Muslimah News, DUNIA REMAJA — Bestie. Belakangan, kata ini populer dalam obrolan keseharian remaja. Berseliweran dalam linimasa media sosial. Sepertinya asyik banget kalau sudah ngobrolin tentang bestie. Memang apaan sih bestie?
Bestie
Secara bahasa, bestie itu kalau pakai lidah Negeri Pizza artinya binatang buas. Nah, lo! Akan tetapi, kalau pakai kamus bahasa gaul, bestie diartikan sebagai sahabat. Konon kabarnya, kata lain dari teman ini diambil dari bahasa negeri Paman Sam.
Melansir dari Cambridge Dictionary, arti dari bestie adalah orang yang dikenal dengan baik dan disukai. Ikatan pertemanan yang biasanya sudah terjalin dalam waktu yang lama. Teman dekat banget.
Itu artinya, kalau kalian punya bestie, bisa jadi banyak menghabiskan waktu bareng doi. Selalu kemana-kemana bareng, gila-gilaan bareng, main bareng, bahkan dakwah juga bareng.
Kamu tahu banget karakter doi, makanan dan tempat favoritnya, serta tokoh idolanya. Bahkan, kamu tahu hal yang bisa bikin doi marah, bete, atau bahagia tertawa lepas. Bisa dibilang, enggak ada yang tersembunyi di antara kalian. Sudah chemistry banget.
Kalau sudah jadi bestie, pastinya perasaan gampang menyatu. Kamu enggak suka ngeliat doi sedih. Kamu ikut meneteskan air mata saat ngeliat doi menangis. Kamu ikut terbawa emosi saat ngeliat doi marah ke orang lain yang meledeknya atau mem-bully-nya.
Bestie-ku, Teman Surgaku
Persahabatan dengan sang bestie sering kali tidak lekang oleh waktu. Pengin terus bersama dalam suka dan duka. Namun waktu terus berjalan. Seiring bertambahnya usia dan informasi dari luar yang diterima, bisa jadi kita dan bestie mulai ketemu prinsip hidup yang berbeda.
Awalnya, kita dan bestie asyik saja seru-seruan. Gokil bareng. Rasa cinta kita pada bestie, murni karena emosional pertemanan semata.
Namun, ketika kita mengenal Islam, rasa cinta kita naik level. Enggak sekadar emosional, tetapi sudah ada nilai ruhiyah. Cinta pada bestie karena Allah Taala. Kita pengin kebaikan selalu tercurah kepada dirinya. Kita berharap kebersamaan dengan bestie tidak hanya di dunia, tetapi sampai ke surga.
Anas bin Malik berkisah, bahwa seseorang mendatangi Nabi saw., lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, kapan kiamat terjadi?” Beliau balik bertanya, “Apa yang telah kau persiapkan untuknya?” Ia menjawab, “Wahai Rasulullah, aku tidak menyiapkan puasa yang banyak, tidak juga sedekah. Hanya saja, aku mencintai Allah dan Rasul-Nya.” Beliau bersabda, “Engkau bersama yang kau cintai.” (Riwayat Bukhari dan Muslim).
Kalau kita pengin selalu berkumpul dengan sang bestie hingga akhir hayat, bahkan tembus ke akhirat, pastikan kita sama-sama bertakwa. Segera memantaskan diri untuk menjadi penghuni surga.
Meskipun bestie kita menempuh jalan hidup berbeda, jangan bosan untuk terus mengingatkan. Sebagai bestie sejati, kita enggak pengin menjadi baik sendirian, bukan?
Doa Terbaik untuk Bestie-ku
Kita memang tidak bisa memaksa bestie untuk menjadi baik. Akan tetapi, kita bisa membantu mendekatkan hidayah agar Allah Swt. menurunkan kasih sayang kepadanya dan menyinari hatinya dengan cahaya Islam.
Allah Swt. berfirman, “Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak akan dapat memberi hidayah (petunjuk) kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi hidayah kepada orang yang Dia kehendaki, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (QS Al Qashash: 56).
Selain tidak lelah mengajak bestie kepada kebaikan, tidak lupa untuk selalu memanjatkan doa terbaik untuknya. Saat kamu kebetulan terbangun pada sepertiga malam, hati kamu digerakkan oleh Rabb alam semesta untuk bersimpuh kepada-Nya. Saat hati kamu merasa damai, wajah bestie kamu hadir dalam benakmu.
Tidak terasa, kamu menengadahkan telapak tangan seraya menundukkan pandangan. Kamu ingat akan kelemahan-kelemahan dirinya. Kemudian, kamu berdoa agar Allah menutupinya. Kamu mengetahui keburukan-keburukan dalam dirinya, lalu berdoa agar Allah meluruskannya.
Kamu ingin bersamanya terus di dunia. Bahkan lebih dari itu, kamu ingin agar Allah mempertemukan kamu kembali di surga-Nya. So, kamu bisa bernostalgia di akhirat dan bersyukur kepada Allah Swt. karena kamu dan bestie diistikamahkan dalam jalan yang benar.
Saling mendoakan dalam diam adalah wujud cinta yang paling indah. Terkadang cinta tidak perlu diucapkan dengan untaian kata. Seribu bait cinta akan kalah dengan satu baris doa.
“Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, ‘Dan bagimu juga kebaikan yang sama.’” (HR Muslim no. 4912).
Dari hadis di atas, Islam mengajarkan beberapa hal kepada kita.
Pertama, doa seorang muslim kepada saudaranya karena Allah pada saat saudaranya tidak mengetahuinya adalah doa yang sangat utama dan doa yang akan segera terijabah (mustajab). Orang yang mendoakan saudaranya tersebut akan mendapatkan semisal yang didapatkan oleh saudaranya.
Kedua, ada malaikat yang bertugas mengaminkan doa seorang muslim kepada saudaranya pada saat saudaranya tidak mengetahuinya.
Ketiga, malaikat tidaklah mengaminkan doa, selain doa dalam kebaikan.
Jadi, sudahkah kamu mendoakan bestie-mu hari ini? [MNews/YG]
Sumber: Buletin Teman Surga, edisi 189
