dan tidak terjebak gaya hidup hedonisme, mereka dan keluarganya harus terbina dengan Islam kafah. Dengan demikian, akan jelas bagi mereka tujuan keberadaannya di dunia ini. Pembinaan Islam kafah akan menanamkan visi-misi hidup dan keterikatan terhadap hukum syarak. Hal ini hanya bisa didapatkan jika dilaksanakan secara intensif. Kajian rutin akan membentuk dan menguatkan iman dan ketaatan setiap muslim kepada Allah Taala. Bukan forum ceramah yang sekadar mentransfer ilmu, tetapi juga menjadi pengontrol gaya hidupnya sehari-hari sebagai seorang muslim.

Remaja muslim pun akan bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan hawa nafsu. Mereka akan bijak membelanjakan uang yang diberikan oleh orang tua. Gaya hidup sederhana  akan melekat pada remaja muslim. Harta yang dimiliki tidak untuk kesenangan duniawi, tetapi akan dikontribusikan untuk bekal akhiratnya.

Contoh dan teladan dari orang tua, serta pertemanan dengan orang-orang saleh juga menjadi pelajaran berharga bagi remaja muslim. Keluarga dan teman-teman yang bergaya hidup sesuai Islam dan tidak hedonisme tentu akan dicontoh oleh remaja. Remaja muslim pun tidak akan merasa sendirian melaksanakan syariat Islam dalam kehidupannya. Masalah utamanya adalah sistem yang melingkupi kehidupan umat hari ini memang jauh dari Islam. Akibatnya, setiap lini berpeluang bagi siapa pun, termasuk remaja muslim untuk terjebak dalam gaya hidup hedonisme. Kalau sudah seperti ini, tidak ada jalan lain selain kita harus mengubah sistem kehidupan hari ini dengan sistem yang berlandaskan Islam dan diridai Allah Taala. Dengan demikian, keberkahan dan kebahagiaan hidup dapat dirasakan oleh seluruh umat Islam. [MNews/YG]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *